• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Demam Tinggi pada Anak dan Pertolongan di Rumah

demam tinggi pada anak(2)

Demam tinggi pada anak adalah respons alami sistem kekebalan tubuh yang sedang berjuang melawan infeksi. Kondisi ini sering kali memicu kepanikan luar biasa pada orang tua, yang kemudian cenderung memberikan obat penurun panas secara berlebihan atau dengan dosis yang kurang tepat. Di Indonesia, demam merupakan alasan nomor satu kunjungan anak ke dokter, di mana sebagian besar kasus disebabkan oleh infeksi virus seperti flu, batuk-pilek, atau infeksi virus dengue.

Banyak orang tua memiliki anggapan salah kaprah bahwa demam “harus segera diturunkan ke suhu normal” atau ketakutan bahwa demam tinggi pasti menyebabkan kejang. Faktanya, demam di atas 38∘C adalah mekanisme tubuh untuk menghambat pertumbuhan kuman. Kejang demam sendiri hanya terjadi pada sebagian kecil anak yang memiliki ambang kejang rendah, dan biasanya bersifat genetik. Pertolongan rumah yang tepat—seperti kompres hangat, mengenakan pakaian tipis, dan menjaga hidrasi—dapat mencegah komplikasi dehidrasi hingga 70 persen.

demam tinggi pada anak(3)

Mengenal Demam Tinggi pada Anak

Secara medis, demam bukan merupakan penyakit, melainkan sebuah gejala. Anak dinyatakan demam jika suhu tubuhnya berada di atas rentang normal sesuai metode pengukurannya.

Klasifikasi Demam pada Anak:

  • Demam Ringan (37,5∘C−38,5∘C): Tubuh mulai menghangat, anak biasanya masih bisa aktif bermain.
  • Demam Tinggi (38,5∘C−40∘C): Anak mulai tampak lemas, rewel, atau nafsu makan berkurang.
  • Hiperpireksia (> 40∘C): Kondisi darurat medis yang memerlukan pengawasan ketat tenaga medis.

Penyebab Utama: Di Indonesia, penyebab demam tinggi yang paling sering ditemukan adalah ISPA dan Demam Berdarah Dengue (DBD). Mayoritas demam akibat virus akan memuncak di hari ke-2 atau ke-3 dan sembuh dengan sendirinya dalam waktu 3 hingga 5 hari asalkan asupan cairan terjaga dengan baik.

Menurut American Academy of Pediatrics 2024, demam adalah respons imun normal.

Demam bantu lawan patogen.

Gejala Normal vs Bahaya Demam Tinggi Anak

Suhu tubuh yang tinggi memang mengkhawatirkan, namun perilaku anak sering kali menjadi indikator yang lebih akurat mengenai tingkat keparahan penyakitnya daripada angka pada termometer.

Baca Juga:  Sakit Pinggang Saat Hamil, Tips Mengatasinya

Gejala Normal (Tetap Pantau di Rumah): Selama anak menunjukkan tanda-tanda berikut, biasanya sistem imunnya masih bekerja dengan baik dalam menangani infeksi virus:

  • Anak Tetap Aktif: Meskipun tubuhnya panas, anak masih mau bermain atau berinteraksi saat suhu tubuhnya sedang turun (setelah minum obat atau dikompres).
  • Mau Makan dan Minum: Anak masih memiliki keinginan untuk menelan cairan atau makanan meskipun dalam porsi yang lebih sedikit dari biasanya.
  • Demam Naik-Turun: Suhu tubuh bisa turun setelah pemberian penurun panas atau kompres, lalu naik kembali saat efek obat habis. Ini adalah pola yang wajar pada infeksi virus.
  • Lelah Ringan: Anak tampak lebih banyak tidur, namun mudah dibangunkan dan sadar sepenuhnya.

Gejala Bahaya (Segera ke Rumah Sakit/Dokter): Jika Anda menemukan satu dari tanda berikut, jangan menunda untuk mencari bantuan medis profesional:

  • Lemas Berat (Letargi): Anak tampak sangat lunglai, sulit dibangunkan, atau tidak merespons rangsangan dengan normal.
  • Tidak Mau Minum: Penolakan total terhadap cairan dapat menyebabkan dehidrasi berat secara cepat pada anak.
  • Sesak Napas: Napas terasa sangat cepat, cuping hidung kembang-kempis, atau dada tampak mencekung saat menarik napas.
  • Ruam Petekie: Muncul bintik-bintik merah kecil di kulit yang tidak hilang/memucat saat ditekan. Ini bisa menjadi tanda infeksi serius seperti DBD atau meningitis.
  • Kejang: Tubuh kaku atau kelonjotan disertai hilangnya kesadaran.
  • Demam >5 Hari: Demam yang berlangsung lama memerlukan pemeriksaan darah laboratorium untuk mencari penyebab infeksi (seperti tipes atau infeksi bakteri lainnya).

Penting: Gejala bahaya di atas adalah indikasi kuat adanya infeksi berat atau komplikasi yang memerlukan perawatan medis intensif. Kecepatan penanganan pada tahap ini sangat menentukan keberhasilan pemulihan anak.

Penyebab Demam Tinggi pada Anak

Penyebab virus:

  • Flu
  • COVID-19
  • Dengue
  • Roseola

Penyebab bakteri:

  • ISPA
  • Infeksi telinga
  • Infeksi saluran kemih

Penyebab lain: vaksin, overheating.

Cara Dokter Mendiagnosis Penyebab Demam

Diagnosis:

  • Anamnesis gejala
  • Pemeriksaan fisik
  • Tes darah lengkap
  • Tes urin
  • Rontgen jika perlu
Baca Juga:  Mucopolysaccharidosis (MPS): Gejala, Mencegah dan Mengobati

Diagnosis bedakan virus vs bakteri.

Pertolongan Rumah Demam Tinggi Anak

Pertolongan:

  • Kompres hangat dahi ketiak
  • Pakaian tipis
  • Ruang sejuk
  • Hidrasi banyak ASI/air
  • Paracetamol 10–15 mg/kg dosis

Hindari kompres dingin atau alkohol.

Pertolongan kurangi ketidaknyamanan.

Pengobatan Demam Tinggi Anak

Obat:

  • Paracetamol
  • Ibuprofen >6 bulan
  • Antibiotik hanya bakteri

Obat simptomatik, bukan sembuhkan penyebab.

Komplikasi Demam Tinggi Anak

Komplikasi:

  • Dehidrasi
  • Kejang demam
  • Infeksi berat

Kejang demam biasa jinak.

Pencegahan Demam Tinggi Berulang

Pencegahan:

  • Vaksin lengkap
  • Cuci tangan
  • Hindari kerumunan
  • Nutrisi seimbang

Pencegahan kurangi ISPA.

Tips Praktis Pertolongan Demam Rumah

Tips:

  • Pantau suhu 4 jam
  • Catat obat dosis
  • Tawarkan minum sering
  • Istirahat cukup
  • Hindari selimut tebal

Tips dukung pemulihan cepat.

Kapan Harus ke Dokter

Segera ke dokter jika:

  • Demam >3 hari
  • Bayi <3 bulan demam
  • Lemas tidak minum
  • Sesak napas
  • Ruam petekie
  • Kejang

Konsultasi dini cegah komplikasi.

Informasi lengkap demam anak dapat dibaca pada artikel layanan anak dan layanan penyakit dalam dari Primaya Hospital.

Tangani Demam dengan Tenang

Demam tinggi pada anak bisa ditangani rumah dengan pertolongan tepat dan pencegahan komplikasi. Dengan gejala normal vs bahaya, tips kompres, dan respons cepat di atas, orang tua bisa bantu anak pulih. Mulai hari ini: pantau suhu, hidrasi cukup, obat dosis benar, dan jangan panik. Ingat: demam adalah teman lawan infeksi — bukan musuh. Tangani demam tenang untuk anak sehat kembali!

Ditinjau oleh:

dr. Toshiya Rama Setiahadi

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

  • Fever in Children. https://www.healthychildren.org/English/health-issues/conditions/fever/Pages/default.aspx. Diakses pada 27 Desember 2025.
  • Fever and Your Child. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/childrens-health/in-depth/fever/art-20050907. Diakses pada 27 Desember 2025.
  • Pedoman Penanganan Demam pada Anak. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/demam/pedoman-demam-anak. Diakses pada 27 Desember 2025.
  • Panduan Kesehatan Anak. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-publik/Pedoman-Kesehatan-Anak-2023.pdf. Diakses pada 27 Desember 2025.
Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below