Kenali Penyakit Katarak

Kenali penyakit katarak, RS Awal Bros Bekasi Barat

Mata mempunyai fungsi yang penting. Namun, banyak orang tidak terlalu memperhatikan kesehatan mata hingga bilamana terjadi penurunan terhadap kualitas penglihatan baru akan diperiksakan ke dokter. Salah satu penyakit mata yang kerap terjadi adalah katarak. Biasanya penyakit katarak ini dianggap sebagai penyakit mata pada lansia. Apakah benar demikian?

Ratih Andriana Mutia,Sp.M,M.kes selaku Dokter Spesialis Mata dari Primaya Hospital Bekasi Barat menjelaskan mengenai penyakit katarak agar kita bisa lebih mengenali jenis penyakit tersebut. Katarak adalah kekeruhan pada lensa mata yang menyebabkan kaburnya penglihatan. Lensa mata yang keruh menyebabkan jalannya cahaya berkurang atau terhambat. “Akibatnya, lensa mata tidak dapat memfokuskan cahaya yang masuk,” jelasnya.

Sejumlah faktor bisa berperan untuk Anda memiliki risiko terkena penyakit katarak. Siapa saja yang bisa terkena penyakit katarak?

  • Orang yang sudah berusia lebih dari 40 tahun
  • Penderita diabetes yang cenderung memiliki angka kadar gula darah tinggi
  • Orang yang memiliki kebiasaan mengkonsumsi alkohol berlebihan
  • Orang yang memiliki kebiasaan menggunakan obat tetes mata sembarangan
  • Orang yang memang memiliki kebiasaan merokok dan terkena paparan asap rokok
  • Orang yang sering terpapar sinar matahari
Baca Juga:  Penanganan Penyakit Ambeien Sehari-hari

Untuk menjaga kesehatan mata, kita diharapkan bisa rutin kontrol ke dokter spesialis mata minimal 1 tahun sekali. Tapi, bila kita sudah memiliki gejala-gejala berikut ini sebaiknya harus segera diperiksa ke dokter:

  • Pandangan Kabur seperti berkabut
  • Terlihat ada warna putih di bagian hitam mata
  • Rasa silau saat terkena cahaya
  • Penglihatan lebih baik pada cahaya yang redup

Pengobatan Penyakit Katarak

Dokter Spesialis Mata dari Primaya Hospital Bekasi Barat, dr. Ratih Andriana Mutia,Sp.M,M.kes mengatakan bahwa bila seseorang sudah terkena penyakit katarak maka operasi katarak merupakan satu-satunya penanganan katarak pada lansia. Namun keputusan untuk menjalani operasi tersebut mempertimbangkan akan terganggunya aktivitas sehari-hari atau tidak, seperti menyetir kendaraan atau membaca.

Baca Juga:  Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) untuk Pecahkan Batu Ginjal

“Dalam operasi katarak, lensa yang keruh akan diangkat dan diganti dengan lensa tiruan. Lensa tiruan ini terbuat dari plastik atau silikon, dan dapat digunakan untuk seumur hidup. Sedangkan pada kondisi di mana lensa tiruan tidak bisa dipasang, pasien harus mengenakan kacamata atau lensa kontak pasca operasi katarak untuk memperbaiki penglihatan,” terang Dokter Ratih.

Operasi katarak ini dapat dilakukan dengan bius lokal agar mata menjadi mati rasa, dan biasanya tanpa rawat inap. Rasa tidak nyaman di mata umumnya dapat dirasakan hingga beberapa hari pasca operasi. Pada pasien dengan katarak di kedua mata,  maka operasi akan dilakukan secara terpisah hingga pasien sembuh dari operasi pertama, yaitu sekitar 6-12 minggu.

Baca Juga:  Cara Menggunakan Masker yang Benar

Sumber Gambar:Simon Wijers

Bagikan ke :