Apakah Perlu Berjemur Saat Puasa di Tengah Corona Covid-19?

berjemur saat corona

Berjemur saat corona tengah mewabah disebut-sebut sejumlah dokter bisa membantu mencegah virus yang menyebabkan Covid-19 itu. Alasan utamanya adalah sinar matahari yang didapatkan dari berjemur memicu tubuh meningkatkan produksi vitamin D yang bisa menaikkan daya tahan terhadap serangan virus, termasuk virus corona.

Faktanya, vitamin D memang berkontribusi terhadap sistem imun manusia. Orang yang positif corona dalam beberapa penelitian ditemukan tak memiliki nutrisi dan protein yang memadai. Hal ini terutama dijumpai pada pasien berisiko tinggi, seperti penderita diabetes dan pneumonia.

Badan layanan kesehatan nasional Inggris (NHS) menyebutkan tiga kelompok orang yang berisiko kekurangan vitamin D dan memerlukan tambahan asupan vitamin D, yakni:

  • Orang yang tinggal di institusi khusus, seperti panti wreda
  • Orang yang selalu melindungi tubuh sepenuhnya ketika keluar
  • Orang yang jarang keluar rumah atau tak pernah sama sekali terkena sinar matahari

Tapi masalah kekurangan vitamin D tak bisa diatasi hanya dengan berjemur saat corona.

Kapan Waktu Berjemur Saat Corona

Efektivitas berjemur saat corona di antaranya dipengaruhi waktu ketika berjemur. Salah-salah, berjemur saat corona malah meningkatkan radiasi sinar ultraviolet yang membahayakan tubuh. Menurut WHO, ada tiga macam radiasi ultraviolet (UV), yakni UVA, UVB, dan UVC. Perbedaannya terletak pada aktivitas biologis dan kemampuannya menembus kulit manusia.

  • UVA: Jenis sinar ultraviolet yang paling banyak mencapai permukaan bumi, hingga 95 persen. Dapat menembus hingga lapisan dalam kulit dan menyebabkan perubahan warna kulit. Sinar ini juga memicu penuaan dan keriput. Penelitian terbaru menunjukkan sinar ini juga meningkatkan risiko kanker kulit dalam jangka waktu lama.
  • UVB: Sangat aktif secara biologis, tapi tak bisa menembus lapisan superfisial kulit. Sinar ini memicu pertumbuhan kanker kulit, tapi kebanyakan UVB tersaring oleh atmosfer.
  • UVC: Radiasi yang paling berbahaya, tapi tak bisa menjangkau permukaan bumi karena seluruhnya tersaring oleh atmosfer.
Baca Juga:  Sariawan Pada Ibu Hamil

Dari informasi itu, masyarakat awam perlu menyesuaikan waktu berjemur saat corona dengan indeks ultraviolet yang relatif aman bagi tubuh. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memiliki data indeks UV yang bisa dijadikan acuan waktu berjemur saat corona bagi masyarakat. Makin rendah indeks, bahaya radiasi makin kecil.

Indeks ini berubah seiring dengan perubahan waktu. Di kawasan Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi, misalnya, warga disarankan berjemur sekitar pukul 08.00 karena pada waktu itu indeks UV 0-2 alias risikonya rendah. Data indeks UV ini dibagikan di akun Instagram serta website BMKG untuk diakses masyarakat luas.

Asupan Vitamin D Pokok

Meski bisa menambah vitamin D dalam tubuh, berjemur saat corona juga berisiko menimbulkan bahaya kesehatan. Apalagi jika tak dibarengi dengan pengetahuan tentang indeks UV dan berjemur dalam jangka waktu lama setiap hari. Asupan vitamin D pokok sejatinya bisa didapatkan dari bahan pangan yang kita konsumsi.

Baca Juga:  Metode Robotic Surgery

Vitamin D banyak dikandung ikan berlemak seperti salmon dan tuna. Selain vitamin D, terdapat magnesium, kalsium, dan asam omega-3 yang sangat bermanfaat bagi tubuh. Bahan pangan lain yang bisa menjadi alternatif asupan vitamin D selain berjemur saat corona antara lain:

  • Susu dan keju
  • Telur
  • Yoghurt
  • Sayuran hijau
  • Kacang kedelai
  • Jamur
  • Udang

Sejauh ini belum ada penelitian tentang efektivitas berjemur saat corona dalam kaitannya dengan upaya pencegahan penularan Covid-19. Bagi yang merasa kekurangan vitamin D, ikuti panduan indeks UV dari BMKG agar bisa berjemur dengan lebih aman. Asupan makanan dan minuman yang mengandung vitamin D juga penting. Konsultasilah dengan dokter bila merasa membutuhkan suplemen vitamin D demi menguatkan daya tahan tubuh melawan corona.

Baca Juga:  Luka Bakar: Bagaimana cara mengatasinya?

 

Ditinjau oleh:

dr. Budhi Imansyah, Sp.P, FISR

Dokter Spesialis Paru

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Sumber gambar : freepik.com

Referensi :

https://www.nhs.uk/live-well/healthy-body/how-to-get-vitamin-d-from-sunlight/

https://www.bmkg.go.id/cuaca/indeks-uv.bmkg

https://www.who.int/uv/faq/whatisuv/en/index2.html

Bagikan ke :