• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengenal Penyakit Gondongan yang Sering Terjadi pada Anak

penyakit gondongan

Penyakit gondongan atau parotitis adalah infeksi virus yang bisa menular dari satu orang ke orang lainnya. Parotitis sering menimbulkan pembengkakan pada rahang disertai rasa sakit.

Penyakit ini sering terjadi pada anak-anak, meskipun orang dewasa juga bisa mengalaminya. Berikut pembahasan lebih lanjut tentang masalah kesehatan satu ini.

Mengenal Penyakit Gondongan

Gondongan adalah masalah kesehatan menular karena infeksi virus dari golongan paramyxovirus. Virus tersebut menyerang kelenjar parotis yaitu kelenjar yang ada di bawah telinga dan memiliki fungsi untuk memproduksi air liur. Saat terinfeksi virus ini, kelenjar parotis akan mengalami peradangan dan juga pembengkakan.

Masalah kesehatan ini bisa menyerang siapa saja, tetapi sering terjadi pada anak-anak usia 2-12 tahun. Menurut Kemenkes ada beberapa orang yang memiliki risiko lebih besar tertular virus gondongan. Mereka adalah orang yang belum mendapat vaksin MMR dan memiliki daya tahan tubuh lemah. Selain itu, juga berisiko pada orang yang tinggal atau bepergian ke daerah dengan banyak kasus gondongan.

gondongan

Gejala Parotitis pada Anak maupun Dewasa

Gejala parotitis bisa muncul setelah 12-25 hari setelah tubuh terinfeksi. Namun, beberapa orang mungkin tidak mengalami gejala serius atau gejalanya hanya menyerupai pilek saja. Berikut ini adalah beberapa gejala penyakit gondongan yang bisa terjadi pada penderitanya:

  • Pipi dan rahang tampak membengkak karena pembengkakan parotis, baik satu atau dua sisi.
  • Terasa nyeri saat mengunyah atau menelan makanan.
  • Tubuh mudah lelah.
  • Mengalami sakit kepala.
  • Tubuh demam hingga 39 derajat celcius.
  • Nyeri perut dan nyeri sendi.
  • Nafsu makan hilang.
  • Mulut terasa kering.

Penyebab dan Penularan

Penyebab penyakit ini yaitu karena infeksi virus golongan paramyxovirus. Virus ini bisa dengan mudah tersebar dari satu orang ke orang lain. Bisa juga melalui air liur atau tetesan pernapasan yang keluar dari hidung, tenggorokan, dan mulut.

Penularannya pun bisa terjadi beberapa hari sebelum kelenjar ludah membengkak dan 5 hari setelah pembengkakan. Proses penularan penyakit gondongan pun bisa terjadi karena beberapa cara seperti berikut:

  • Menghirup percikan cairan yang keluar saat penderita gondongan bersin, batuk, maupun berbicara.
  • Melakukan kontak langsung dengan penderita yang mengakibatkan kontak dengan air liur penderita.
  • Menggunakan alat makan dan minum yang sama dengan penderita.
  • Menyentuh benda yang digunakan penderita, lalu langsung menyentuh mulut dan hidung tanpa mencuci tangan.
Baca Juga:  Ragam Diabetes Mellitus

Cara Dokter Mendiagnosis

Ketika berobat, dokter umum atau dokter spesialis anak akan mendiagnosis dengan memeriksa leher atau pipi pasien. Pemeriksaan juga bisa dengan melihat kondisi tenggorokan dan amandel pasien. Tujuannya untuk memastikan apakah mengalami gondongan atau tidak. Selain itu, dokter juga akan melakukan beberapa pemeriksaan lain untuk memastikan bahwa kebenaran diagnosis.

Pemeriksaan penyakit gondongan yang dapat dilakukan dokter seperti melakukan tes darah untuk mengecek adakah virus dalam darah. Kemudian, melakukan tes urine untuk mendeteksi penyebaran virus ke saluran kemih. Lalu, ada tes swab pada pipi bagian dalam yang bertujuan mendeteksi mikroorganisme penyebab gondongan.

Penanganan dan Pengobatan

Untuk mengobati masalah kesehatan ini, umumnya dokter akan memberikan berbagai obat-obatan, seperti obat penurun demam dan pereda rasa sakit. Jika terjadi komplikasi yang berbahaya, seperti orkitis atau meningitis, dokter juga akan memberikan perawatan yang lebih intensif. Penderita gondongan juga bisa menangani masalah tersebut sendiri di rumah dengan beberapa cara berikut:

  • Istirahat yang cukup.
  • Memperbanyak konsumsi air putih.
  • Mengonsumsi makanan dengan tekstur lunak.
  • Mengompres area yang bengkak menggunakan air dingin maupun air hangat selama beberapa saat.
  • Mengonsumsi obat pereda nyeri yang bisa dibeli tanpa resep dokter.

Komplikasi

Parotitis bisa menyebabkan berbagai komplikasi. Diantaranya, orkitis, ooforitis, pankreatitis, mastitis, meningitis, ensefalitis, hingga menyebabkan gangguan pendengaran.

Daripada orang yang tidak divaksinasi gondongan, frekuensi terjadinya komplikasi pada orang yang divaksinasi lebih jarang terjadi. Biasanya, komplikasi juga sering terjadi pada orang dewasa daripada anak-anak.

Pencegahan

Untuk mencegah penyakit gondongan bisa dengan memberikan vaksinasi MMR (Measles, Mump, Rubella) pada anak-anak saat berusia 18 bulan dan saat berusia 5-7 tahun. Vaksin MMR ini sangat penting karena bisa mencegah campak, gondongan, serta rubella pada anak-anak.

Baca Juga:  Jenis - Jenis Autoimun, Kenali Gejalanya

Orang dewasa juga bisa menerima vaksin ini jika belum mendapatkannya saat masih kecil. Selain vaksinasi, ada beberapa cara pencegahan lain yang bisa dilakukan, seperti berikut ini:

  • Menghindari kontak langsung dengan orang yang menderita gondongan.
  • Jangan menggunakan barang-barang yang sebelumnya digunakan penderita dan belum dibersihkan.
  • Rutin mencuci tangan sebelum makan maupun setelah menyentuh barang-barang yang diduga terkontaminasi virus gondongan.
  • Menjaga jarak 1-1,5 m dengan penderita jika terpaksa harus bertemu dan berinteraksi secara langsung.
  • Menggunakan masker untuk melindungi mulut dan hidung.
  • Bagi penderita agar tidak menyebabkan penularan, maka bisa berdiam diri di rumah dan mengisolasi diri.

Kapan Harus ke Dokter?

Penyakit gondongan termasuk infeksi virus yang umumnya tidak berbahaya dan bisa sembuh dengan sendirinya dalam waktu 1-2 minggu. Namun, penderita sebaiknya segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala yang parah, seperti berikut ini:

  • Pembengkakan parah hingga kesulitan makan, minum, maupun menelan.
  • Pembengkakan tidak kunjung membaik setelah 10 hari bahkan lebih.
  • Demam tinggi hingga lebih dari 39 derajat celcius.
  • Kejang dan sakit kepala hebat.
  • Kesadaran menurun bahkan pingsan.

Penyakit gondongan yang sering menyerang anak-anak ini pastinya akan sangat mengganggu penderitanya. Sebab, penderita bisa merasakan sakit, susah makan maupun minum, hingga mengalami demam.

Penyakit gondongan yang bisa sembuh dengan sendirinya pun, bisa menyebabkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik. Karena itu, bagi yang mengalami gondongan dan merasakan gejala parah segeralah berobat ke dokter.

Ditinjau oleh:

dr. Swastika Widhiastuti, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Bekasi Utara

Referensi:

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below