• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Alopecia Areata: Mengenal Penyakit Kerontokan Rambut

Alopecia Areata Mengenal Penyakit Kerontokan Rambut

Ketika mengalami kerontokan rambut, banyak orang seketika mengira penyebabnya adalah merek sampo yang tidak cocok, kerap mewarnai rambut, atau terlalu sering memakai produk perawatan rambut yang justru malah membuat rambut rusak. Ada satu kondisi yang berkaitan dengan penyebab rambut rontok tapi kerap luput dari perhatian, yakni alopecia areata. 

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Alopecia Areata

Alopecia areata adalah masalah autoimun dengan tanda utama berupa kerontokan rambut. Baik pria maupun wanita sama-sama bisa mengalami gangguan ini. Alopecia juga bisa terjadi pada semua usia, termasuk anak-anak.

Alopecia areata kerap muncul tiba-tiba dan rambut yang rontok berlebih dapat mengakibatkan kebotakan di area tertentu di kepala. Area yang botak biasanya berbentuk bundar atau oval dan bisa terjadi di beberapa tempat sekaligus yang terlihat jelas di kulit kepala. 

Menurut National Alopecia Areata Foundation, terdapat beberapa jenis kondisi alopecia. Tiga jenis yang paling lazim adalah patchy alopecia areata (kebotakan total), alopecia totalis, dan alopecia universalis (kerontokan semua rambut dan bulu di tubuh). Alopecia areata bisa berkembang menjadi alopecia totalis ataupun alopecia universalis. Alopecia yang tidak berkembang menjadi totalis atau universalis disebut persistent alopecia aerate.

Kerontokan rambut akibat alopecia umumnya tidak berkaitan dengan faktor usia. Kejadian alopecia lebih banyak dijumpai pada usia muda. Rambut yang rontok karena alopecia dapat tumbuh kembali karena folikel rambut tetap hidup. Folikel adalah tempat tumbuhnya akar rambut di kulit. Diperlukan penanganan yang tepat untuk membantu mempercepat pertumbuhan rambut. Meski demikian, kerontokan tetap bisa terjadi lagi setelah rambut tumbuh.

 

Gejala

Gejala alopecia areata yang utama adalah rambut yang rontok berlebih. Kerontokan bisa bertambah parah bila ada faktor risiko seperti kerap bergonta-ganti produk sampo atau menjalani perawatan yang berpotensi merusak rambut. Akibat kerontokan berlebih, kulit kepala menjadi terlihat tapi hanya di bagian tertentu dan berbentuk bundar atau lonjong.

Area yang botak bisa menjadi lebih besar dengan cepat. Kulit pada kebotakan itu terlihat normal. Mungkin ada beberapa helai rambut putih atau rambut parah di bagian yang botak. Selain itu, area yang botak mungkin terasa gatal atau panas. Namun dalam sebagian besar kasus tidak ada gejala tambahan tersebut.

Dalam beberapa kasus, kulit yang mengalami alopecia bisa menjadi merah, bengkak, bersisik, atau melepuh. Bila tak ditangani segera, dapat muncul jaringan parut permanen pada kulit.

Baca Juga:  Manfaat Minyak Zaitun untuk Wajah

Rambut biasanya dapat tumbuh lagi dalam beberapa bulan atau tahun, tapi kemudian rontok kembali. Pada beberapa orang, rambut yang rontok akibat alopecia areata tak dapat tumbuh kembali. Bila rambut di seluruh tubuh rontok alias mengalami alopecia universalis, kecil kemungkinan rambut itu bisa tumbuh kembali.

 

Penyebab Alopecia Areata

Alopecia areata terjadi tatkala sistem imun justru menyerang folikel rambut sendiri. Belum diketahui apa penyebab pasti kondisi ini. Namun ada kemungkinan pemicunya adalah kombinasi masalah genetik dan faktor lingkungan. Selain itu, ada faktor stres ekstrem, gangguan kecemasan, penggunaan obat-obatan, perawatan rambut dengan produk berbahan keras, dan masalah hormonal.

Orang yang mengalami gangguan imun kerap juga terkena alopecia aerate. Misalnya pasien lupus, vitiligo, atau rheumatoid arthritis. Masalah sistem imun membuat antibodi yang semestinya melawan patogen atau pemicu infeksi dalam tubuh justru menyerang folikel pada rambut yang sedang tumbuh di area tertentu pada kulit kepala. Karena hanya rambut yang sedang dalam fase pertumbuhan yang diserang, folikel dengan rambut yang tidak dalam fase pertumbuhan tetap utuh.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Alopecia Areata

Dokter mampu mendiagnosis alopecia areata hanya dengan mengamati bagian kulit kepala yang mengalami kerontokan rambut serta memeriksa beberapa helai sampel rambut di bawah mikroskop. Dokter mungkin akan meminta pasien menjalani biopsi atau pengambilan sampel kulit kepala untuk memastikan tidak ada kondisi lain yang memicu kerontokan, seperti infeksi jamur.

Selain itu, tes darah mungkin diperlukan bila dokter menduga ada masalah autoimun lain yang menyertai alopecia areata. Tes darah dibutuhkan untuk mengecek keberadaan satu atau lebih antibodi yang tak normal di dalam darah. Bila antibodi ini terdeteksi, artinya ada gangguan autoimun.

 

Cara Mengatasi Alopecia Areata

Tidak ada obat penyembuh alopecia areata. Namun ada sejumlah cara untuk menangani kerontokan rambut yang memicu kebotakan. Penanganan ini bergantung pada apa penyebabnya. Bila pasien memiliki penyakit lain yang melatari, penanganan akan berfokus pada penanganan masalah kesehatan tersebut. 

Misalnya pasien mengalami masalah autoimun yang menyerang kelenjar tiroid dan berkaitan dengan alopecia yang dialami. Maka dokter akan menangani kondisi tersebut sebagai bagian dari penanganan alopecia. Harapannya, bila masalah tiroid akibat autoimun itu teratasi, kerontokan rambut akibat alopecia dapat teratasi pula.

Baca Juga:  Apa Itu Bercak Mongol dan Bagaimana Mengatasinya?

Pilihan penanganan lainnya termasuk:

  • Menghentikan konsumsi obat tertentu yang menyebabkan kerontokan rambut
  • Penggunaan krim atau losion kortison ke kulit kepala yang mengalami kebotakan
  • Injeksi kortison ke area kepala yang botak
  • Fototerapi, yakni penggunaan sinar ultraviolet ke kulit kepala 
  • Obat-obatan untuk menekan sistem imun

 

Komplikasi

Alopecia areata berkaitan dengan sejumlah penyakit bawaan atau komorbid, terutama penyakit autoimun, seperti:

  • Penyakit tiroid (hipertiroidisme, hipotiroidisme)
  • Lupus eritematosus: peradangan pada seluruh jaringan tubuh
  • Vitiligo: bercak-bercak putih pada kulit
  • Psoriasis: peradangan kulit yang menyebabkan kulit menjadi tebal, bersisik, dan gatal
  • Rheumatoid arthritis: peradangan persendian
  • Peradangan usus

Selain itu, penderita alopecia bisa mengalami komplikasi seperti depresi dan gangguan kecemasan karena berkaitan dengan penampilan.

 

Pencegahan

Hingga kini belum diketahui cara mencegah alopecia areata. Namun, untuk meminimalkan risiko terkena alopecia, sebaiknya tidak menggunakan produk perawatan rambut tanpa rekomendasi dermatolog. Beberapa bahan yang keras bisa meningkatkan risiko kerontokan rambut.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Alopecia areata sebaiknya mendapat penanganan sedini mungkin untuk mengantisipasi kemungkinan kerontokan meluas. Bila mendapat rambut rontok dalam jumlah banyak secara tiba-tiba dan konstan, segera datangi dokter kulit untuk mendapat pemeriksaan dan mengetahui apa penyebabnya sehingga bisa dilakukan penanganan secepatnya.

 

Reviewed by

dr. Miranda Audina Irawan

Medical Check Up Coordinator

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.