• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cara Penularan Hepatitis Akut

Cara Penularan Hepatitis Akut

Penularan hepatitis akut menjadi kekhawatiran tersendiri di kalangan orang tua setelah muncul laporan kasus hepatitis di beberapa negara pada anak-anak yang tak diketahui penyebabnya. Sejumlah anak yang diduga menjadi pasien penyakit hepatitis misterius ini bahkan meninggal, termasuk di Indonesia. Namun hepatitis akut ini belum dapat digolongkan sebagai wabah yang membutuhkan penanganan khusus layaknya Covid-19. Meski demikian, masyarakat dan terutama orang tua wajib lebih waspada terhadap risiko penularan hepatitis akut pada anak.

 


Bagaimana Hepatitis Menular

Hepatitis adalah penyakit yang terjadi akibat peradangan hati. Terdapat dua jenis utama penyakit hepatitis, yaitu akut dan kronis. Hepatitis dikatakan akut bila menginfeksi seseorang untuk pertama kali dan gejala yang terasa hanya singkat, biasanya kurang dari 6 bulan. Sedangkan hepatitis disebut kronis jika gejala dialami pasien dalam waktu lama hingga lebih dari 6 bulan.

Hepatitis juga bisa dibedakan menjadi beberapa macam berdasarkan penyebabnya, antara lain:

  • Hepatitis viral yang disebabkan oleh virus
  • Hepatitis autoimun akibat penyakit autoimun
  • Hepatitis neonatal yang terjadi pada bayi baru lahir
  • Hepatitis alkoholik akibat konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Hepatitis perlemakan hati karena penumpukan lemak di hati
  • Hepatitis akibat obat
  • Hepatitis akibat paparan zat beracun

Di antara sejumlah jenis hepatitis tersebut, hanya hepatitis viral yang bisa menular dari satu orang ke orang lain. Terdapat lima macam hepatitis viral yang dibedakan menurut virus pemicunya, yaitu hepatitis A, B, C, D, dan E. Selain kelima jenis virus itu, ada dugaan hepatitis yang terjadi karena infeksi virus hepatitis F dan G. Namun, seperti cara penularan hepatitis akut misterius yang belum diketahui pasti penyebabnya, dugaan ini masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Cara penularan hepatitis viral bisa dibedakan menjadi dua, yakni rute fekal-oral (hepatitis A dan E) serta rute parenteral (hepatitis B, C, dan D).

Cara Penularan Hepatitis A dan E

Rute fekal-oral adalah jalur penularan atau transmisi suatu penyakit dari feses atau tinja ke mulut. Artinya, virus hepatitis A dan E bisa menular dari tinja seseorang yang terinfeksi ke orang lain yang terpapar oleh tinja tersebut. Contohnya orang yang sakit hepatitis A atau E buang air besar, lalu tidak bersih mencuci tangannya. Kemudian memegang makanan dan memberi kepada orang lain. Orang lain tersebut berisiko tertular virus hepatitis.

Baca Juga:  Mengenal Penyebab Kanker Tiroid

Menurut Badan Kesehatan Dunia (WHO), faktor umum penunjang jalur penularan fekal-oral ada lima, yakni jari, lalat, tanah, cairan, dan makanan. Cara penularan hepatitis dengan jalur ini rentan terjadi di lingkungan dengan sanitasi tidak bersih. WHO menyebutkan hepatitis A dan E juga bisa menyebar lewat transfusi darah dan hubungan seksual, tapi tidak lewat kontak kulit.

Cara Penularan Hepatitis B, D, dan C

Virus hepatitis B, D, dan C menular lewat rute parenteral yang berarti virus tersebut bisa menyebar lewat berbagai jalur, kecuali saluran pencernaan. Karena itu, hepatitis B, D, dan C punya lebih banyak jalur penularan daripada jenis hepatitis viral lain. Contohnya paparan lewat transfusi darah yang terkontaminasi, penggunaan jarum suntik, tato, dan tindik yang terkontaminasi, hubungan seksual, dan penularan dalam rahim dari ibu ke anak.

Hepatitis B sangat mudah menular lewat cairan tubuh orang yang terinfeksi, misalnya melalui darah, keringat, air mata, air ludah, sperma, cairan vagina, darah menstruasi, dan air susu ibu. Di Amerika Serikat, hampir dua pertiga kasus hepatitis B akut terjadi karena paparan seksual.

Adapun hepatitis C lebih sering menular lewat kontak darah. Artinya, cara penularan hepatitis jenis ini adalah melalui darah yang terkontaminasi virus tersebut. WHO menyebutkan virus hepatitis C tidak menyebar lewat air susu ibu, sentuhan, atau pelukan dengan orang yang terinfeksi.

Cara penularan hepatitis D sama dengan hepatitis B. Namun jenis hepatitis ini hanya bisa menginfeksi orang yang sudah tertular hepatitis B. Itu berarti pasien hepatitis B lebih riskan mengalami infeksi hepatitis D. Virus hepatitis B dan D juga dapat menginfeksi secara bersamaan.

Baca Juga:  Ciri-ciri Asam Lambung Naik

 

Cara Mencegah Penularan Hepatitis Akut

Ada banyak cara untuk mencegah atau mengurangi risiko penularan hepatitis akut. Khusus untuk mencegah hepatitis A dan B, sudah ada vaksin yang tersedia dan aman bagi masyarakat. Vaksin hepatitis B pun masuk program imunisasi dasar di Indonesia untuk melindungi anak-anak. Cara lainnya termasuk:

  • Menerapkan gaya hidup bersih dan sehat, misalnya rutin cuci tangan dengan sabun dan air mengalir
  • Tidak berbagi barang pribadi dengan orang yang terinfeksi hepatitis
  • Pastikan menggunakan jarum suntik, tindik, atau tato yang steril
  • Menjaga sanitasi yang baik
  • Bila bepergian ke tempat dengan sanitasi buruk, perhatikan kebersihan diri
  • Menerapkan praktik hubungan seksual yang aman dan sehat
  • Tidak menyalahgunakan narkoba
  • Minum air dalam kemasan atau air bekal bila bepergian

 

Kapan Pergi ke Dokter

Hepatitis akut bisa hilang dalam waktu singkat tanpa perawatan di rumah sakit. Namun hepatitis ini bisa berkembang menjadi kronis dan parah hingga memicu komplikasi yang lebih serius, termasuk kematian. Karena itu, pahami cara penularan hepatitis akut dan usahakan melakukan langkah pencegahan semaksimal mungkin. Jika mengalami gejala hepatitis atau curiga tertular hepatitis, segera temui dokter untuk berkonsultasi dan menjalani pemeriksaan untuk menghindari risiko sakit parah karena hepatitis yang telanjur parah.

 

Reviewed by:

dr Ahmar Abyadh,Sp.PD- KGEH,FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.