• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hematologi Lengkap: Pengertian dan Manfaatnya

Hematologi Lengkap

Hematologi Lengkap adalah salah satu jenis pemeriksaan darah yang berguna untuk mendiagnosa penyakit secara lebih efektif. Pada dasarnya, suatu penyakit bisa terdeteksi melalui perubahan sel-sel dalam darah.

Untuk mengetahui informasi selengkapnya perihal pengertian, manfaat, dan jenis penyakit yang dapat terdeteksi melalui pemeriksaan ini, simak penjelasan selengkapnya di sini.

buat jani dokter primaya

Mengenal Apa Itu Hematologi Lengkap

pengertian

Tes hematologi lengkap dikenal juga sebagai pemeriksaan darah lengkap yang meliputi penghitungan sel darah merah, sel darah putih, dan platelet. Tes ini berfungsi untuk mendeteksi adanya gangguan kesehatan tertentu yang memengaruhi sel darah.

Manfaat lain dari pemeriksaan darah lengkap adalah untuk memantau perkembangan penyakit dan hasil pengobatannya. 

Penyakit yang Terdeteksi Melalui Tes Hematologi Lengkap

penyakit yang terdeteksi

Tes hematologi biasanya dilakukan sebagai bagian dari pemeriksaan kesehatan. Selain itu, tes hematologi lengkap biasanya diminta untuk mendiagnosis kondisi tertentu seperti infeksi atau penyakit perdarahan. Tes hematologi lengkap diperlukan untuk mengetahui kondisi kesehatan secara menyeluruh dan mendeteksi adanya gangguan kesehatan tertentu. Beberapa kondisi yang dapat terdeteksi yaitu:

  • Anemia
  • Inflamasi
  • Infeksi
  • Leukemia

    Apa Saja yang Termasuk Tes Hematologi Lengkap?

    macam-macam

    Untuk mendapatkan hasil detail, pemeriksaan darah lengkap akan dokter lakukan pada beberapa bagian darah. Lalu, di bagian mana saja itu? Bagi yang penasaran dengan pembahasannya, simak poin-poin berikut:

    1. Sel darah merah

    sel darah merah

    Pada tubuh manusia, sel darah merah memiliki fungsi penting, salah satunya adalah membawa oksigen dan menyebarkannya ke seluruh tubuh.

    Dalam pemeriksaan hematologi lengkap, ada aspek-aspek yang dokter perhatikan untuk menemukan ada atau tidaknya masalah kesehatan pada darah merah, yaitu:

    • Jumlah seluruh hemoglobin dalam darah
    • Persentase jumlah sel darah merah (hematokrit)
    • Ukuran rata-rata sel darah merah (mean corpuscular volume)
    • Jumlah rata-rata hemoglobin di dalam sel darah merah (mean corpuscular hemoglobin)
    • Tingkat kepadatan molekul hemoglobin dalam sel darah merah (mean corpuscular hemoglobin concentration)
    • Variasi ukuran sel darah merah (red cell distribution width)

    Berdasarkan hasil pemeriksaannya, anggota medis dapat mengetahui adanya penyakit dalam tubuh pasiennya yang berkaitan dengan sel darah merah. Misalnya anemia (kurang darah) dan terjadinya dehidrasi.

    Baca Juga:  Pemeriksaan Kolesterol: Tujuan, Manfaat, dan Prosedur

    2. Sel darah putih

    sel darah putih

    Selain sel darah merah, dalam tubuh manusia juga terdapat sel darah putih. Fungsi pentingnya adalah untuk memerangi infeksi dan proses alergi sekaligus peradangan.

    Proses perhitungan sel darah putih bisa langsung secara keseluruhan atau berdasarkan jenis-jenisnya. Pada sel darah putih memang terdapat beberapa komponen yang memiliki fungsi khusus. Mengenai apa saja itu, informasinya bisa Anda dapatkan di bawah ini:

    • Neutrofil: Bertanggung jawab dalam melawan bakteri atau virus
    • Limfosit: Menciptakan antibodi yang berguna untuk melawan virus dan bakteri
    • Monosit: Meningkatkan respon tubuh terhadap serangan penyakit serta menyingkirkan sel dan jaringan yang mengalami kerusakan
    • Eosinofil: Bertugas melawan infeksi yang memicu peradangan dan reaksi alergi
    • Basofil: Mampu melepaskan enzim yang berguna untuk mengendalikan alergi

    3. Platelet

    platelet

    Istilah platelet bagi kebanyakan orang mungkin masih sangat asing. Sebenarnya, platelet adalah sebutan lain dari trombosit. Sebagai informasi, trombosit adalah sel darah yang berperan dalam proses pembekuan darah.

    Pada pemeriksaan darah lengkap, ahli medis akan menilai ukuran rata-rata, keseragaman ukuran platelet dalam darah, dan jumlahnya.

    4. Hematokrit

    hematokrit

    Tes hematokrit berfungsi untuk mengukur persentase sel darah merah yang ada di tubuh. Jika ternyata tingkat hematokrit tinggi, maka menjadi tanda adanya kemungkinan seseorang menderita polisitemia vera. Selain hematokrit yang tinggi, hematokrit yang rendah juga menjadi tanda adanya kelainan dalam darah seseorang, yaitu tanda dari anemia.

    Tujuan Pemeriksaannya

    tujuan pemeriksaan

    Bukan tanpa alasan, pemeriksaan hematologi lengkap memiliki beberapa tujuan. Seperti pada penjelasan-penjelasan sebelumnya, tujuan utamanya adalah membantu mengetahui masalah kesehatan pada manusia.

    Namun, sebenarnya masih ada tujuan lain yang sebaiknya Anda ketahui sebelum menjalankan pemeriksaan tersebut. Berikut ulasannya:

    • Mencari tahu penyebab munculnya suatu gangguan kesehatan, terutama jika pasien mengalami gejala seperti demam, lemas, kelelahan, bengkak, dan perdarahan.
    • Evaluasi kesehatan menyeluruh untuk mengetahui kemungkinan adanya penyakit yang terdeteksi dari penurunan ataupun peningkatan sel darah
    • Mengawasi perkembangan kesehatan pasien yang berkaitan dengan kadar sel darah dalam tubuh
    • Memantau penanganan penyakit yang memengaruhi kadar sel darah
    Baca Juga:  Pemeriksaan Kolesterol HDL: Tujuan dan Cara Membaca Hasilnya

    Serangkaian Tes Pendukung Hematologi Lengkap

    tes pendukung

    Tes hematologi memiliki tujuan utama untuk mencari tahu masalah kesehatan pada tubuh manusia dan perawatan paling tepat. Agar hasilnya semakin valid dan detail, biasanya dokter akan mendukung pemeriksaan tersebut dengan tes-tes berikut:

    • Analisa darah tepi: dilakukan untuk mengevaluasi morfologi dari sel-sel darah.
    • Aspirasi sumsum tulang: Pemeriksaan ini merupakan prosedur medis berupa ekstraksi bagian cair dari sumsum tulang yang bertujuan untuk melihat adanya kelainan pada prekursor sel darah yang menyebabkan perubahan pada sel-sel darah yang bersirkulasi.
    • Elektroforesis hemoglobin: Tes yang bertujuan untuk melihat adanya perubahan dari struktur hemoglobin dalam sel darah merah.

    Jangan khawatir bagi yang ingin menjalankan tes, Anda tidak perlu berpuasa terlebih dahulu. Hanya saja, apabila sebelumnya mengonsumsi suplemen atau obat-obatan tertentu, maka perlu berkonsultasi ke dokter.

    Selain itu, pada saat tes usahakan mengenakan pakaian yang mudah digulung pada bagian lengannya. Lalu, kapan sebenarnya harus menjalankan tes darah lengkap? Jawabannya yakni saat pemeriksaan kesehatan rutin ataupun sesuai petunjuk dokter.

    Tes hematologi lengkap menjadi tes kesehatan yang sangat membantu dokter dalam mendiagnosa penyakit seseorang. Supaya tidak perlu menjalankan perawatan rumit, sebaiknya selalu jaga kesehatan dengan menerapkan gaya hidup sehat.

    Narasumber:

    dr. Shendy Sherly Sp. PK

    Spesialis Patologi Klinik

    Primaya Hospital Hertasning

    Referensi:

    • Hematology – Health Encyclopedia. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=85&contentid=P00958. Dikutip pada 5 Januari 2024
    • Hematology: Tests, treatments, and relation to oncology. https://www.medicalnewstoday.com/articles/hematology. Dikutip pada 5 Januari 2024
    • What is a Hematologist? (Blood Disorder Specialist). https://my.clevelandclinic.org/health/articles/23564-hematologist. Dikutip pada 5 Januari 2024
    • Hematology Definition & Meaning. https://www.merriam-webster.com/dictionary/hematology. Dikutip pada 5 Januari 2024
    • Hematologists – What They Do & Why You Might Need One. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/what-is-hematologist. Dikutip pada 5 Januari 2024
    • Hematology Test | Overview, Types & Panel. https://study.com/academy/lesson/what-is-a-hematology-test-common-tests-interpretations.html. Dikutip pada 5 Januari 2024

    Bagikan ke :

    Promo

    Login to your account below

    Fill the forms bellow to register

    Retrieve your password

    Please enter your username or email address to reset your password.