• Emergency
  • 150 108

Cara agar Cepat Pulih dari Cedera Hamstring

Cara agar Cepat Pulih dari Cedera Hamstring

Pernah melihat pemain sepak bola yang tiba-tiba memegangi belakang pahanya sambil meringis kesakitan? Itu biasanya reaksi yang muncul ketika terjadi cedera hamstring. Begitu mengalami cedera ini, si pemain umumnya harus segera ditarik keluar karena rasa sakit akan mengganggu performanya di lapangan hijau. Pemain itu harus menjalani perawatan segera agar bisa cepat pulih dan kembali bermain.

 


Mengenal Cedera Hamstring, Cedera Otot Belakang Paha

Cedera hamstring adalah cedera yang terjadi pada hamstring alias otot belakang paha. Cedera ini bisa berupa robekan (tear) atau tegangan (strain). Hamstring terdiri atas tiga otot yang berlokasi di belakang paha. Otot ini memanjang dari bagian pinggul sampai bawah lutut. Cedera otot ini kerap dialami atlet yang kerap berlari sprint, terutama sepak bola.

Otot hamstring berperan dalam gerakan seperti menekuk lutut, memutar lutut saat ditekuk, dan mengangkat panggul saat menyandarkan tubuh ke belakang. Otot ini panjang dan besar, tapi rentan mengalami cedera. Terdapat tiga macam cedera hamstring berdasarkan tingkat keparahannya:

  • Level 1: cedera ringan yang bisa sembuh dalam beberapa hari hingga hitungan minggu.
  • Level 2: cedera sedang, biasanya berupa robekan sebagian pada otot.
  • Level 3: cedera parah, terjadi ketika otot robek sepenuhnya atau ada sekumpulan jaringan otot yang robek. Pemulihannya butuh waktu berminggu-minggu hingga berbulan-bulan.

Untuk menentukan tingkat keparahan ini, diperlukan pemeriksaan medis secara menyeluruh oleh dokter, khususnya dokter spesialis kedokteran olahraga.

 

Siapa Saja yang Bisa Terkena Cedera Hamstring

Cedera hamstring sering terjadi saat seseorang hendak memulai lari, terutama sprint. Risiko terkena cedera otot belakang paha ini makin tinggi jika:

  • Otot hamstring lemah
  • Tidak melakukan pemanasan dengan tepat sebelum olahraga
  • Tubuh kecapekan ketika berolahraga
  • Otot inti yang berada di bagian tengah tubuh tidak stabil
  • Otot kurang lentur
  • Usia tua

Selain itu, orang yang pernah mengalami cedera hamstring lebih besar kemungkinannya mengalami cedera yang sama di kemudian hari.

 

Tanda dan Gejala

Tanda cedera hamstring antara lain suara “pop” yang diikuti rasa nyeri hebat pada bagian belakang paha setelah berlari atau melompat. Otot paha belakang lantas akan terasa menegang dan kram. Pada kasus level 2 atau 3, bisa terjadi pembengkakan dan memar berwarna keunguan. Orang yang mengalami cedera ini akan merasa sangat sakit pada kakinya ketika berjalan, bahkan sulit untuk berdiri, sehingga harus ditandu atau dibopong orang lain. Adapun cedera hamstring level 1 umumnya hanya ditandai dengan rasa nyeri di paha. Penderitanya masih bisa berjalan walaupun terpincang-pincang.

Baca Juga:  Cedera Saat Fitness, Penyebab dan Penanganannya

 

Penyebab Cedera Hamstring

Cedera hamstring terjadi ketika otot paha belakang terlalu menegang. Semua gerakan cepat atau memutar yang dilakukan secara tiba-tiba menjadi penyebab utama cedera ini. Contohnya ketika seseorang berlari sprint, mendadak berhenti saat berlari, melompat tinggi, menerjang secara tiba-tiba, atau menari dengan banyak gerakan memutar kaki. Pada saat berlari, misalnya, cedera hamstring paling sering terjadi ketika kaki mengayun terakhir kali sebelum berhenti. Ketika itu, otot hamstring harus mendadak mengkerut untuk menekuk lutut.

 

Pengobatan Cedera Hamstring, Bisakah Sembuh Total?

Untuk mengobati cedera hamstring secara mandiri, ada rumus PRICE (Protect, Rest, Ice, Compression, Elevation). Maksudnya adalah:

  • Protect: lindungi kaki agar cedera tidak makin parah
  • Rest: istirahatkan kaki selama 48-72 jam
  • Ice: tempelkan kantong es atau kain dingin ke bagian yang sakit selama 15-20 menit untuk mengurangi rasa sakit dan mencegah peradangan
  • Compression: kompres dengan perban untuk meredakan nyeri dan bengkak
  • Elevation: naikkan kaki lebih tinggi saat berbaring ataupun duduk

Selain itu, obat pereda nyeri bisa diminum untuk meringankan gejala. Namun jika gejala tak kunjung membaik setelah 72 jam, harus ada pemeriksaan oleh dokter. Dalam kasus yang parah, biasanya dokter harus melakukan operasi untuk memperbaiki otot yang robek dengan jahitan. Meski begitu, cedera otot ini umumnya dapat sembuh sendiri secara total dan hanya memerlukan fisioterapi untuk mengembalikan kekuatan otot.

 

Bagaimana Caranya agar Cepat Pulih dari Cedera Hamstring?

Pemulihan dari cedera hamstring bisa makan waktu hingga berbulan-bulan, tergantung seberapa parah tegangan atau robekan yang dialami. Jika harus dioperasi, pemulihan akan lebih lama. Agar dapat cepat pulih, pasien harus menjalani fisioterapi dan rehabilitasi. Dalam hal ini, perlu program terapi dan rehabilitasi di bawah bimbingan dokter spesialis kedokteran olahraga.

Baca Juga:  Awas, Perhatikan Gejala Kanker Tulang

Pasien akan diminta menjalani program itu dengan disiplin dan penuh perhatian supaya lebih cepat sembuh. Pasien tidak diperkenankan melakukan aktivitas berat dulu selama pemulihan, terutama yang banyak menggunakan kaki. Selain itu, penanganan pertama pada cedera turut mempengaruhi kecepatan waktu pemulihan. Beberapa perawatan yang keliru justru dapat membuat cedera lebih parah sehingga pemulihan pun lebih lama. Misalnya mengurut paha yang sakit. Jika otot yang tegang atau robek diurut, justru bisa terjadi pembengkakan dan perdarahan.

 

Tips Mencegah Cedera Hamstring

Untuk mencegah cedera hamstring, hal utama yang harus dilakukan adalah menguatkan dan menjaga kelenturan otot itu sendiri. Ada beberapa jenis latihan kebugaran yang khusus menargetkan kekuatan dan kelenturan otot hamstring. Salah satunya dengan hamstring curl. Cara lainnya:

  • Lakukan pemanasan dengan baik sebelum berolahraga atau melakukan kegiatan fisik yang intens.
  • Tidak melakukan gerakan kaki secara tiba-tiba.
  • Jika merasakan sakit pada paha belakang saat beraktivitas, segera beristirahat.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Cedera hamstring ringan biasanya dapat diobati sendiri hingga sembuh. Bila gejala tak juga membaik setelah 72 jam, sebaiknya segera datangi dokter. Tapi Anda harus ke dokter secepatnya jika rasa sakit tak tertahankan atau tak bisa berjalan lebih dari empat langkah tanpa rasa sakit yang hebat. Bisa jadi itu tanda telah terjadi cedera yang serius sehingga memerlukan penanganan medis di rumah sakit untuk dapat sembuh.

 

Reviewed by

DR. dr. Muhammad Sakti, Sp.OT (K)

Dokter Spesialis Ortopedi

Primaya Hospital Makassar

 

Referensi:

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.