Patah tulang pinggul atau hip fracture adalah kondisi cedera serius berupa patah pada bagian proximal tulang paha (proximal femur), terutama di daerah leher femur (femoral neck), intertrochanter, dan subtrochanter yang berhubungan dengan sendi panggul. Kondisi ini sering terjadi akibat benturan keras atau jatuh, terutama pada lansia. Sedangkan pada usia muda, hip fracture biasanya disebabkan oleh strong- energy trauma seperti kecelakaan lalu lintas atau cedera olahraga berat. Cedera ini termasuk darurat medis yang membutuhkan penanganan cepat agar fungsi gerak tidak terganggu.
Mengenal Patah Tulang Pinggul
Hip fracture termasuk keadaan gawat darurat ortopedi karena dapat menyebabkan penurunan mobilitas, komplikasi sistemik, hingga peningkatan angka kematian dalam tahun pertama setelah cedera. Komplikasi sistemik terjadi dikarenakan pada hip joint banyak vaskularisasi dan neurotransmitter yang memperdarahi dan mempersarafi area tersebut sehingga ketika terjadi hip fracture maka akan terjadi kehilangan blood volume dalam jumlah besar. Sendi ini berfungsi sebagai ball and socket joint yang memungkinkan tubuh bergerak saat berjalan, duduk, dan berdiri. Secara global data medis memperkirakan 6 juta kasus akan terjadi pada tahun 2050 seiring peningkatan populasi lansia.
Istilah hip fracture merujuk pada patahan di leher femur (femoral neck) atau area trochanter. Kondisi ini paling sering terjadi pada individu usia di atas 65 tahun dengan faktor risiko utama osteoporosis. Data menunjukkan sekitar 15% wanita mengalami kondisi ini sepanjang hidupnya, sementara pria memiliki risiko lebih rendah.
GejalaÂ
Sebagian besar gejala hip fracture muncul setelah jatuh, meski pada beberapa kasus bisa terjadi spontan. Gejala utama berupa nyeri hebat di area pinggul atau selangkangan yang terasa sangat intens. Rasa sakit biasanya meningkat saat bergerak atau mencoba berdiri.
Penderita umumnya tidak mampu bertumpu pada kaki yang mengalami cedera. Tungkai sulit diangkat, digerakkan, atau diputar karena adanya kerusakan pada struktur tulang. Kondisi ini membuat aktivitas sederhana seperti berdiri menjadi sangat sulit.
Penyebab dan Faktor Risiko
Patah tulang pinggul dapat terjadi akibat benturan keras seperti jatuh, kecelakaan, atau cedera olahraga. Pada lansia, sekitar 90% kasus terjadi karena jatuh dari posisi berdiri akibat tulang yang sudah rapuh. Pada usia muda, cedera ini lebih sering disebabkan oleh trauma berat seperti kecelakaan kendaraan atau jatuh dari ketinggian.
Risiko meningkat pada usia >65 tahun karena penurunan kepadatan tulang (bone density). Osteoporosis menjadi penyebab utama karena membuat tulang lebih tipis dan mudah patah. Wanita memiliki risiko lebih tinggi karena kehilangan 30–50% kepadatan tulang setelah menopause akibat penurunan hormon estrogen.
Beberapa penyakit seperti kanker tulang dan hipertiroidisme juga mempercepat kerapuhan tulang. Gangguan saraf seperti demensia atau Parkinson meningkatkan risiko jatuh sehingga memicu cedera. Faktor lain seperti obesitas menambah tekanan pada pinggul dan meningkatkan kemungkinan patah.
Cara Dokter Mendiagnosis
Patah tulang pinggul didiagnosis melalui kombinasi pemeriksaan fisik dan penunjang medis. Dokter akan menilai posisi kaki, tingkat nyeri, pembengkakan, serta kemampuan pasien dalam menggerakkan tungkai. Pemeriksaan ini membantu menentukan lokasi cedera dan tingkat keparahannya secara awal.
Pemeriksaan utama menggunakan foto rontgen (X-ray) untuk melihat adanya patahan pada tulang pinggul. Jika hasil belum jelas, dokter dapat melanjutkan dengan MRI atau CT scan untuk mendapatkan gambaran yang lebih detail. Teknologi ini mampu menunjukkan kondisi tulang dan jaringan sekitar secara lebih akurat.
Diagnosis dini sangat penting untuk menentukan terapi yang tepat dan cepat. Jurnal Hip Fracture Diagnosis and Management menegaskan bahwa penanganan segera dapat menurunkan risiko komplikasi serius. Evaluasi juga mencakup kondisi kesehatan umum pasien agar perawatan lebih optimal.
Cara MengobatiÂ
Patah tulang pinggul umumnya membutuhkan operasi sebagai terapi utama untuk memperbaiki posisi tulang dan mengembalikan fungsi sendi. Prosedur biasanya dilakukan dalam 24–48 jam agar hasil pemulihan lebih optimal. Tindakan cepat juga membantu menurunkan risiko komplikasi seperti non-union dan avascular necrosis.
Metode operasi meliputi fiksasi internal dengan pen atau sekrup, serta penggantian sendi (hip replacement). Penggantian dapat berupa parsial (hemiarthroplasty) atau total (total hip replacement) sesuai kondisi pasien. Pemilihan metode bergantung pada usia, jenis patahan, dan kesehatan tulang, terutama pada lansia dengan osteoporosis.
Setelah operasi, pasien menjalani fisioterapi untuk memulihkan kekuatan otot dan mobilitas. Terapi ini juga membantu meningkatkan keseimbangan dan mencegah risiko jatuh kembali. Obat pereda nyeri seperti NSAID atau opioid dapat diberikan untuk mengontrol rasa sakit.
Komplikasi yang Mungkin Terjadi
Patah tulang pinggul dapat menimbulkan komplikasi serius jika tidak ditangani dengan cepat dan tepat. Salah satu komplikasi utama adalah nekrosis avaskular (avascular necrosis), yaitu kematian jaringan tulang akibat terganggunya aliran darah. Kondisi ini memicu nyeri kronis dan kerusakan sendi yang dapat memperburuk fungsi gerak.
Imobilisasi dalam waktu lama meningkatkan risiko pembekuan darah seperti deep vein thrombosis (DVT) dan emboli paru. Selain itu, pasien juga rentan mengalami pneumonia, infeksi saluran kemih, serta luka tekan (bedsores). Komplikasi ini lebih sering terjadi pada lansia karena kondisi fisik yang sudah menurun.
Cara MencegahÂ
Patah tulang pinggul dapat dicegah dengan menjaga kesehatan tulang sejak usia muda. Asupan kalsium dan vitamin D berperan penting dalam mempertahankan kepadatan tulang, terutama pada usia >50 tahun yang membutuhkan sekitar 1.200 mg kalsium dan 600 IU vitamin D per hari. Nutrisi yang cukup membantu membentuk peak bone mass dan menurunkan risiko osteoporosis. Olahraga rutin seperti berjalan (weight-bearing exercise) membantu memperkuat tulang dan otot.
Kapan Harus ke Dokter
Patah tulang pinggul memerlukan penanganan medis segera setelah gejala muncul. Jika mengalami nyeri hebat setelah jatuh, segera cari bantuan medis. Kondisi ini tidak boleh ditunda karena dapat memperburuk cedera.
Hip fracture merupakan cedera yang serius dan sering terjadi secara tiba-tiba, misalnya akibat jatuh atau kecelakaan. Kondisi ini bisa terasa mengejutkan dan menimbulkan dampak fisik maupun emosional bagi penderita. Proses pemulihan setelah operasi juga membutuhkan waktu dan usaha yang tidak sedikit.
Meskipun cedera ini terlihat menakutkan, risiko dapat dikurangi dengan langkah pencegahan yang tepat. Pemeriksaan rutin (screening) membantu mendeteksi penurunan kepadatan tulang sejak dini. Dengan pemantauan kesehatan dan gaya hidup yang baik, risiko patah tulang pinggul dapat ditekan secara signifikan.
Ditinjau oleh:
dr. Kusuma Rizky Anggy Sutrisno, Sp.OT
Spesialis Ortopedi dan Traumaologi
Primaya Hospital Sukabumi
Referensi:
- The management of displaced femoral neck fractures: a narrative review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8022011/. Diakses 28 April 2026
- Hip Fractures Overview. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/hip-fractures/. Diakses 28 April 2026
- Hip Fractures. https://www.nuh.com.sg/docs/nuhlibraries/brochures-document/hip-fractures.pdf?sfvrsn=8e2668b7_1. Diakses 28 April 2026
- Hip fracture. https://www.health.harvard.edu/pain/hip-fracture-a-to-z. Diakses 28 April 2026
- Hip Fractures. https://orthoinfo.aaos.org/en/diseases–conditions/hip-fractures/. Diakses 28 April 2026
- Hip Fractures: Diagnosis and Management. https://www.aafp.org/pubs/afp/issues/2022/1200/hip-fractures.html. Diakses 28 April 2026
- Hip Fracture. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/family-resources-library/hip-fracture. Diakses 28 April 2026
- Broken Hip (Hip Fracture). https://www.hss.edu/health-library/conditions-and-treatments/list/broken-hip-fracture. Diakses 28 April 2026
- Hip fracture. https://en.wikipedia.org/wiki/Hip_fracture. Diakses 28 April 2026
- Hip Fractures: Relevant Anatomy, Classification, and Biomechanics of Fracture and Fixation. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC6610445/. Diakses 28 April 2026


