• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Berat Badan Meningkat Drastis? Waspadai Sindrom Cushing

sindrom cushing

Dalam tubuh kita, terdapat suatu hormon yang disebut sebagai hormon kortisol (cortisol). Yaitu suatu hormon steroid yang dikenal pula sebagai hormon stres karena berperan dalam respons stres tubuh. Bila produksi hormon ini berlebihan, maka dapat mengakibatkan sindrom cushing.

Salah satu gejala utama yang tampak dari sindrom ini yaitu berupa peningkatan berat badan. Lalu, apakah sindrom ini berbahaya bagi kesehatan kita secara keseluruhan? Yuk simak rinciannya untuk mengetahui selengkapnya.

buat jani dokter primaya

Pengertian

sindrom cushing

Sindrom cushing (Cushing’s syndrome) yaitu gejala yang tampak akibat adanya peningkatan hormon kortisol dalam darah. Dalam medis, kondisi ini juga kerap dinamai sebagai hiperkortisolisme.

Seperti yang telah dijelaskan di awal, bahwa hormon kortisol (glukokortikoid) sendiri merupakan jenis hormon steroid yang berperan dalam mengatur respons stres sekaligus metabolisme tubuh, gula darah, tekanan darah, sistem imun, mengubah protein menjadi energi, membantu perkembangan janin, hingga mengurangi peradangan.

Hormon ini diproduksi pada kelenjar suprarenal atau adrenal yang lokasinya ada di atas ginjal. Dalam kondisi normal, hormon ini akan membantu sistem tubuh kita beroperasi secara optimal. Namun, bila produksinya berlebihan maka dapat mengakibatkan beragam gangguan terhadap kesehatan tubuh.

Berdasarkan jenisnya, sindrom cushing terbagi menjadi dua golongan yaitu:

  • ACTH-dependent Cushing’s Syndrome: jenis sindrom cushing akibat pengeluaran sekresi ACTH secara berlebihan. ACTH (adrenocorticotropic hormone) sendiri adalah hormon yang memengaruhi pengeluaran dan produksi kortisol di kelenjar adrenal.
  • ACTH-independent Cushing’s Syndrome: tipe sindrom yang bukan akibat dari ACTH ACTH (adrenocorticotropic hormone) ini merupakan hormon yang diproduksi pada kelenjar hipofisis di bagian dasar otak.
Kondisi Sindrom cushing (Cushing’s syndrome)
Gejala Utama Berat badan bertambah, berjerawat, wajah bulat dan sembab, otot melemah, patah tulang, memar, tekanan darah tinggi
Dokter Spesialis Dokter spesialis penyakit dalam, dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, & diabetes
Penyebab Konsumsi obat glukokortikoid dalam waktu lama
Diagnosis Pemeriksaan fisik, wawancara medis, dan pemeriksaan penunjang
Faktor Risiko Pengguna obat glukokortikoid, pengidap penyakit hiperplasia adrenal
Pengobatan Pengobatan sesuai penyakit atau kondisi yang mendasarinya
Pencegahan Tidak mengonsumsi obat glukokortikoid tanpa resep dokter
Komplikasi Serangan jantung, stroke, patah tulang, depresi, emboli paru

Faktor Risiko

Terdapat beberapa faktor risiko yang menjadikan seseorang rentan terhadap sindrom satu ini seperti halnya:

  • Pengidap penyakit seperti hiperplasia adrenal dan adenoma hipofisis
  • Pengguna obat glukokortikoid jangka panjang
  • Lebih sering terjadi pada wanita, kecuali untuk tipe ACTH-dependent

Penyebab

Untuk mengetahui penyebabnya, maka kita perlu mengenali dua sumber penyebabnya yang berasal dari dalam (endogen) dan juga luar tubuh (eksogen). Berikut ini rincian lengkapnya:

Baca Juga:  Penyakit Limfoma: Gejala, Mencegah dan Mengobati

A. Sindrom Cushing Endogen

Jenis cushing yang terjadi akibat dari dalam tubuh saat kelenjar adrenal menyekresikan hormon kortisol secara berlebih ke dalam darah. Kondisi ini kerap terjadi pada pengidap hiperplasia adrenal (penebalan bagian kelenjar adrenal) dan juga adenoma hipofisis (tumor kelenjar yang terletak di dasar otak).

B. Sindrom Cushing Endogen

Selain faktor dari dalam tubuh, juga terdapat beberapa faktor lain dari luar. Contohnya paparan terhadap obat-obatan jenis glukokortikoid seperti dexamethasone dan prednisolone dalam jangka panjang. Obat ini kerap dokter berikan untuk pengobatan asma dan peradangan seperti rheumatoid arthritis.

Gejala Cushing’s Syndrome

sindrom cushing

Inilah beberapa gejala yang umum muncul pada mereka yang memiliki sindrom cushing:

  • Berat badan meningkat mendadak
  • Stretch mark akibat badan gemuk mendadak
  • Moon face (penumpukan lemak di wajah sehingga tampak bulat)
  • Buffalo hump (penumpukan lemak di area tengkuk dan juga bahu)
  • Osteoporosis (pengeroposan tulang)
  • Patah tulang
  • Gula darah tinggi
  • Siklus haid tidak teratur (pada wanita)
  • Berjerawat di muka maupun dada
  • Mudah merasa lelah
  • Penurunan libido
  • Disfungsi ereksi (pada pria)
  • Memar di beberapa bagian tubuh
  • Insomnia
  • Kelemahan otot
  • Sering merasa haus
  • Keringat yang berlebihan
  • Sering kencing
  • Hipertensi (tekanan darah tinggi)
  • Kolesterol darah yang tinggi
  • Depresi
Baca Juga:  Solusi Penanganan Batu Empedu Tanpa Operasi Dengan ERCP

Diagnosis

Kondisi ini dapat dokter diagnosis dengan melakukan serangkaian tahapan pemeriksaan. Contohnya yaitu wawancara medis, pemeriksaan penunjang, dan pemeriksaan fisik.

Pertama-tama, dokter akan menanyakan beberapa pertanyaan yang berkaitan dengan penyakit ini seperti keluhan, gejala yang timbul, lama waktu terkena, hingga riwayat konsumsi obat tertentu.

Selain itu, dokter pun akan melakukan serangkaian pemeriksaan fisik guna mengetahui tanda-tanda terkena sindrom cushing. Selanjutnya, akan ada tahap pemeriksaan penunjang seperti halnya:

  • Tes supresi dexamethasone: pemberian dexamethasone dosis rendah
  • Tes kortisol air liur: cek sampel air liur untuk mengetahui kadar kortisol
  • Cek kortisol urine: mengecek kadar kortisol dalam sampel urin dalam 24 jam

Pencegahan

sindrom cushing

Mengutip dari laman National Institutes of Health, bahwa kita dapat mencegah agar tidak terkena sindrom ini dengan cara:

  • Hindari mengonsumsi obat kortikosteroid sembarangn
  • Periksa rutin jika punya penyakit hiperplasia adrenal
  • Periksa rutin jika punya penyakit adenoma hipofisis

Pengobatan

Sindrom satu ini umumnya membutuhkan pengobatan berupa:

  • Pengurangan obat streroid eksogen
  • Terapi obat-obatan
  • Pembedahan
  • Pengobatan penyakit bawaan

Komplikasi

Apabila tidak segera mendapatkan perawatan, maka nantinya kondisi ini dapat membahayakan kondisi pasien atau penderita. Contoh komplikasi yang dapat terjadi seperti:

  • Osteoporosis
  • Stroke
  • Emboli paru
  • Hipertensi
  • Serangan jantung
  • Kerentanan infeksi
  • Trombosis vena dalam
  • Depresi
  • Diabetes melitus
  • Tumbuh rambut berlebih (hirsutisme)

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan ke dokter spesialis penyakit dalam konsultan endokrin, metabolik, & diabetes apabila Anda mengalami gejala sindrom cushing seperti yang kami sebutkan di atas.

Bila tidak segera mendapatkan penanganan yang tepat, maka risiko terjadinya gangguan metabolik akan semakin besar sehingga akan timbul berbagai komplikasi yang membahayakan.

Narasumber:

dr. Hendra Gunawan, Sp. PD-KKV

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Evasari Hospital

Referensi:

  • Cusing Syndrome. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/5497-cushing-syndrome. Diakses pada 22 Desember 2023.
  • Cushing’s Syndrome/Disease. https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Cushings-Disease. Diakses pada 22 Desember 2023.
  • Adrenal Hormones. https://www.endocrine.org/patient-engagement/endocrine-library/hormones-and-endocrine-function/adrenal-hormones. Diakses pada 22 Desember 2023.
  • Cushing syndrome. https://www.merckmanuals.com/home/hormonal-and-metabolic-disorders/adrenal-gland-disorders/cushing-syndrome. Diakses pada 22 Desember 2023.
  • Cushing’s syndrome. https://www.niddk.nih.gov/health-information/endocrine-diseases/cushings-syndrome. Diakses pada 22 Desember 2023.
  • Cushing syndrome. https://rarediseases.org/rare-diseases/cushing-syndrome/. Diakses pada 22 Desember 2023.
  • Cushing’s Syndrome. https://www.urologyhealth.org/urologic-conditions/cushings-syndrome. Diakses pada 22 Desember 2023.
Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.