• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Batuk Berdahak Lama Bisa Jadi Tanda Infeksi Paru

batuk berdahak

Batuk berdahak lama bisa menjadi tanda infeksi paru yang cukup berbahaya seperti tuberkulosis, Abses paru atau bronkiektasis. Namun, masalah ini juga bisa terjadi karena penyebab lain seperti PPOK, asma, alergi, pneumonia hingga tumor paru. Berikut akan kita bahas lebih lanjut mengenai masalah kesehatan satu ini, termasuk gejala, pengobatan, hingga kapan harus ke dokter.

batuk berdahak

Mengenal Batuk Berdahak

Batuk merupakan respon alami tubuh sebagai upaya pertahanan untuk membuang sekresi mukus berlebihan pada saluran napas atau membuang benda asing yang masuk ke dalam saluran pernapasan. Berdasarkan penjelasan situs resmi Kemenkes, proses alami tubuh ini mampu melindungi paru-paru dari aspirasi serta meningkatkan gerakan sekresi saluran napas menuju mulut.

Menurut jenisnya, batuk terbagi menjadi dua yaitu produktif atau berdahak dan nonproduktif atau tidak berdahak. Batuk berdahak atau produktif yang akan kita bahas ini, adalah batuk yang menghasilkan lendir atau sputum. Sementara itu, batuk nonproduktif atau juga dikenal sebagai batuk kering, adalah batuk yang tidak menghasilkan lendir.

Masalah batuk ini bisa dialami oleh siapa saja, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Namun, ada kelompok orang yang memiliki risiko lebih besar mengalaminya. Misalnya, orang dengan alergi atau sinusitis, orang yang merokok, orang yang menderita infeksi saluran napas, dan orang yang menderita penyakit kronis paru-paru.

Gejala Batuk Produktif yang Sering Muncul

Gejala utama dari batuk berdahak atau batuk produktif yaitu mengalami batuk disertai lendir yang biasanya berwarna kuning, hijau, putih atau bening. Selain itu, kondisi ini juga bisa muncul dengan beberapa keluhan lain seperti berikut:

  • Banyak lendir di tenggorokan
  • Demam dan menggigil
  • Nafas berbunyi atau mengi
  • Hidung berair
  • Sesak napas atau dada terasa berat
  • Lendir menetes ke tenggorokan (postnasal drip)
  • Tubuh terasa lemas

Penyebab: Infeksi Paru hingga Alergi

Batuk berdahak bisa terjadi karena adanya infeksi paru atau masalah berbahaya lainnya. Sebab, batuk produktif bisa muncul karena infeksi paru seperti berikut:

  1. Tuberkulosis
Baca Juga:  Penyakit Paru dan Covid-19, Apa Kunci Survivalnya?

Tuberkulosis merupakan penyakit infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang organ paru. Penyakit ini bisa menyebabkan batuk produktif selama 2 hingga 3 minggu dan kadang bercampur darah. Gejala lainnya yaitu nafsu makan menurun, berat badan turun, malaise, demam  hingga berkeringat di malam hari.

  1. Pneumonia

Pneumonia merupakan peradangan pada jaringan parenkim paru. Penyebabnya bisa karena infeksi bakteri, virus, parasit atau jamur.

Gejala yang muncul adalah batuk dahak warna kuning kental atau kehijauan, sesak napas, nyeri dada dan demam.

  1. Bronkitis Akut

Bronkitis akut adalah Inflamasi akut pada membran mukosa pohon trakeobronkial yang bersifat self-limiting (bisa sembuh sendiri), ditandai dengan gejala utama berupa batuk (berdahak maupun kering) yang berlangsung selama 1 hingga 3 minggu.

Penyebabnya berupa infeksi bakteri,virus atau bahan iritan seperti asap rokok, polusi udara atau zat-zat kimia.

  1. Bronkiektasis

Suatu penyakit paru kronis yang ditandai dengan dilatasi (pelebaran) abnormal dan permanen pada bronkus berukuran sedang, akibat rusaknya komponen elastis dan otot polos dinding saluran napas. Pelebaran ini bersifat ireversibel.

Gejalanya berupa batuk kronis produktif dengan dahak yang sangat banyak (profus) dan berbau busuk (fetid). Batuk dirasakan berbulan-bulan hingga bertahun-tahun.

Cara Dokter Mendiagnosis

Untuk mendiagnosis batuk berdahak, dokter akan melakukan beberapa langkah seperti berikut:

  • Tanya jawab medis untuk mempersempit kemungkinan diagnosis. Contohnya, bertanya kapan batuk terjadi, bagaimana karakteristik lendir, hingga gaya hidup pasien.
  • Dokter akan memeriksa kondisi fisik pasien, seperti bagian hidung, tenggorokan, leher, hingga mendengarkan suara paru-paru dan saluran napas.
  • Jika mencurigai kondisi medis yang lebih serius dokter bisa menyarankan pemeriksaan lain, seperti foto rontgen dada, tes fungsi paru, hingga tes darah.

Cara Mengatasinya

Cara mengatasi batuk berdahak disesuaikan dengan penyebabnya. Dokter akan memberikan terapi sesuai penyebabnya bisa berupa antibiotik, antijamur, antivirus dan antiinflamasi. Batuk yang disertai dengan sesak napas atau terasa berat didada dapat juga diberikan oksigen hingga terapi uap medis.

Baca Juga:  Teropong Saluran Napas: Mengenal Bronkoskopi dalam Penanganan Tumor

Pasien juga bisa melakukan perawatan sendiri di rumah antara laib minum obat batuk seperti mukolitik atau antitusif , menghirup uap hangat, dan banyak minum air putih. Bisa ditambah dengan mengonsumsi madu dan vitamin.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Batuk produktif yang terus-terusan terjadi bisa menyebabkan komplikasi seperti berikut:

  • Gangguan fisik, seperti mual, muntah, sakit kepala, hingga sakit otot dada.
  • Pingsan, gagal napas, hingga pecahnya pembuluh darah.
  • Infeksi yang tidak sembuh bisa menyebar dan memperparah kondisi tubuh.
  • Batuk berdahak kronis bisa berkembang menjadi bronkiektasis atau PPOK.

Langkah Pencegahan

Untuk mencegah batuk produktif yang sering terjadi karena infeksi, maka penting untuk mencegah terjadinya infeksi tersebut. Caranya seperti:

  • Rutin mencuci tangan dengan sabun.
  • Menghindari kontak dengan orang yang terinfeksi.
  • Jangan menyentuh hidung, mulut, atau mata sembarangan saat belum mencuci tangan.
  • Sering menggunakan hand sanitizer.
  • Menjalani vaksin untuk mencegah penyakit.

Kapan Harus ke Dokter?

Orang yang mengalami batuk produktif harus segera ke dokter saat batuk berlangsung lebih dari 2-3 minggu. Warna dahak kehijauan atau mengandung darah, demam, sesak napas, nyeri dada dan mengalami penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan, sebaiknya segera periksa ke dokter.

Batuk berdahak bukan hanya menjadi kondisi yang sepele. Sebab, kondisi tersebut bisa menandakan adanya masalah serius, seperti infeksi pada paru-paru. Karena itu, bagi yang mengalaminya dengan kondisi cukup parah serta tidak kunjung sembuh setelah 2-3 minggu, maka segeralah periksa ke dokter.

Ditinjau oleh:

dr. Aslani Treestiana Sari, Sp. P, M.Kes

Spesialis Paru

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below