• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Gejala Hepatitis Akut Anak dan Dewasa, Apa Bedanya

Gejala Hepatitis Akut Anak dan Dewasa, Apa Bedanya

Setelah pandemi Covid-19 mereda, hepatitis akut menjadi perhatian banyak orang akhir-akhir ini. Awalnya adalah laporan kasus hepatitis di Skotlandia pada April 2022. Disebutkan sejumlah pasien menderita gejala hepatitis akut, tapi setelah dites tidak diketahui apa penyebabnya. Hingga saat ini, semua pasien hepatitis akut misterius ini adalah anak-anak. Meski begitu, tak tertutup kemungkinan orang dewasa juga mengalaminya seperti jenis hepatitis yang sudah diketahui penyebabnya.

 


Hepatitis Akut pada Anak dan Dewasa

Hati adalah salah satu organ vital manusia yang memiliki banyak fungsi penting, seperti memproduksi protein, mengatur glukosa dan kolesterol, menyingkirkan zat beracun, dan memproduksi zat yang membantu penyerapan lemak. Fungsi hati anak dan orang dewasa sama, begitu pula risiko kesehatannya. Maka ketika muncul kasus hepatitis akut yang tak diketahui penyebabnya pada anak-anak, bukan berarti orang dewasa bisa mengabaikannya.

Hepatitis akut adalah peradangan hati yang muncul secara mendadak dalam waktu singkat, biasanya kurang dari 6 bulan. Umumnya, pasien hepatitis akut dapat sembuh sendiri berkat sistem imun tubuh tanpa perlu perawatan di rumah sakit. Kebalikannya adalah hepatitis kronis, yakni peradangan hati yang dialami pasien dalam waktu lama atau lebih dari 6 bulan. Hepatitis kronis biasanya memerlukan penanganan medis secara spesifik untuk mencegah penyakit berkembang makin parah.

Dibanding hepatitis akut, sebenarnya hepatitis kronis lebih membahayakan. Gejala hepatitis kronis yang berlangsung lama bisa mempengaruhi kualitas hidup pasien. Bahkan hepatitis kronis dapat berkembang menjadi penyakit hati yang lebih serius, termasuk kanker hati, hingga menyebabkan kematian ketika kerusakan hati sudah amat parah.

Baik hepatitis akut maupun kronis dapat terjadi pada anak-anak ataupun orang dewasa. Dari lima jenis hepatitis yang disebabkan oleh virus, hepatitis B dan C akut lebih sering berkembang menjadi kronis. Hepatitis akut yang dialami bayi baru lahir atau hepatitis neonatal juga sebagian besar berisiko menjadi kronis terutama bila tak terdeteksi dan tak tertangani sejak dini.

Gejala hepatitis akut yang telah diketahui penyebabnya pada anak-anak dan orang dewasa pada umumnya sama. Meski demikian, banyak gejala ini bersifat tidak pasti sehingga bisa berbeda-beda pada tiap individu yang terinfeksi.  Adapun sampai sekarang kasus hepatitis akut yang belum diketahui asal-usulnya baru dijumpai pada anak-anak sehingga gejalanya pada orang dewasa belum dapat dijelaskan.

Baca Juga:  Dislipidemia: Gejala, Penyebab & Mengobatinya

 

Gejala Hepatitis Akut pada Anak dan Dewasa

Hepatitis A akut pada anak-anak kerap tidak memunculkan gejala. Namun bila muncul, gejala itu bersifat non-spesifik alias mirip dengan penyakit lain, seperti kelelahan, sering buang air besar, dan merasa tidak enak badan.

Sedangkan hepatitis A akut pada orang dewasa bisa lebih serius, misalnya diare berkepanjangan, sakit perut, demam tinggi, bagian mata yang putih dan kulit menjadi berwarna kekuningan, serta nyeri sendi. Virus hepatitis A umumnya tak sanggup melawan antibodi manusia yang sehat sehingga akan mati sendiri tanpa obat-obatan.

Sementara itu, gejala hepatitis B akut kerap tidak didapati pada anak berusia 5 tahun ke bawah. Sedangkan hampir separuh anak berusia lebih tua, remaja, dan orang dewasa mengalami gejala hepatitis B seperti demam, kehilangan selera makan, mual, muntah, nyeri perut, urine berwarna gelap, nyeri sendi, dan warna kuning pada putih mata atau kulit.

Adapun gejala hepatitis C akut sering kali tidak muncul baik pada anak maupun orang dewasa. Dalam banyak kasus, seseorang baru tahu terinfeksi virus hepatitis C setelah penyakit itu menjadi kronis dan mengakibatkan gejala serius seperti sirosis hati. Sirosis hati adalah kondisi ketika terdapat jaringan parut pada hati sehingga mengganggu fungsi hati. Jika penanganan terlambat, bisa timbul komplikasi seperti kanker liver hingga risiko kematian.

 

Diagnosis Hepatitis Akut pada Anak dan Dewasa

Gejala hepatitis akut dapat dipastikan lewat pemeriksaan untuk penegakan diagnosis oleh dokter. Ada sejumlah cara diagnosis hepatitis akut pada anak dan orang dewasa, termasuk:

  • Pemeriksaan fisik: dokter akan memeriksa kulit dan mata untuk melihat apakah ada penyakit kuning yang muncul. Dokter juga akan menekan perut pasien dengan lembut untuk menilai apakah terjadi pembengkakan hati yang menandakan adanya peradangan pada hati.
  • Tes darah: tes ini dijalankan dengan mengambil sampel darah dari lengan pasien untuk diperiksa di laboratorium. Dalam pemeriksaan, tenaga medis akan mengecek apakah ada tanda infeksi virus dalam darah sekaligus memastikan jenis virus apa yang menginfeksi pasien.
  • Tes pencitraan: bila dari tes darah terkonfirmasi pasien terkena hepatitis A, B, atau C, dokter mungkin menyarankan tes pencitraan seperti dengan MRI atau CT scan untuk menilai kondisi kerusakan hati pasien.
  • Ultrasonografi: tes USG ini berguna untuk mengecek apakah hati mengalami peradangan.
  • Biopsi: pemeriksaan ini dilakukan dengan mengambil sampel jaringan hati untuk dicek di laboratorium. Hasil biopsi bisa menunjukkan derajat keparahan hati yang rusak akibat virus hepatitis.
Baca Juga:  Kolesterol Tinggi: Gejala, Penyebab, dan Penanganannya

 

Penanganan Hepatitis Akut pada Anak dan Dewasa

Secara umum, penanganan hepatitis akut pada anak dan dewasa tidak jauh berbeda. Fokus penanganan adalah untuk meredakan gejala yang muncul. Sebagian besar kasus hepatitis akut pada anak dan dewasa tak membutuhkan pertolongan medis. Dokter seringnya merawat pasien ketika hepatitis akut berkembang menjadi kronis.

Namun dalam kasus hepatitis akut yang tak diketahui penyebabnya, peran tenaga medis sangat diperlukan. Kementerian Kesehatan telah membuat klasifikasi untuk menangani pasien yang diduga mengalami hepatitis akut misterius. Panduan penanganan ini akan digunakan oleh dokter dan tim medis untuk merawat tiap pasien yang datang ke rumah sakit dengan gejala hepatitis akut.

 

Reviewed by:

dr Ahmar Abyadh,Sp.PD- KGEH,FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi

  • Acute Hepatitis. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK551570/. Diakses 22 Mei 2022
  • Hepatitis. https://www.nhs.uk/conditions/hepatitis/. Diakses 22 Mei 2022
  • Overview of Acute Viral Hepatitis. https://www.msdmanuals.com/home/liver-and-gallbladder-disorders/hepatitis/overview-of-acute-viral-hepatitis. Diakses 22 Mei 2022
  • What is Viral Hepatitis? https://www.cdc.gov/hepatitis/abc/index.htm. Diakses 22 Mei 2022
  • Multi-Country – Acute, severe hepatitis of unknown origin in children. https://www.who.int/emergencies/disease-outbreak-news/item/2022-DON376. Diakses 22 Mei 2022
  • Mysterious Hepatitis in Kids: What We Know and Don’t Know Now. https://www.medscape.com/viewarticle/973614. Diakses 22 Mei 2022
  • A Hepatitis Mystery. https://www.science.org/content/blog-post/hepatitis-mystery. Diakses 22 Mei 2022
Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.