Banyak orang baru memeriksakan kesehatan ketika sudah merasakan keluhan atau jatuh sakit. Padahal, beberapa penyakit dapat berkembang tanpa menimbulkan gejala pada tahap awal. Salah satunya adalah diabetes.
Pemeriksaan gula darah menjadi salah satu cara efektif untuk deteksi dini risiko diabetes sebelum gejala muncul dan terjadi komplikasi.
Apa Itu Cek Gula Darah
Pemeriksaan gula darah adalah tes untuk mengetahui kadar glukosa yang terdapat di dalam darah. Proses pemeriksaan gula darah ini dapat dilakukan melalui pengambilan sampel darah kapiler di ujung jari menggunakan alat glukometer portabel ataupun pemeriksaan darah vena di laboratorium.
Pemeriksaan gula darah tidak hanya penting bagi orang yang sudah menderita diabetes, tetapi orang-orang yang tidak memiliki keluhan juga perlu menjalani pemeriksaan untuk mengetahui apakah kadar gula darahnya normal atau sudah menunjukkan tanda-tanda awal diabetes.
Menurut penelitian, pemeriksaan kadar gula darah yang dilakukan secara rutin dapat membantu mendeteksi kondisi pradiabetes dan mencegah perkembangannya menjadi diabetes mellitus tipe 2.
Kapan Menjalani Cek Gula Darah?
Waktu pemeriksaan gula darah bergantung pada kondisi kesehatan dan tujuan pemeriksaan. Pemeriksaan gula darah harus dilakukan secara rutin terutama pada orang yang memiliki faktor risiko diabetes, seperti: seseorang dengan berat badan berlebih, memiliki riwayat keluarga kandung diabetes, jarang melakukan aktivitas fisik, memiliki tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi, serta memiliki riwayat diabetes dalam kehamilan atau melahirkan bayi dengan berat badan besar.
Pemeriksaan juga perlu dipertimbangkan jika muncul gejala yang mengarah pada diabetes, seperti sering haus, sering buang air kecil, mudah lapar, berat badan turun tanpa sebab yang jelas, atau luka yang sulit sembuh.
Namun, diabetes juga dapat terjadi tanpa gejala. Karena itu, orang yang merasa sehat belum tentu memiliki kadar gula darah yang normal.
Ada beberapa jenis pemeriksaan gula darah yang dapat digunakan untuk mendeteksi atau memantau diabetes.
- Gula darah puasa
Pemeriksaan ini dilakukan setelah tidak makan dan tidak mengonsumsi minuman berkalori selama minimal 8-12jam. Air putih tetap boleh diminum. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kadar gula darah setelah tubuh tidak mendapat asupan makanan selama beberapa jam.
- Gula darah sewaktu
Pemeriksaan ini dapat dilakukan kapan saja tanpa harus berpuasa. Hasilnya dapat membantu menilai kadar gula darah saat pemeriksaan, terutama jika seseorang mengalami gejala yang mengarah pada diabetes.
- Tes toleransi glukosa oral (TTGO)
Pada pemeriksaan ini, seseorang berpuasa terlebih dahulu, kemudian meminum larutan gula khusus. Kadar gula darah diperiksa kembali setelah dua jam untuk mengetahui bagaimana tubuh mengolah gula.
- Pemeriksaan HbA1c
Pemeriksaan HbA1c memberikan gambaran rata-rata kadar gula darah selama sekitar tiga bulan terakhir. Pemeriksaan ini tidak memerlukan puasa dan dapat digunakan untuk membantu mendiagnosis serta memantau kondisi diabetes.
Bagi penderita diabetes atau individu dengan risiko tinggi pradiabetes, pemantauan mandiri secara berkala direkomendasikan pada saat-saat tertentu, seperti:
- Sesaat setelah bangun tidur di pagi hari sebelum mengonsumsi makanan atau minuman berkalori.
- Sebelum makan siang atau makan malam untuk mengetahui kadar glukosa sebelum makan yang dijadikan patokan.
- Dua jam setelah makan untuk mengevaluasi respons insulin terhadap beban karbohidrat.
- Sebelum dan sesudah melakukan aktivitas fisik intensif guna mencegah risiko hipoglikemia (kadar gula darah di bawah normal).
- Menjelang tidur malam untuk memastikan kadar gula darah tetap stabil sepanjang periode istirahat.
Bagaimana Cara Melakukan Cek Gula Darah?
Saat ini terdapat dua metode utama untuk menjalani cek gula darah, yakni tes tusuk jari dan pemantauan glukosa berkelanjutan (continuous glucose monitor/CGM) dengan alat khusus yang ditanam di bawah kulit.
Tes Tusuk Jari (Finger-prick Test)
Pemeriksaan ini merupakan metode pemeriksaan gula darah yang paling umum dan terjangkau dengan glukometer. Akurasi hasil pemeriksaan ini sangat bergantung pada teknik yang benar. Berikut ini langkah-langkahnya:
- Cuci tangan dengan sabun dan air, lalu keringkan sepenuhnya. Jika ada sisa gula dari makanan di jari, hasil tes bisa melonjak tidak akurat.
- Siapkan alat tes gula darah glukometer. Masukkan strip tes ke dalam glukometer.
- Tusuk sisi jari menggunakan lanset.
- Teteskan darah pada area yang tepat di strip tes. Pastikan tetesan darah cukup.
- Baca hasil yang muncul di layar dalam beberapa detik.
Pemantauan Glukosa Berkelanjutan (continuous glucose monitor/CGM)
Continuous glucose monitoring (CGM) adalah alat yang menggunakan sensor kecil yang dipasang pada kulit, biasanya di lengan atau perut, sesuai jenis alatnya.
Sensor mengukur kadar glukosa dalam cairan di bawah kulit secara berkala. Hasilnya kemudian dikirim ke perangkat pembaca atau telepon seluler yang kompatibel.
Berbeda dengan glukometer yang memberikan hasil pada saat pemeriksaan, CGM dapat menunjukkan perubahan kadar gula darah sepanjang hari dan malam. Alat ini juga dapat membantu mendeteksi kecenderungan gula darah terlalu tinggi atau terlalu rendah.
CGM terutama digunakan pada kondisi tertentu, misalnya pada penderita diabetes yang membutuhkan pemantauan lebih intensif.
Berapa Angka Gula Darah Normal?
Standar untuk menetapkan angka gula darah normal biasanya mengacu pada Badan Kesehatan Dunia (WHO). Berikut ini rinciannya:
Normal:
- Glukosa Plasma Puasa: < 110 mg/dL
- Glukosa 2 Jam: < 140 mg/dL
- HbA1c: < 5,7%
Pradiabetes:
- Glukosa Plasma Puasa: 110-125 mg/dL
- Glukosa 2 Jam: 140-199 mg/dL
- HbA1c: 5,7%-6,4%
Diabetes:
- Glukosa Plasma Puasa: ≥ 126 mg/dL
- Glukosa 2 Jam: ≥ 200 mg/dL
- HbA1c: ≥ 6,5%
Bagi seseorang yang belum pernah memeriksakan gula darah, terutama jika memiliki faktor risiko diabetes, pertimbangkan untuk berkonsultasi dengan dokter mengenai metode dan waktu pemeriksaan agar mendapatkan hasil yang akurat.
Ditinjau oleh
Spesialis Penyakit Dalam
Primaya Evasari Hospital
Referensi
- Understanding Blood Pressure Readings. https://www.heart.org/en/health-topics/high-blood-pressure/understanding-blood-pressure-readings. Diakses 8 September 2026
- Diagnosis and Classification of Diabetes: Standards of Care in Diabetes—2026. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC12690183/. Diakses 8 September 2026
- Cardiovascular Disease and Risk Management: Standards of Medical Care in Diabetes—2022. https://diabetesjournals.org/care/article/45/Supplement_1/S144/138910/10-Cardiovascular-Disease-and-Risk-Management. Diakses 8 September 2026
- Significance of HbA1c Test in Diagnosis and Prognosis of Diabetic Patients. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/27398023/. Diakses 8 September 2026
- Using Ice Cream for Diagnosis of Diabetes Mellitus and Impaired Glucose Tolerance: An Alternative to the Oral Glucose Tolerance Test. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/29208255/. Diakses 8 September 2026
- IDF Diabetes Atlas: Global, regional and country-level diabetes prevalence estimates for 2021 and projections for 2045. https://www.diabetesresearchclinicalpractice.com/article/S0168-8227(21)00478-2/abstract. Diakses 8 September 2026
- Diabetes. https://cdn.who.int/media/docs/default-source/searo/ncd/ncd-flip-charts/1.-diabetes-24-04-19.pdf. Diakses 8 September 2026
- Continuous Glucose Monitoring (CGM). https://my.clevelandclinic.org/health/articles/continuous-glucose-monitoring-cgm. Diakses 8 September 2026


