• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Tes Serologi: Kapan Perlu Dilakukan?

Ketika terjadi pandemi Covid-19, istilah tes serologi sering terdengar. Namun tes ini sebenarnya sudah lama ada dan sangat bermanfaat dalam upaya diagnosis dan pencegahan penyakit menular. Berikut artikel yang membahas lebih lanjut salah satu jenis tes darah ini.

Mengenal Tes Serologi

Tes serologi adalah pemeriksaan darah yang dirancang untuk mendeteksi keberadaan dan kadar antibodi atau antigen dalam serum darah. Serum adalah bagian cair dari darah setelah sel darah dan faktor pembekuan dihilangkan.

Antigen adalah molekul asing yang memicu respons kekebalan tubuh. Antigen bisa berasal dari permukaan virus, bakteri, sel kanker, atau bahkan zat asing seperti serbuk sari. Ketika mendeteksi antigen, tubuh akan memproduksi antibodi untuk melawannya.

Adapun antibodi adalah protein yang diproduksi sel plasma sebagai respons terhadap antigen spesifik. Antibodi berperan seperti kunci yang dirancang untuk mengikat gembok pada antigen tertentu, menetralkan, atau menandainya untuk dihancurkan oleh sel imun lain.

National Institutes of Health menyebutkan terdapat lima kelas utama antibodi. Tapi yang paling sering diukur dalam tes serologi adalah:

  • Imunoglobulin M (IgM): antibodi pertama yang diproduksi tubuh sebagai respons terhadap infeksi baru.
  • Imunoglobulin G (IgG): muncul lebih lambat daripada IgM, tapi bertahan lebih lama dalam tubuh, terkadang seumur hidup.
  • Imunoglobulin E (IgE) : berhubungan dengan reaksi alergi dan infeksi parasit

Dikutip dari Cleveland Clinic, prinsip dasar tes serologi adalah mendeteksi reaksi antara antigen dan antibodi. Jika antigen dari patogen tertentu ada dalam sampel darah, antibodi spesifik yang diproduksi tubuh untuk melawannya akan mengikat antigen tersebut. Atau sebaliknya, jika ingin tahu apakah seseorang memiliki antibodi terhadap suatu penyakit, antigen yang diketahui bisa ditambahkan ke sampel darah untuk melihat apakah antibodi pasien bereaksi.

Siapa Saja yang Memerlukan Tes Serologi?

Tes serologi bukanlah pemeriksaan yang diperlukan oleh setiap orang secara rutin. Tes ini biasanya ditujukan kepada individu yang memiliki kondisi atau situasi tertentu, seperti:

  • Diduga terpapar penyakit infeksi, misalnya ada gejala demam berdarah atau pernah berkontak erat dengan penderita Covid-19.
  • Ingin mengetahui status kekebalan terhadap penyakit tertentu, seperti hepatitis A, hepatitis B, cacar air, atau campak.
  • Ada gejala penyakit autoimun seperti lupus dan reumatoid artritis.
  • Memastikan darah yang didonorkan bebas dari penyakit infeksi seperti sifilis, HIV, dan hepatitis.
  • Mendeteksi infeksi seperti rubela dan toksoplasma yang dapat membahayakan janin.
  • Diduga mengalami alergi

Kapan Seseorang Memerlukan Tes Serologi?

Ada beberapa skenario yang menentukan kapan tes serologi paling tepat dilakukan, antara lain:

  • Setelah terkena paparan penyakit menular atau munculnya gejala infeksi.
  • Saat ingin mengetahui apakah infeksi yang dialami pasien adalah infeksi baru atau infeksi lama yang aktif kembali.
  • Sebelum atau sesudah perjalanan ke daerah endemis.
  • Sebelum menikah atau merencanakan kehamilan sebagai bagian dari skrining.
  • Ketika hendak memantau keberhasilan terapi atau pengobatan pada pasien infeksi.
  • Setelah menjalani vaksinasi untuk melihat apakah vaksin yang baru diterima berhasil memicu respons imun yang memadai.
Baca Juga:  Prosedur Pemeriksaan Glukosa Darah (Puasa) untuk Cegah Diabetes

Manfaat/Tujuan Tes Serologi

Tes serologi adalah salah satu metode diagnostik utama dalam kedokteran modern. Ada berbagai manfaat atau tujuan yang ditawarkan, antara lain:

  • Memastikan diagnosis alergi dan alergen penyebabnya.
  • Membantu mengonfirmasi diagnosis penyakit akibat infeksi bakteri, virus, dan parasit.
  • Menentukan apakah seseorang memiliki kekebalan terhadap penyakit tertentu baik karena infeksi masa lalu atau vaksinasi. Ini penting untuk perencanaan kehamilan, pekerja kesehatan yang rawan terkena penyakit infeksi, dan evaluasi efektivitas vaksinasi.
  • Memastikan transfusi darah atau transplantasi organ aman.
  • Memantau respons pengobatan pada penyakit autoimun atau infeksi kronis.
  • Memetakan penyebaran suatu penyakit di masyarakat, seperti yang banyak dilakukan selama pandemi Covid-19.

Persiapan Sebelum Menjalani Tes Serologi

Persiapan untuk menjalani tes serologi relatif sederhana. Namun selalu ikuti instruksi dari dokter atau tim laboratorium sebelum menjalani tes yang biasanya meliputi:

  • Sebagian besar tes serologi tidak memerlukan puasa. Namun, untuk tes tertentu yang terkait dengan profil autoimun lengkap, dokter mungkin menyarankan puasa 8-12 jam.
  • Informasikan obat-obatan, suplemen, atau produk herbal yang dikonsumsi karena beberapa jenis obat, seperti imunosupresan atau kortikosteroid, dapat mempengaruhi hasil tes.
  • Informasikan riwayat kesehatan kepada dokter, misalnya jika ada riwayat gangguan pendarahan atau sedang hamil.
  • Minum cukup air sebelum tes agar pembuluh darah lebih mudah ditemukan.
  • Kenakan pakaian lengan pendek atau lengan yang mudah digulung agar area pengambilan darah (biasanya di lipatan siku) mudah diakses.

Prosedur dan Pelaksanaan Tes Serologi

Tes serologi adalah prosedur medis yang relatif cepat dan aman. Tes ini biasanya dilakukan di laboratorium atau fasilitas kesehatan dengan langkah-langkah yang meliputi:

  • Pengikatan tali pembendung (tourniquet), yakni tali elastis yang akan diikatkan di sekitar lengan atas untuk memperlambat aliran darah sementara sehingga vena lebih menonjol dan mudah ditemukan.
  • Bagian dalam siku atau punggung tangan yang menjadi tempat pengambilan darah dibersihkan dengan antiseptik (alkohol) untuk mencegah infeksi.
  • Jarum steril yang terhubung ke tabung vakum akan dimasukkan ke vena untuk mengambil darah. Akan terasa sensasi seperti dicubit atau ditusuk yang sangat singkat.
  • Darah akan mengalir ke dalam tabung khusus (tabung serum).
  • Setelah darah cukup, tali pembendung dilepas dan jarum dicabut. Kapas alkohol lalu ditekan pada bekas suntikan untuk menghentikan perdarahan.
  • Sampel darah di tabung kemudian dibawa ke laboratorium untuk dilakukan tes serologi.

Ada berbagai metode tes serologi yang bisa digunakan, seperti Enzyme-Linked Immunosorbent Assay (ELISA), Western Blot, aglutinasi, dan imunofluoresensi. Hasil tes serologi biasanya dapat diperoleh dalam waktu beberapa jam hingga beberapa hari, tergantung kompleksitas tes dan volume pekerjaan laboratorium. Dokter akan menginterpretasikan hasil tersebut bersama riwayat medis dan gejala pasien untuk membuat diagnosis atau rekomendasi perawatan.

Baca Juga:  Mari Berkenalan dengan Pemeriksaan HbA1c

Perawatan Pasca-Tes Serologi

Perawatan setelah tes serologi sangat mudah. Karena prosedur utamanya adalah pengambilan darah, fokus perawatan seusai tes adalah pada area tusukan dan memantau efek samping ringan yang mungkin timbul. Caranya:

  • Terus tekan area bekas suntikan dengan kapas selama 1-2 menit setelah pengambilan darah selesai untuk memastikan perdarahan berhenti.
  • Tidak mengangkat beban berat dengan lengan yang diambil darahnya selama beberapa jam.
  • Biarkan plester atau perban yang ditempelkan di area tusukan selama beberapa jam untuk mencegah infeksi.
  • Setelah melepas plester, area tersebut bisa dibersihkan dengan air dan sabun lembut jika diperlukan.
  • Gunakan kompres dingin pada area tusukan yang terasa nyeri atau memar.

Adakah Efek Samping Setelah Tes Serologi?

Tes serologi adalah prosedur yang sangat aman dengan risiko efek samping yang minimal. Efek yang mungkin terjadi adalah:

  • Nyeri atau ketidaknyamanan di tempat tusukan jarum.
  • Memar pada area suntikan.
  • Pusing atau pingsan.

Meskipun sangat jarang, ada risiko kecil infeksi di area tusukan. Segera hubungi dokter jika mengalami:

  • Kemerahan yang menyebar atau makin parah.
  • Bengkak yang signifikan.
  • Nyeri yang parah atau meningkat.
  • Keluar nanah dari area tusukan.

Tes Serologi di Primaya Hospital

Di tengah kebutuhan akan diagnosis yang cepat dan akurat, Primaya Hospital hadir sebagai salah satu fasilitas kesehatan terdepan yang menyediakan layanan tes serologi yang komprehensif. Memahami pentingnya tes ini dalam menegakkan diagnosis, memantau kekebalan, dan mendukung kesehatan masyarakat, Primaya Hospital berkomitmen memberikan layanan diagnostik serologi dengan standar kualitas terbaik.

Ditinjau Oleh:

dr. Shendy Sherly, Sp.PK

Spesialis Patologi Klinik

Primaya Hospital Hertasning

 

Referensi:

Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below