Bayangkan usus kita seperti jalan raya yang tiap hari dilalui kendaraan. Jalan yang mulus tanpa gundukan diidealkan karena nyaman dilalui. Begitu juga usus besar. Kadang muncul gundukan-gundukan kecil di dalam usus besar yang menimbulkan gangguan. Kondisi yang disebut polip usus besar ini termasuk masalah kesehatan usus yang memerlukan perhatian, bahkan bisa menjadi tanda adanya sel kanker. Untuk memahaminya lebih lanjut, simak artikel berikut ini.
Mengenal Polip Usus Besar
Polip usus besar adalah sekumpulan kecil sel yang terbentuk pada lapisan usus besar atau kolon. Kumpulan sel ini menjadi gundukan atau seperti kutil pada permukaan kulit. Dikutip dari Cleveland Clinic, ukuran serta jumlahnya bervariasi dan pada umumnya tidak membahayakan. Namun ada potensi polip ini berkembang menjadi kanker usus besar dalam beberapa tahun.
MayoClinicย menyebutkan terdapat dua kelompok polip, yakni nonneoplastik dan neoplastik. Nonneoplastik umumnya polip yang tak berbahaya dan jarang berubah menjadi kanker. Sedangkan polip neoplastik tergolong sebagai prakanker atau dapat menjadi kanker bila tak dikeluarkan.
Jenis polip usus besar yang termasuk nonneoplastik meliputi polip hiperplastik yang biasanya berada di bagian bawah usus besar dan polip peradangan yang kerap muncul pada orang dengan penyakit radang usus.
Adapun jenis polip neoplastik adalah adenoma yang mencakup:
- Tubular: jenis paling umum dengan risiko kanker paling rendah.
- Tubulovilus: risiko kankernya lebih tinggi daripada tubular.
- Vilus: jenis paling jarang tapi paling mungkin menjadi kanker, terutama bila berukuran besar.
Dokter biasanya mencari keberadaan polip usus besar saat melakukan prosedur pemeriksaan usus rutin atau kolonoskopi dan mengangkatnya jika polip yang membahayakan ditemukan. Jika polip usus besar baru terdiagnosis setelah kanker mencapai stadium lanjut, akibatnya bisa fatal.
Gejala Polip Usus Besar
Polip usus besar kerap bersifat asimtomatik alias tak bergejala. Banyak orang yang baru menyadari adanya polip ini dalam kolonoskopi. Tapi, dalam beberapa kasus, terutama jika polip berukuran besar, gejala ini mungkin muncul:
- Darah keluar dari rektum
- Warna tinja berubah menjadi gelap atau kemerahan
- Sembelit atau diare berhari-hari tanpa penyebab jelas
- Nyeri perut
- Merasa kelelahan akibat perdarahan dari polip
Perdarahan menjadi gejala polip usus besar yang mesti diwaspadai.
Penyebab Polip Usus Besar
Polip usus besar terjadi ketika sel-sel di usus besar bermutasi dan tumbuh tak terkendali. Secara ilmiah, kondisi ini terjadi akibat kerusakan genetik pada sel lapisan usus. Adapun pemicu kerusakan itu bisa bermacam-macam, antara lain:
Faktor yang tidak dapat diubah
- Usia: risiko polip melonjak signifikan setelah usia 45 atau 50 tahun.
- Riwayat keluarga: risiko meningkat jika ada orang tua atau saudara kandung yang memiliki polip atau kanker usus.
- Kondisi genetik: polip usus besar bisa berkembang pada penderita sindrom seperti Lynch syndromeatau familial adenomatous polyposis.
Faktor gaya hidup
- Pola makan: ada dugaan konsumsi daging merah dan daging olahan berkaitan dengan risiko polip. Begitu pula bila kurang asupan serat.
- Obesitas dan kurang gerak: risiko adenoma kolorektal berpotensi meningkat karena kondisi obesitas atau penumpukan lemak perut karena adanya peradangan kronis dalam tubuh.
- Merokok dan alkohol: perokok memiliki risiko lebih tinggi terkena polip dan kanker usus besar. Alkohol berlebih juga dapat mengiritasi lapisan usus dan memicu mutasi sel.
- Diabetes tipe 2: orang dengan diabetes tipe 2 yang tidak terkontrol berisiko lebih tinggi terkena polip usus besar.
Cara Dokter Mendiagnosis Polip Usus Besar
Dokter umumnya baru mendapati adanya polip usus besar dalam pemeriksaan kolonoskopi. Ini metode paling efektif untuk menegakkan diagnosis polip usus besar. Dalam prosedur ini, dokter akan memasukkan slang fleksibel dengan kamera (kolonoskop) melalui anus untuk melihat seluruh bagian usus besar. Keunggulan utamanya adalah dokter dapat sekaligus memotong atau mengangkat polip yang ditemukan saat itu juga. Jika didapati polip, dokter bisa melakukan biopsi untuk mengecek apakah sel berpotensi menjadi sel kanker.
Cara Mengatasi Polip Usus Besar
Pengobatan polip usus besar bergantung pada ukuran, jumlah, dan jenis polip. Dokter biasanya akan merekomendasikan pengangkatan sekaligus ketika mendeteksi polip dalam kolonoskopi.
Dalam prosedur yang disebut polipektomi ini, dokter menggunakan alat jerat kawat (snare) yang dialiri arus listrik kecil untuk memotong polip dari dinding usus dan membakar bekas lukanya agar tidak berdarah. Prosedur ini tidak menyakitkan karena lapisan usus tidak memiliki saraf perasa nyeri seperti kulit.
Dalam beberapa kasus, operasi laparoskopi mungkin diperlukan untuk polip yang lebih besar. Dalam prosedur ini, dokter akan membuat sayatan kecil di perut untuk memasukkan alat bedah. Adapun bila didapati kasus yang berat seperti familial adenomatous polyposis, dokter mungkin perlu melakukan prosedur pengangkatan usus besar dan rektum atau proktokolektomi karena terdapat ratusan hingga ribuan polip yang pasti akan menjadi kanker bila organ itu tak diangkat.
Komplikasi Polip Usus Besar
Komplikasi utama polip usus besar adalah transformasi menjadi kanker kolorektal. Proses ini bisa memakan waktu 5-10 tahun. Sel kanker di dalam usus bisa menyebar ke organ lain dan memicu kondisi yang lebih berat.
Komplikasi lain yang lebih jarang tapi mungkin terjadi meliputi:
- Sumbatan atau obstruksi usus
- Sebagian usus yang terlipat dan masuk ke bagian usus lain
Pencegahan Polip Usus Besar
Upaya mencegah polip usus besar mesti difokuskan pada faktor gaya hidup yang bisa dimodifikasi. Caranya antara lain:
- Memperbanyak asupan serat seperti dari buah, sayur, dan biji-bijian utuh serta mengurangi konsumsi daging merah dan daging olahan.
- Menjaga berat badan ideal.
- Mendapat asupan kalsium dan vitamin D yang mencukupi karena bisa melindungi usus dari risiko polip adenoma.
- Berhenti merokok dan membatasi minuman beralkohol yang bisa memicu iritasi pada usus.
Kapan Harus ke Dokter?
Polip usus besar yang kerap datang tanpa gejala memerlukan perhatian ekstra. Bila merasa ada risiko polip, jangan ragu untuk memeriksakan diri dengan prosedur kolonoskopi. Terutama bila sudah berusia 45 tahun ke atas. Dengan gaya hidup sehat dan skrining rutin, kita bisa mencegah polip berkembang menjadi masalah yang mengancam nyawa.
Ditinjau oleh:
dr. H. Michael Platini Tambunan, Sp. PD
Spesialis Penyakit Dalam
Primaya Hospital Karawang
Referensi:
- Colon Polyps: Causes, Symptoms, & Treatment. https://acripc.com/colon-polyps-causes-symptoms–treatment.htm. Diakses 15 November 2025
- Colon Polyps. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/15370-colon-polyps. Diakses 15 November 2025.
- Steps to A Healthy Colon: Preventing Polyps. https://actchealth.com/blogs/steps-to-a-healthy-colon-preventing-polyps. Diakses 15 November 2025
- Colon polyps. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/colon-polyps/symptoms-causes/syc-20352875. Diakses 15 November 2025
- Colon Polyps. https://www.webmd.com/colorectal-cancer/colon-polyps-basics. Diakses 15 November 2025
- Familial adenomatous polyposis. https://medlineplus.gov/genetics/condition/familial-adenomatous-polyposis/. Diakses 15 November 2025
- Colon Cancer. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK470380/. Diakses 15 November 2025
- Prevalence of Colonic Polyps Detected by Colonoscopy in Symptomatic Patients and Comparison Between Different Age Groups. What Age Should be Considered for Investigation?. https://ppch.pl/article/533997/en. Diakses 15 November 2025



