Banyak ibu baru panik ketika melihat rambutnya rontok lebih banyak dari biasanya setelah melahirkan. Setiap kali menyisir, keramas, bahkan hanya mengusap rambut, tampak helaian rambut di sisir, lantai, atau tangan. Tak pelak, timbul pertanyaan soal apa penyebab rambut rontok setelah melahirkan. Faktanya, rambut rontok pasca melahirkan lazim terjadi sebagai bagian dari proses alami tubuh. Meski begitu, tetap penting untuk memahami kapan rambut rontok setelah melahirkan masih tergolong normal dan kapan perlu diwaspadai.
Mengenal Fenomena Rambut Rontok Setelah Melahirkan
Rambut rontok setelah melahirkan secara medis dikenal sebagai postpartum telogen effluvium atau postpartum hair loss. Hopkins Medicine menjelaskan bahwa rambut rontok pasca melahirkan merupakan kondisi yang lazim terjadi ketika kadar hormon kembali turun ke tingkat normal setelah persalinan.
Dalam tinjauan di International Journal of Women’s Dermatology disebutkan bahwa kondisi ini ditandai dengan kerontokan rambut secara difus atau menyebar di semua area kepala, bukan hanya di satu titik tertentu.
Banyaknya rambut rontok setelah melahirkan berkaitan dengan siklus hidup rambut manusia yang terdiri atas tiga fase:
- Fase tumbuh (anagen)
- Fase transisi (katagen)
- Fase istirahat/rontok (telogen)
Selama kehamilan, tingginya kadar estrogen membuat fase anagen lebih panjang. Artinya, rambut tumbuh lebih lama dan lebih sedikit yang rontok. Itulah sebabnya rambut ibu hamil terlihat lebih lebat dan berkilau.
Setelah melahirkan, kadar estrogen turun drastis kembali ke level normal. Akibatnya, ribuan folikel rambut yang seharusnya rontok selama sembilan bulan kehamilan kini masuk ke fase telogen secara bersamaan. Itulah yang mengakibatkan rambut rontok pasca melahirkan terlihat begitu mengkhawatirkan.
Postpartum hair loss umum terjadi pada ibu baru terlepas dari kondisi bayi yang dilahirkan. Banyak-sedikitnya rambut yang rontok bergantung pada kadar hormon dan faktor genetik. Kerontokan ini bersifat sementara dan dalam banyak kasus rambut ibu bisa tumbuh kembali dalam beberapa bulan. Namun rambut rontok pada ibu menyusui mungkin lebih lama karena perubahan hormon terus berlangsung selama periode menyusui.
Kapan Rambut Rontok Setelah Melahirkan Mulai dan Berakhir?
Meski sudah paham bahwa rambut rontok setelah melahirkan itu normal, kekhawatiran mungkin masih melanda para ibu. Pertanyaannya, kapan postpartum hair loss itu akan berakhir? Jawabannya bisa bermacam-macam. Namun secara rata-rata, tahapnya berlangsung sebagai berikut:
- Mulai: 2,9 bulan setelah melahirkan
- Puncak: 5,1 bulan setelah melahirkan
- Berakhir: 8,1 bulan setelah melahirkan
Secara lebih luas, sebagian besar ibu yang baru melahirkan mengalami perlambatan kerontokan hingga berakhir dalam 6-12 bulan pascapersalinan. Namun perlu diingat, ada kemungkinan waktu yang dibutuhkan lebih panjang hingga 18 bulan. Yang terpenting, ibu tahu bahwa kondisi ini tidak permanen dan rambut bisa kembali normal seperti sedia kala saat sebelum hamil.
Cara Mengatasi Rambut Rontok Setelah Melahirkan: Perlukah?
Pada dasarnya, tidak ada cara mengatasi rambut rontok pasca melahirkan yang seratus persen efektif. Kuncinya adalah kesabaran karena kondisi rambut akan pulih sendiri. Meski demikian, ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk mendukung proses pemulihan, seperti:
- Menjaga asupan nutrisi, terutama protein, zat besi, vitamin D, zinc, dan vitamin B kompleks. Jika perlu, konsultasikan dengan dokter untuk suplementasi jika ditemukan defisiensi.
- Menunggu rambut kering untuk disisir, membatasi penggunaan alat pemanas pada rambut (catokan, hair dryer), dan memilih sampo berbahan lembut serta bebas sulfat.
- Memberikan pijatan lembut pada kulit kepala guna meningkatkan sirkulasi darah ke folikel rambut.
- Mengelola stres yang bisa memperburuk kerontokan.
Meskipun sebagian besar kasus normal, ada situasi di mana rambut rontok setelah melahirkan perlu dievaluasi lebih lanjut oleh dokter kulit atau spesialis. Di antaranya:
- Kerontokan berlanjut lebih dari 1 tahuntanpa tanda-tanda membaik.
- Terdapat bercak kebotakan yang jelas, bukan kerontokan merata.
- Disertai nyeri, peradangan, ataukemerahan pada kulit kepala.
- Ada gejala lain seperti kelelahan ekstrem, penurunan berat badan, atau gangguan tiroid.
Adapun obat yang umumnya aman digunakan untuk merangsang pertumbuhan rambut pada para perempuan adalah minodiksil topikal. Walau demikian, untuk kasus rambut rontok setelah melahirkan, obat ini biasanya tidak diperlukan. Bila ingin mengonsumsinya, Anda harus berkonsultasi dulu dengan dokter.
Dengan demikian, rambut rontok pascamelahirkan merupakan respons fisiologis alami tubuh terhadap perubahan hormon dan tidak perlu diobati selama tidak ada kelainan lebih lanjut, banyak terjadi pada lebih dari 90% ibu hamil.
Rambut akan pulih dengan sendirinya dalam waktu 6-12 bulan. Namun jika kondisi rambut rontok setelah melahirkan ini berlangsung lebih dari setahun, disertai bercak kebotakan, atau gejala lain yang mencurigakan, jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter. Sebab, kecemasan pascapersalinan bisa membahayakan kondisi mental. Dengan mendapat kepastian dari dokter, Anda bisa lebih tenang dan siap menjalani kehidupan baru dengan buah hati.
Ditinjau oleh
Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetik
Primaya Evasari Hospital
Referensi
- Telogen Effluvium. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/24486-telogen-effluvium. Diakses 20 Juli 2026
- Postpartum Hair Loss. https://www.hopkinsmedicine.org/health/wellness-and-prevention/postpartum-hair-loss. Diakses 20 Juli 2026
- Investigation of exacerbating factors for postpartum hair loss: a questionnaire-based cross-sectional study. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10846762/. Diakses 20 Juli 2026
- Postpartum Telogen Effluvium Unmasking Traction Alopecia. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC9274946/. Diakses 20 Juli 2026
- Investigation of exacerbating factors for postpartum hair loss: a questionnaire-based cross-sectional study. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC10846762/. Diakses 20 Juli 2026
- Physiology, Hair. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499948/. Diakses 20 Juli 2026
- Postpartum Telogen Effluvium Unmasking Additional Latent Hair Loss Disorders. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11107900/. Diakses 20 Juli 2026
- The Role of Vitamins and Minerals in Hair Loss: A Review. https://link.springer.com/article/10.1007/s13555-018-0278-6. Diakses 20 Juli 2026
- Postpartum hair loss is associated with anxiety. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC11608844/. Diakses 20 Juli 2026
- Hair loss in new moms: Dermatologist tips. https://www.aad.org/public/diseases/hair-loss/insider/new-moms. Diakses 20 Juli 2026


