Mengapa Bisa Menopause Dini?

menopause dini, rs awal bros, rumah sakit awal bros tangerang

Setiap wanita yang mengalami menstruasi pasti nantinya akan menuju menopause atau masa berakhirnya siklus menstruasi. Hal ini merupakan proses alami karena perubahan kadar hormon dalam tubuh wanita. Menopause pada tiap wanita berbeda-beda, tapi umumnya terjadi pada sekitar usia 50 tahun. Lalu bagaimana bila pada usia sebelum 40 tahun wanita tersebut mengalami menopause? Inilah biasa disebut menopause dini atau prematur.

Dr. Rizky Azenda, SpOG selaku Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang menjelaskan tentang pengertian menopause dini. Menurut POGI (Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia), menopause dini didefinisikan sebagai tidak haid atau berhentinya haid selama 12 bulan berturut-turut pada usia < 40 tahun dengan kadar hormon sesuai dengan keadaan menopause. “Pendekatan paling baik dalam menangani menopause dini adalah mengetahui penyebab dan memberikan tatalaksana yang sesuai,” ujar Dokter Rizky.

Menopause dini dapat terjadi secara spontan. Penyebabnya adalah berbagai faktor, di antaranya:

  1. Wanita dengan riwayat keluarga menopause dini atau prematur lebih cenderung mengalami menopause dini atau prematur.
  2. Wanita yang merokok mengalami menopause 2 tahun lebih cepat dibandingkan bukan perokok. Selain itu gejala menopause yang timbul lebih parah dibanding bukan perokok.
  3. Abnormalitas kromosom seperti sindrom Turner, trisomi 13, dan trisomi 18. Pasien dengan sindrom Turner pada umumnya tidak membentuk ovarium secara normal saat lahir dan siklus menstruasi tidak normal.
  4. Gangguan metabolik seperti galaktosemia, miotonik distrofi
  5. Penyakit autoimun seperti penyakit tiroid, hiperparatiroidism, dan Addison’s disease. Penyakit autoimun, seperti penyakit tiroid dan rheumatoid arthritis. Meskipun jarang, sistem kekebalan tubuh yang biasanya melawan penyakit, bisa keliru menyerang indung telur dan membuatnya tidak menghasilkan hormon.
  6. Infeksi tertentu seperti tuberculosis, malaria, dan wanita dengan HIV. Infeksi ini tidak terkontrol dengan baik dengan obat-obatan, sehingga dapat terjadi menopause dini. Wanita dengan HIV mungkin juga memiliki hot flash yang lebih parah daripada wanita tanpa HIV.
  7. Terinduksi. Diakibatkan intervensi medis seperti kemoterapi, pengobatan GnRH terlalu lama, atau intervensi bedah seperti bilateral oophorectomy.

Dampak Menopause Dini Menurut Primaya Hospital

Dampak dari menopause dini dapat dibagi menjadi dua, yakni dampak jangka pendek dan jangka panjang. Dampak jangka pendek termasuk gangguan vasomotor sesuai ciri menopause seperti:

  1. Flushing
  2. Kekeringan vagina
  3. Dispareunia
  4. Inkontinensia urin
  5. Gangguan psikologis seperti mudah lupa, iritabel, insomnia, dan gangguan konsentrasi.
Baca Juga:  Penanganan Penyakit Ambeien Sehari-hari

Sedangkan dampak jangka panjang termasuk di antaranya:

  1. Infertilitas
  2. Osteoporosis
  3. Peningkatan risiko kematian prematur, gangguan kardiovaskular, dan stroke yang disebabkan oleh defisiensi estrogen.

Hidup Berkualitas Meski Menopause Dini

Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan dari Primaya Hospital Tangerang, Dr. Rizky Azenda, SpOG mengatakan bahwa pasien dengan menopause dini dapat memiliki hidup berkualitas dengan melakukan gaya hidup sehat. Misalnya dengan tidak merokok dan tetap berolahraga selama 30 menit sebanyak 3 kali per minggu. Selain itu, dapat dilakukan diet sesuai dengan pasien menopause:

  • Diet kaya serat, buah – buahan, sayuran, dan protein.
  • Konsumsi garam < 1 sendok teh per hari
  • Kolesterol < 300 mg / hari
  • Suplementasi vitamin D 800 IU/hari
  • Suplementasi kalsium 1 gram / hari
  • Calcium 1200 mg
  • Zat besi 9 mg per hari
  • Hindari makanan berlemak
Baca Juga:  Apa Sebab Pembesaran Kelenjar Getah Bening?

Cara Menghindari Menopause Dini

Hingga saat ini belum terdapat cara mencegah maupun memprediksi terjadinya menopause dini yang terbukti secara klinis. “Tips terhindar dari menopause dini tentunya adalah mengurangi faktor-faktor yang dapat dimodifikasi dengan menerapkan gaya hidup sehat, seperti tidak merokok, konsumsi diet seimbang, dan menjaga berat badan,” terangnya.

Menopause dini dapat secara tidak langsung menyebabkan penyakit lain karena fitur defisiensi estrogen yang terdapat di dalamnya. Pasien dengan defisiensi estrogen pada usia dini memiliki morbiditas dan mortalitas yang tinggi. Beberapa penyakit yang dapat muncul diantaranya:

  1. Osteoporosis
  2. Peningkatan risiko penyakit jantung iskemik dan angina. Hal ini disebabkan estrogen memiliki sifat kardioprotektif, meningkatkan HDL, dan menurunkan LDL, kolesterol, serta trigliserida. Hal ini ditunjukan dengan adanya reseptor estrogen pada sistem kardiovaskular.
  3. Gangguan neruologis
  4. Disfungsi psikoseksual
  5. Gangguan mood
  6. Demensia
Baca Juga:  Penyakit Hematuria atau Kencing Mengandung Darah

Pusat Layanan Ibu dan Anak merupakan salah satu keunggulan Primaya Hospital. Lakukanlah pemeriksaan kehamilan demi kesehatan ibu dan anak. Primaya Hospital memiliki dokter kandungan dan dokter anak yang handal di bidangnya. Pusat Layanan Ibu dan Anak difasilitasi dengan pemeriksaan kehamilan USG 3D dan pemeriksaan kehamilan USG 4D oleh dokter obgyn. Primaya Hospital juga menyediakan medical check up dengan dokter spesialis kandungan. Temukan jadwal dokter obgyn kami di sini untuk melakukan konsultasi dokter kandungan.

Ilustrasi gambar oleh Freepik

Artikel terkait:

Bagikan ke :