Diagnosis Kanker Otak, Gejala dan Tindakan Pencegahannya

Diagnosis Kanker Otak, Gejala dan Tindakan Pencegahannya

Kanker otak adalah kondisi ketika sel-sel otak berkembang secara abnormal dan tak terkontrol hingga memunculkan massa jaringan atau tumor di otak. Diagnosis kanker otak serupa dengan kebanyakan jenis kanker lain, yakni melibatkan pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang serta anamnesis. Kanker otak digolongkan menjadi dua jenis, yakni primer dan sekunder.

Dari diagnosis kanker, bisa diketahui jenisnya apakah primer atau sekunder. Kanker otak primer adalah kanker awal mulanya dari otak. Jenis kanker otak ini paling sering terjadi. Sedangkan kanker otak sekunder bersumber dari organ tubuh lain yang menyebar sampai ke otak.

 

Gejala Kanker Otak

Dalam diagnosis kanker otak, gejala yang dikeluhkan akan diperiksa dokter. Gejala yang muncul bervariasi, bergantung pada lokasi tumor, dan tingkat stadium penyakit tersebut. Gejala yang umum antara lain:

  • Sakit kepala yang tak seperti biasanya
  • Sakit kepala konstan
  • Kepala bertambah sakit saat berkegiatan, termasuk bersin dan batuk
  • Gangguan penglihatan, seperti kabur
  • Kelelahan ekstrem
  • Kejang-kejang
  • Kehilangan keseimbangan
Baca Juga:  Diagnosis Kanker Paru, Gejala dan Tindakan Pencegahannya

 

Pemeriksaan Fisik Kanker Otak

Pemeriksaan fisik dibutuhkan dalam penegakan diagnosis kanker otak. Dokter akan memeriksa sistem saraf untuk mengetahui fungsi berbagai bagian otak dan tubuh. Di antaranya fungsi bicara, penglihatan, pendengaran, dan gerakan. Pemeriksaan yang disebut neurologis ini mencakup:

  • Pengecekan refleks (sentakan lutut)
  • Pengujian kekuatan otot tungkai saat berjalan untuk melihat keseimbangan dan koordinasi tubuh
  • Tes otak, seperti aritmetika atau memori sederhana
  • Melihat gerakan mata dan pupil karena saraf optik terhubung dengan otak

 

Tingkatan Stadium Kanker Otak

Setelah pemeriksaan dalam diagnosis kanker otak, dapat diketahui klasifikasinya. Berbeda dengan jenis kanker lain yang menggunakan klasifikasi berupa stadium, kanker otak memakai pengelompokan berupa tingkat (grade). Sistem klasifikasi yang digunakan dikembangkan oleh WHO, yakni:

Grade I: Sel tumor belum bersifat kanker dan masih sangat lambat berkembang serta terlihat identik dengan sel yang sehat.

Grade II: Sel tumor sudah bersifat kanker tapi perkembangannya masih lambat. Sel terlihat abnormal bila dilihat menggunakan mikroskop. Tumor mungkin telah mulai menyebar ke jaringan di dekatnya.

Baca Juga:  Deteksi Dini Gejala Kanker Payudara dengan Mammografi

Grade III: Tumor bersifat kanker dan berkembang lebih cepat. Sel kanker menunjukkan abnormalitas dan bereproduksi secara aktif sehingga bisa menyebar ke bagian lain di otak.

Grade IV: Tumor berkembang cepat dan memiliki sejumlah karakteristik yang abnormal. Tumor ini seringnya telah menyebar ke bagian lain di otak dan bahkan bisa memproduksi pembuluh darah sendiri untuk menyokong perkembangannya.

 

Cara Mencegah Kanker Otak

Menurut WHO, sebanyak 30-50% kematian akibat kanker bisa dicegah dengan cara mengubah atau menghindari faktor risiko utama serta mempraktikkan upaya pencegahan yang telah terbukti. Dalam soal kanker otak, faktor risiko itu antara lain usia, keturunan, serta paparan radiasi yang mempengaruhi otak.

Anda dapat setidaknya mengurangi risiko terkena kanker otak dengan cara berikut ini:

  • Menghindari bahan makanan yang mengandung insektisida dan pestisida
  • Menghindari zat karsinogen
  • Menjauhi rokok dan alkohol
  • Menerapkan pola hidup sehat dengan rajin berolahraga dan makan makanan sehat
  • Menghindari paparan radiasi sebisa mungkin
Baca Juga:  Pemeriksaan Pap Smear, Manfaat dan Bagaimana Caranya?

Sebagai langkah pencegahan, Anda juga dapat melakukan deteksi dini sebelum diagnosis kanker. Hubungi dokter segera jika ada riwayat anggota keluarga yang mengidap kanker, terutama kanker otak. Terutama bila ada gejala yang berkaitan dengan kanker otak yang muncul secara konstan dan mulai mengganggu.

 

Ditinjau oleh:

dr. Firman Hendrik, SpS

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

http://kanker.kemkes.go.id/guidelines_read.php?id=4&cancer=6

http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PNPKOtak.pdf

https://www.webmd.com/cancer/brain-cancer/brain-cancer-symptoms

https://kankere.com/article/content/kanker-otak-13

https://www.cancer.net/cancer-types/brain-tumor/risk-factors

Sumber gambar : https://www.freepik.com/premium-photo/encephalography-brain-paper-cutout-with-purple-ribbon-epilepsy-awareness-seizure-disorder-mental-health-concept_7314668.htm#page=2&query=brain+cancer&position=5

Bagikan ke :