Deteksi Dini Gejala Kanker Payudara dengan Mammografi

Deteksi Dini Gejala Kanker Payudara dengan Mammografi

Pemeriksaan mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Deteksi dengan pemeriksaan mammografi telah terbukti dapat mengurangi kematian akibat kanker payudara.

Kanker payudara adalah keganasan yang banyak terjadi pada wanita. Penyebabnya antara lain adalah adanya riwayat kanker dalam keluarga, serta tidak menyusui atau menarche lebih awal. Risiko kanker payudara meningkat jika seseorang mengalami pembesaran kelenjar aksiler atau penyakit paget pada puting susu. Jika menemukan hal-hal tersebut, baiknya pasien segera memeriksakan diri ke dokter. Namun, kanker payudara dapat disembuhkan jika ditemukan dalam kondisi yang belum parah.

Oleh sebab itu penting untuk mendeteksi kanker payudara sedini mungkin. Pendeteksian dapat dilakukan dengan berbagai cara, misalnya pemeriksaan mammografi, pemeriksaan payudara sendiri (SADARI) atau pemeriksaan yang dilakukan oleh dokter. Baiknya pemeriksaan-pemeriksaan tersebut dilakukan dengan teratur.

Baca Juga:  Potensi Penularan Virus Corona Selama Puasa

Deteksi Dengan Pemeriksaan Mammografi Untuk Kanker Payudara

Pada dasarnya deteksi dengan pemeriksaan mammografi adalah proses pemeriksaan payudara manusia menggunakan sinar-X dosis rendah (umumnya berkisar 0,7 mSv). Mammografi digunakan untuk melihat beberapa tipe tumor dan kista. Penemuan dan pendeteksian dini tersebut telah terbukti dapat mengurangi kematian akibat kanker payudara.

deteksi dengan pemeriksaan mammografi, pemeriksaan kanker payudara

Primaya Hospital memiliki layanan untuk deteksi dini gejala kanker payudara dengan alat mammografi. Beberapa negara menyarankan untuk mammografi rutin (1-5 tahun sekali) bagi perempuan yang telah melewati paruh baya sebagai metode screening untuk mendiagnosa kanker payudara sedini mungkin.

Mammografi sebaiknya dilakukan 3 tahun sekali untuk pasien berusia 40-45 tahun. Namun, khusus bagi yang berisiko tinggi seperti tubuh gemuk, belum punya anak, dan ada riwayat kanker dalam keluarga, mammografi bisa dilakukan setiap 2 tahun sekali. Adapun ketika memasuki usia 50 tahun, mammografi bisa dilakukan 2-3 tahun sekali. Begitu pula ketika wanita telah berusia di atas 60 tahun, mammografi dilakukan sekitar 1-2 tahun sekali.

Baca Juga:  Hemodialisa Untuk Pasien Penyakit Ginjal Kronik

Tidak perlu takut dengan mammografi karena alat mammografi di Primaya Hospital ini sudah terkomputerisasi. Sistem komputerisasi ini memungkinkan penekanan secukupnya untuk mendapatkan gambaran akurat kondisi kelenjar susu. Dapat terlihat kepadatan suatu tumor dengan jaringan sekitarnya. Kepadatan ini terlihat jelas terutama pada wanita paruh baya karena absorbsi sinar X oleh jaringan tumor akan lebih banyak daripada jaringan sekitarnya. Dengan mammografi kita bisa mengenal keganasan payudara pada penderita yang secara klinis teraba benjolan, baik pada payudara yang sama maupun kontralateral (sebaliknya).

Deteksi dengan pemeriksaan mammografi ini juga mampu untuk melihat mikroklasifikasi yang terkadang merupakan satu-satunya yang mengarah pada keganasan. Mammografi juga sebagai penilaian yang teliti pada kasus-kasus keganasan payudara untuk melihat respons penyinaran atau sitostatika. Indikasi pemeriksaan mammografi:

  • Adanya benjolan pada payudara
  • Adanya rasa tidak enak pada payudara
  • Pada penderita dengan riwayat resiko tinggi untuk mendapatkan
Baca Juga:  Kanker Serviks Skrining dan Pencegahan

Referensi : http://www.p2ptm.kemkes.go.id/artikel-sehat/enam-langkah-sadari-untuk-deteksi-dini-kanker-payudara

Bagikan ke :