• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Asam Urat: Penyebab, Mencegah dan Mengatasi

Asam Urat Penyebab, Mencegah dan Mengatasi

Penyakit asam urat menyimpan berbagai bahaya kesehatan di baliknya yang butuh perhatian. Selama ini penyakit tersebut identik dengan masalah kesehatan yang lazim terjadi pada orang tua. Namun ternyata bukan hanya orang tua yang bisa mengalaminya, tapi juga orang muda, remaja, dan bahkan anak-anak. 

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Asam Urat

Penyakit asam urat adalah penyakit yang menyebabkan rasa nyeri hebat yang terjadi secara tiba-tiba pada persendian. Penyakit ini juga disebut artritis gout. Selain nyeri, bagian sendi itu akan membengkak, hangat, lunak ketika disentuh, dan memerah. Serangan nyeri ini terjadi akibat tingginya kadar asam urat dalam darah yang membentuk kristal monosodium urat pada rongga-rongga sendi serta jaringan sekitarnya.

Kristal berukuran kecil berwujud mirip jarum inilah yang menyebabkan serangan nyeri hebat setelah sebelumnya memunculkan reaksi peradangan. Reaksi ini terjadi seiring dengan upaya tubuh untuk mengeluarkan kristal tersebut.

Biasanya serangan hanya terjadi pada satu sendi pada satu waktu, seringnya sendi besar jari-jari kaki, namun sendi lain juga bisa terpengaruh, seperti pergelangan kaki, lutut, pergelangan tangan, dan siku. Dalam kasus yang jarang terjadi, sendi bahu, pinggul, atau tulang belakang juga bisa terkena.

Efek serangan nyeri dari penyakit asam urat berbeda-beda pada tiap orang. Ada yang mengalami satu episode serangan saja tanpa masalah lain, ada juga yang merasakan nyeri hebat dalam waktu lama.

Terdapat empat tahap penyakit asam urat, yakni:

  • Tahap 1: Kadar asam urat tinggi tanpa serangan nyeri.
  • Tahap 2: Terjadi serangan asam urat akut yang menyebabkan nyeri dan peradangan pada satu atau lebih persendian.
  • Tahap 3: Pada tahap ini pasien merasa normal setelah rasa nyeri reda, tapi berisiko mengalami serangan berulang.
  • Tahap 4: Pasien masuk tahap asam urat kronis di mana terdapat gumpalan asam urat alias tophi sehingga serangan nyeri lebih sering terjadi dan lebih hebat dari satu serangan ke serangan lain.

 

Gejala

Serangan penyakit asam urat berkembang dengan sangat cepat. Serangan awal kerap terjadi pada malam hari ketika tidur atau ketika bangun di pagi hari. Gejala yang dialami antara lain:

  • Nyeri sendi yang mendadak dan hebat
  • Sendi membengkak
  • Kulit di area sendi tampak kemerahan atau keunguan
  • Kulit terasa sangat lunak hingga sentuhan kain tipis saja bisa menyebabkan rasa sakit
  • Tidak bisa menggerakkan bagian sendi yang terkena serangan karena terasa sangat sakit
Baca Juga:  Penyandang Diabetes Berpuasa, Bolehkah?

 

Penyebab

Penyakit asam urat dulu disalahpahami sebagai penyakitnya orang kaya karena tampak disebabkan oleh makanan yang sering dimakan orang kaya dan terlalu banyak minum alkohol. Namun kini penyakit ini didapati bisa menyerang segala kalangan karena ada beragam penyebabnya. 

CDC menjelaskan bahwa penyebab penyakit asam urat adalah hiperurikemia, yakni kondisi ketika tubuh kelebihan kandungan asam urat.  Tubuh menghasilkan asam urat ketika memecah purin, zat yang terdapat pada makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari-hari, seperti kerang-kerangan, makanan laut, jeroan, daging merah, bir, olahraga berlebih, dan anggur merah.

Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko mengalami penyakit asam urat:

  • Genetik
  • Tekanan darah tinggi
  • Diabetes
  • Obesitas
  • Stres
  • Kemoterapi
  • Pembedahan atau operasi
  • Obat dan vitamin tertentu
  • Konsumsi alkohol berlebih
  • Dehidrasi

 

Cara Dokter Mendiagnosis Asam Urat

Untuk mendiagnosis penyakit asam urat, dokter akan mengecek riwayat kesehatan personal dan keluarga. Lalu dokter akan memeriksa sendi yang mengalami serangan. Untuk memastikan diagnosis, dokter bisa meminta pasien menjalani tes darah untuk mengukur kadar asam urat di dalam tubuh. Dokter juga bisa mengambil sampel cairan dari sendi yang terpengaruh guna memeriksa kristal yang terbentuk lebih lanjut.

Kadang tes laboratorium dan pencitraan sinar-X dibutuhkan untuk menentukan apakah pembengkakan yang terjadi disebabkan oleh kondisi selain penyakit asam urat. Untuk diingat, tingginya kadar asam urat dalam darah tidak selalu menandakan seseorang sudah terkena penyakit asam urat. Begitu pula sebaliknya, bila kadarnya rendah, bukan berarti orang tersebut aman dari serangan nyeri asam urat.

 

Cara Mengatasi Asam Urat

Tidak ada obat untuk menyembuhkan pasien asam urat. Namun kondisi ini bisa dikendalikan dengan perawatan dan pengobatan yang tepat. Prosedur medis ini bisa membantu pasien menghindari serangan nyeri berikutnya dan kerusakan sendi dalam jangka panjang.

Berikut ini prosedur awal untuk mengatasi serangan asam urat:

  • Obat-obatan untuk meredakan nyeri dan bengkak
  • Modifikasi menu makanan dengan menghindari makanan dan minuman yang punya kandungan purin tinggi
  • Minum banyak air putih setiap hari
  • Menghindari minuman beralkohol
  • Istirahat dengan berbaring dan naikkan kaki lebih tinggi daripada tubuh
Baca Juga:  Penyebab Nyeri Perut Sebelah Kiri yang Tidak Boleh Disepelekan

Jika serangan nyeri berlanjut, kondisi yang melatarinya harus mendapat penanganan terlebih dahulu. Misalnya ada obat tertentu yang memicu serangan, dokter akan merekomendasikan penghentian obat tersebut selama memungkinkan. 

 

Komplikasi

Tanpa perawatan yang tepat, asam urat berpotensi berkembang dan menyebabkan komplikasi seperti:

  • Kerusakan sendi
  • Perubahan bentuk sendi
  • Keterbatasan mobilitas atau rentang gerak
  • Tulang rapuh dan mudah patah
  • Tophi menumpuk di seluruh tubuh
  • Batu ginjal
  • Penyakit ginjal kronis

 

Pencegahan

Upaya mencegah asam urat bisa dimulai dengan memperhatikan asupan makanan dan minuman sehari-hari. Batasi makanan dan minuman yang mengandung banyak purin serta jaga berat badan normal. Minuman yang terkenal kaya akan purin adalah minuman yang manis-manis serta alkohol.

Cara lainnya termasuk:

  • Minum air 2 liter atau 8 gelas sehari
  • Berolahraga secara teratur
  • Mengendalikan kondisi atau penyakit lain yang berkaitan, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes
  • Menjalani pemeriksaan kepadatan tulang dan fungsi ginjal untuk mengecek gejala awal jika ada

 

Kapan Harus ke Dokter?

Jika pernah mengalami episode nyeri di persendian terutama ketika di malam saat tidur atau pagi ketika bangun, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter. Penting untuk mengidentifikasi dan menangani kondisi itu sedini mungkin guna mencegah nyeri berulang dan komplikasinya yang membahayakan.

 

Reviewed by

dr. Barry A. P, Sp.PD

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Timur

Referensi:

  • Gout. https://www.cdc.gov/arthritis/basics/gout.html. Diakses 4 Februari 2023
  • Gout: Risk Factors, Diagnosis and Treatment. https://www.hss.edu/conditions_gout-risk-factors-diagnosis-treatment.asp. Diakses 4 Februari 2023
  • What Is Gout?. https://jamanetwork.com/journals/jama/fullarticle/2787544. Diakses 4 Februari 2023
  • Triggers of acute attacks of gout, does age of gout onset matter? A primary care based cross-sectional study. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371/journal.pone.0186096. Diakses 4 Februari 2023
  • Gout: An old disease in new perspective – A review. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5512152/. Diakses 4 Februari 2023
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.