• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Anemia Pernisiosa: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Anemia Pernisiosa Gejala, Mencegah dan Mengobati

Anemia umumnya berhubungan dengan kondisi seperti kekurangan zat besi dan pusing yang kerap menghampiri terutama saat bergerak tiba-tiba dari duduk ke berdiri. Namun anemia pernisiosa berbeda. Masalah kesehatan ini punya ruang lingkup yang lebih luas meliputi masalah neurologis, gastrointestinal, hingga psikologis.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Anemia Pernisiosa

Anemia pernisiosa adalah penyakit autoimun yang mempengaruhi lambung dan lapisannya. Penyakit ini berdampak pada kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin B12 yang diperlukan untuk memproduksi sel darah merah. Jenis anemia ini menyebabkan sistem kekebalan menyerang sel parietal di lambung yang memproduksi protein yang disebut faktor intrinsik.

Faktor intrinsik diperlukan untuk mengikat vitamin B12 dan membantu penyerapannya ke tubuh. Akibat anemia pernisiosa, tubuh tidak memiliki cukup faktor intrinsik sehingga sulit menyerap vitamin B12 yang diperoleh dari makanan dan tak bisa memproduksi sel darah merah normal yang cukup.

Vitamin B12 punya peran vital untuk metabolisme sel. Kalau tubuh kekurangan vitamin B12, bisa terjadi gangguan hematologis, neurologis, dan psikiatris yang, bila tak segera teridentifikasi dan tertangani, tak bisa dipulihkan serta meningkatkan risiko kesakitan dan bahkan kematian.

Anemia pernisiosa kadang disamakan dengan gastritis autoimun atau penipisan dinding lambung karena banyak pasien anemia itu yang juga mengalami gastritis autoimun, yakni kondisi ketika sistem imun menganggap lapisan lambung sebagai benda asing sehingga menyerangnya. Seperti dijelaskan National Library of Medicine, anemia pernisiosa kerap disangka sebagai stadium akhir gastritis autoimun.

 

Gejala

Dalam sebagian besar kasus, tak ada tanda-tanda awal anemia pernisiosa. Gejala yang paling umum dikeluhkan adalah kelelahan tiada henti. Bahkan setelah beristirahat, pasien tetap merasa lelah. Gejala lain mencakup masalah pada sistem saraf, lambung dan usus, serta psikologis. Misalnya:

  • Kurang bisa berkonsentrasi
  • Hilang ingatan
  • Kebingungan
  • Kesemutan
  • Gangguan keseimbangan
  • Kaki terasa seperti terbakar
  • Diare
  • Gangguan pencernaan
  • Tidak sabar
  • Suasana hati mudah berubah
  • Kecemasan
  • Pemikiran untuk bunuh diri
  • Psikosis
  • Depresi

 

Penyebab

Anemia pernisiosa disebabkan oleh defisiensi vitamin B12 yang dibutuhkan untuk produksi sel darah merah yang normal. Seringkali kondisi ini terjadi karena faktor keturunan. Faktor risiko lainnya termasuk riwayat gangguan endokrin.

Baca Juga:  Kenali Kadar Kolesterol Normal Berdasarkan Jenis Kelamin & Usia

Adapun penyebab kekurangan vitamin B12 dalam jenis anemia ini adalah kurangnya faktor intrinsik yang diperlukan untuk mengikat dan menyerap vitamin B12 guna memproduksi sel darah merah akibat gangguan autoimun. Penyebab lainnya meliputi:

  • Kurang makan makanan sumber vitamin B12
  • Pernah menjalani operasi pengangkatan usus
  • Bawaan lahir (kongenital), biasanya terlihat sebelum usia anak 3 tahun
  • Penggunaan obat-obatan tertentu, seperti obat jantung dan diabetes
  • Peradangan pankreas kronis
  • Gangguan kesehatan yang membuat usus sulit menyerap nutrisi (sindrom malabsorpsi)

 

Cara Dokter Mendiagnosis Anemia Pernisiosa

Dokter akan menjalankan berbagai tes diagnostik jika curiga ada gejala anemia pernisiosa yang ditemukan pada saat pemeriksaan fisik. Salah satu tes itu adalah pengukuran kadar vitamin B12 dalam darah. Caranya, sampel darah dari ujung jari diambil dari pasien lalu diperiksa di bawah mikroskop untuk mengecek ukuran dan bentuk sel darah merah di dalamnya.

Jika dalam pemeriksaan itu didapati ada sel darah merah yang lebih besar daripada yang lain dan jumlahnya lebih sedikit, bisa jadi pasien mengalami anemia pernisiosa. Begitu pula bila kadar vitamin B12 dalam darah terbilang rendah. Dokter mungkin perlu melakukan pemeriksaan lanjutan untuk menegakkan diagnosis, misalnya tes antibodi untuk mengecek sistem kekebalan tubuh.

 

Cara Mengatasi Anemia Pernisiosa

Jumlah vitamin B12 yang tersimpan di tubuh berkaitan langsung dengan seberapa banyak vitamin itu didapatkan. Maka cara utama untuk mengatasi anemia pernisiosa adalah menambah jumlah vitamin B12 sesuai dengan kebutuhan. Tambahan ini biasanya diberikan lewat injeksi atau suntik.

Terapi injeksi vitamin B12 biasanya dilakukan 5-7 kali dalam periode waktu yang singkat. Hasilnya umumnya baru terasa dalam 48-72 jam setelahnya. Setelah itu injeksi bisa diberikan sekali dalam sebulan dan mungkin akan menjadi rutinitas hingga batas waktu yang tak bisa ditentukan. Vitamin B12 juga dapat diberikan lewat mulut dalam dosis sangat besar untuk pengobatan rutin setelah injeksi.

Baca Juga:  Jangan Panik! Menangani Demam dengan Bijak dan Efektif

Terapi vitamin B12 mesti dilakukan secara berkelanjutan hingga seumur hidup kecuali penyebab defisiensi bisa diidentifikasi dan diatasi. Selain itu, pasien akan diminta menerapkan pola makan gizi seimbang agar tubuh mendapat asupan komponen yang diperlukan untuk pengembangan sel darah yang sehat, seperti asam folat, zat besi, dan vitamin C.

 

Komplikasi

Pasien anemia pernisiosa bisa mengalami beragam komplikasi yang berat, seperti:

  • Polip lambung yang bisa berkembang menjadi tumor karsinoid dan kanker
  • Retak tulang punggung, kaki atas, dan lengan atas
  • Gangguan sistem saraf dan otak kronis

 

Pencegahan Anemia Pernisiosa

Tidak ada cara yang diketahui untuk mencegah anemia pernisiosa. Namun deteksi dan perawatan dini bisa membantu mengurangi risiko komplikasi. Selain itu, penting untuk mengonsumsi banyak sumber vitamin B12 seperti daging, hati, telur, keju, bayam, dan ikan laut. Jika perlu, konsumsi suplemen vitamin B12 sesuai dengan resep dokter.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Hanya dokter yang bisa menentukan diagnosis dan perawatan untuk mengatasi anemia pernisiosa. Bila merasa punya faktor risiko atau sudah mengalami gejala anemia ini, jangan tunda untuk mendatangi dokter dan menjalani pemeriksaan.

 

Reviewed by

dr. Diah Ari Safitri, SpPD-KHOM, FINASIM

Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Hematologi Onkologi Medik

Primaya Hospital Tangerang

Referensi:

  • Pernicious anemia. https://medlineplus.gov/ency/article/000569.htm. Diakses 28 Januari 2023
  • Vitamin B12 or folate deficiency anaemia. https://www.nhs.uk/conditions/vitamin-b12-or-folate-deficiency-anaemia/causes/. Diakses 28 Januari 2023
  • What is Pernicious anemia (PA). https://autoimmune.org/disease-information/pernicious-anemia-pa/. Diakses 28 Januari 2023
  • Pernicious Anemia: The Hematological Presentation of a Multifaceted Disorder Caused by Cobalamin Deficiency. https://www.mdpi.com/2072-6643/14/8/1672. Diakses 28 Januari 2023
  • Pernicious anemia: Pathophysiology and diagnostic difficulties. https://www.thebloodproject.com/wp-content/uploads/2021/10/PA2.pdf. Diakses 28 Januari 2023
  • Pernicious Anemia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK540989/. Diakses 28 Januari 2023
  • Pernicious anaemia. https://www.bmj.com/content/369/bmj.m1319. Diakses 28 Januari 2023
  • What Is Pernicious Anemia?. https://www.webmd.com/a-to-z-guides/pernicious-anemia. Diakses 28 Januari 2023
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.