• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita dan Pemeriksaan yang Dianjurkan

Ciri kolesterol tinggi pada wanita sering kali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak wanita tidak merasakan gejala hingga kondisi tersebut menjadi masalah kesehatan yang lebih serius. Perlu diketahui bahwa mengenali tanda-tanda sejak dini merupakan hal yang sangat penting dalam mencegah risiko penyakit jantung, stroke dan komplikasi lain yang dapat mengancam nyawa.

Definisi kolesterol tinggi terjadi ketika kadar lemak dalam darah, terutama kolesterol jahat atau LDL melebihi batas normal yaitu di atas 200 mg/dL. Pada wanita, perubahan hormon seperti saat menopause juga dapat meningkatkan kadar kolesterol secara signifikan dikarenakan metabolism tubuh mulai menurun. Oleh karena itu, memahami gejala dan rutin melakukan pemeriksaan menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang.

Ciri Kolesterol Tinggi

Ciri Kolesterol Tinggi pada Wanita: Kenali Lebih Dini Sebelum Terlambat

Ciri kolesterol tinggi pada wanita sebenarnya bisa dikenali dari perubahan-perubahan kecil yang terjadi pada tubuh, dan sering dianggap tidak menjadi keluhan yang serius. Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain rasa lelah berlebihan, kesemutan pada tangan dan kaki, serta adanya rasa berat, kaku , dan nyeri di area leher dan bahu yang tidak kunjung hilang. Di awal gejala kita sering menganggap ini Adalah kelelahan pada umumnya, namun harus waspada jika gejala tersebut tidak membaik ketika tetap muncul meskipun tidak sedang kelelahan dan sudah tidur dalam kurun waktu yang cukup yaitu minimal 8 jam.

Gejala lain yaitu, muncul benjolan kecil berwarna kekuningan di sekitar mata atau siku, serta lingkaran putih di sekitar iris mata juga bisa menjadi indikasi kolesterol tinggi. Karena gejalanya sering tertukar dengan kelelahan biasa atau perubahan hormon, banyak wanita yang sering kali mengabaikannya. Padahal, semakin cepat diketahui, semakin kitab isa mencegah terjadinya komplikasi dan semakin mudah dikendalikan melalui pola makan, gaya hidup, olahraga yang cukup dan pengobatan yang tepat.

Gejala Kolesterol Tinggi pada Wanita yang Sering Diabaikan

Gejala kolesterol tinggi pada wanita sering kali lebih samar dibandingkan pada pria, sehingga banyak yang terlambat menyadarinya. Rasa lelah berlebihan meskipun sudah cukup istirahat adalah salah satu tanda paling umum. Kondisi ini terjadi karena aliran darah yang mengangkut oksigen ke seluruh tubuh terhambat oleh penumpukan plak kolesterol di dalam pembuluh darah.

Lebih dari itu, rasa nyeri atau kaku di area leher, bahu dan punggung bagian atas juga sering muncul dan kerap dikira hanya akibat kelelahan atau posisi tidur yang salah. Selain itu, mudah mengantuk, sering pusing, hingga nyeri dada ringan dan mudah sesak nafas saat beraktivitas fisik juga perlu diwaspadai. Karena gejalanya tidak spesifik, banyak wanita menganggap hal ini biasa saja dan tidak memeriksakannya ke dokter sampai kondisinya memburuk dan sudah didapati komplikasi di organ organ lain .

Baca Juga:  Manfaat Ermethasone untuk Atasi Radang

Ciri-ciri Kolesterol Naik yang Perlu Diwaspadai Sejak Dini

Ciri-ciri kolesterol naik bisa dilihat dari tanda-tanda fisik yang muncul pada tubuh. Muncul benjolan kecil berwarna kuning kekuningan di bawah kulit, terutama di kelopak mata, siku, lutut, atau pantat (xanthoma). Di mana, kondisi ini merupakan penumpukan lemak di bawah kulit.

Munculnya lingkaran putih atau abu-abu di sekitar iris mata yang disebut arcus senilis, juga menjadi tanda kolesterol tinggi, terutama jika muncul pada wanita di bawah usia 45 tahun. Selain itu, tekanan darah yang tiba-tiba naik dan sulit dikontrol juga berkaitan erat dengan kolesterol tinggi, karena plak kolesterol membuat pembuluh darah menyempit dan mengeras sehingga jantung bekerja lebih keras dalam memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tekanan darah meningkat .

Menurut Kementerian Kesehatan RI, kolesterol tinggi sering tidak menimbulkan gejala khusus, sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Satu-satunya cara untuk mengetahui kadar kolesterol secara pasti adalah dengan pemeriksaan darah. Jika tidak ditangani, kolesterol tinggi dapat menyebabkan penyumbatan pembuluh darah yang berujung pada penyakit jantung koroner, stroke, penyakit gangguan saraf tepi, obesitas sentral, perlemakan dalam hati, dan gangguan peredaran darah lainnya.

Mengapa Wanita Lebih Berisiko Mengalami Kolesterol Tinggi?

Wanita memiliki risiko khusus yang perlu diperhatikan terkait kolesterol tinggi. Sebelum menopause, hormon estrogen membantu menjaga kadar kolesterol tetap rendah dengan meningkatkan kolesterol baik (HDL).

Namun, saat menopause terjadi, kadar estrogen menurun secara signifikan, sehingga kolesterol jahat (LDL) cenderung naik dan menjadi lebih sulit dikendalikan. Selain itu, wanita dengan menopause dini, memiliki riwayat diabetes saat hamil, atau melahirkan bayi dengan berat badan lahir tinggi, juga memiliki risiko atau lebih rentan mengalami kolesterol tinggi.

Pemeriksaan Kolesterol yang Dianjurkan untuk Wanita

Pemeriksaan kolesterol sangat penting dilakukan secara rutin, terutama bagi wanita yang sudah berusia di atas 20 tahun. Pengecekan atau pemeriksaan utama yang dianjurkan adalah profil lipid lengkap. Hal ini mencakup pengukuran kolesterol total, LDL (kolesterol jahat), HDL (kolesterol baik) dan trigliserida.

Baca Juga:  Cara Penularan Hepatitis Akut

Kadar normal untuk wanita adalah kolesterol total dibawah 200 mg/dL, LDL di bawah 100 mg/dL, HDL minimal 50 mg/dL dan trigliserida di bawah 150 mg/dL. Pemeriksaan ini perlu dilakukan saat perut kosong selama 9–12 jam agar hasilnya akurat.

Bagi wanita berusia 20–39 tahun, pemeriksaan dianjurkan setiap 4–6 tahun. Sedangkan usia 40 tahun ke atas atau yang memiliki faktor risiko, disarankan setiap 1–2 tahun atau sesuai anjuran dokter .

Kapan Wanita Harus Lebih Sering Cek Kolesterol?

Beberapa kondisi mengharuskan wanita untuk lebih rutin memeriksa kolesterolnya. Jika memiliki berat badan berlebih atau obesitas, yaitu wanita dengan BMI >24.9, dan terutama lingkar pinggang lebih dari 80 cm, pemeriksaan perlu dilakukan lebih sering.

Selain itu, wanita dengan riwayat keluarga menderita penyakit jantung atau kolesterol tinggi juga termasuk kelompok berisiko. Penderita diabetes, hipertensi, perokok, serta wanita yang sudah mengalami menopause juga harus lebih waspada.

Cara Menjaga Kadar Kolesterol Tetap Normal

Menjaga kadar kolesterol tetap normal bisa dilakukan dengan langkah-langkah sederhana tetapi konsisten. Kurangi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh dan lemak trans seperti gorengan, makanan berminyak, makanan bersantan, dan jeroan. Disarankan untuk memperbanyak sayuran, buah-buahan, biji-bijian dan ikan yang kaya asam lemak omega-3.

Secara keseluruhan, ciri kolesterol tinggi pada wanita memang sering tidak terasa sampai kondisinya cukup parah, tetapi pemeriksaan rutin adalah cara paling tepat untuk mengetahuinya. Jangan menunggu sampai muncul keluhan serius. Oleh karena itu, maril mulai cek kolesterol sejak dini dan secara berkala, jaga pola makan dan jalani gaya hidup sehat, olahraga minimal 150 menit per minggu, agar terhindar dari risiko penyakit yang lebih berbahaya.

Ditinjau oleh

dr. Trya Purnamawati, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Semarang

Referensi Artikel:

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below