• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Tekanan Darah Tinggi: Pengaruhnya Terhadap Jantung

Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi (hipertensi) sering disebut โ€œthe silent killerโ€ karena tidak menimbulkan gejala hingga organ vital rusak โ€” dan jantung adalah korban nomor satu. Di Indonesia, 1 dari 3 orang dewasa menderita hipertensi, namun hanya 10 % yang terkontrol dengan baik.

Akibatnya, setiap tahun lebih dari 400.000 orang Indonesia meninggal karena penyakit jantung koroner, gagal jantung, dan stroke dimana hampir semuanya berawal dari tekanan darah tinggi yang tidak terdeteksi atau diabaikan. Kabar baiknya: 80โ€“90 % kerusakan jantung akibat hipertensi bisa dicegah hanya dengan mengontrol tekanan darah sejak dini.

Yuk, pahami bagaimana hipertensi merusak jantung secara bertahap dan 15 langkah paling efektif agar jantung Anda tetap kuat seumur hidup!

Bagaimana Tekanan Darah Tinggi Merusak Jantung?

Tekanan darah tinggi atau hipertensi adalah kondisi yang memaksa jantung bekerja lebih keras dari normal untuk memompa darah melawan tekanan tinggi di arteri. Kondisi ini tidak hanya meningkatkan risiko penyakit jantung secara umum, tetapi juga memicu kerusakan struktural dan fungsional pada organ vital ini. Seiring waktu, tekanan ekstra yang terus-menerus dapat menyebabkan empat jenis kerusakan utama pada jantung:

  • Hipertrofi ventrikel kiri: Jantung harus memompa darah melawan tekanan tinggi, sehingga dinding ventrikel kiri menebal. Penebalan ini membuat otot jantung menjadi kaku dan kehilangan elastisitasnya, sehingga jantung sulit untuk relaksasi dan mengisi darah dengan optimal. Kondisi ini meningkatkan risiko gagal jantung dan gangguan irama jantung.
  • Penyumbatan arteri koroner: Tekanan tinggi mempercepat terbentuknya plak aterosklerosis pada dinding arteri. Plak ini menghambat aliran darah ke otot jantung, meningkatkan kemungkinan terjadinya serangan jantung, angina, dan masalah sirkulasi lainnya yang bisa mengancam nyawa.
  • Gagal jantung: Beban kerja yang terus meningkat membuat jantung lama-kelamaan lelah. Akibatnya, kemampuan jantung untuk memompa darah ke seluruh tubuh menurun, menyebabkan gejala seperti sesak napas, pembengkakan kaki, dan kelelahan kronis.
  • Aritmia dan henti jantung mendadak: Kerusakan otot jantung dan perubahan struktur jantung dapat mengganggu sistem listrik alami jantung, memicu aritmia. Gangguan ini dapat memicu detak jantung tidak teratur hingga henti jantung mendadak, yang merupakan kondisi darurat medis.

Dengan memahami mekanisme ini, jelas bahwa hipertensi bukan hanya โ€œtekanan tinggiโ€ sementara, tetapi kondisi serius yang bisa merusak jantung secara bertahap dan mengancam kehidupan jika tidak ditangani dengan tepat.

Baca Juga:  Awas, Gangguan Pencernaan Rawan Menyerang

Menurut American Heart Association 2024, hipertensi adalah faktor risiko nomor satu gagal jantung โ€” meningkatkan risiko hingga 3 kali lipat pada pria dan 5 kali lipat pada wanita.

4 Tahap Kerusakan Jantung Akibat Hipertensi

Tahap

Kerusakan

Gejala

1.ย Hipertensiย Tanpaย Gejala Jantungย mulaiย bekerjaย lebihย keras Tidakย ada
2.ย Hipertrofiย Ventrikelย Kiri Dindingย jantungย menebal Sesakย napasย saatย olahraga
3.ย Gagalย Jantungย Systolic/Diastolic Jantungย tidakย bisaย memompa/relaksasi Sesakย napas,ย bengkakย kaki
4.ย Gagalย Jantungย Terminal Jantungย sangatย lemah Sesakย berat,ย tidakย bisaย berbaring

15 Cara Efektif Mencegah & Mengurangi Beban Jantung

  1. Cek tekanan darah rutin mulai usia 18 tahun
  2. Jaga tekanan darah <130/80 mmHg (ideal <120/80)
  3. Batasi garam <5 g/hari (1 sdt)
  4. Olahraga 150โ€“300 menit/minggu
  5. Jaga berat badan ideal (lingkar perut pria <90 cm, wanita <80 cm)
  6. Hindari rokok & vape total
  7. Batasi alkohol (maksimal 1โ€“2 gelas/hari)
  8. Konsumsi makanan DASH (sayur, buah, biji-bijian, ikan)
  9. Kelola stres: meditasi, yoga, tidur 7โ€“9 jam
  10. Pantau gula darah & kolesterol
  11. Konsumsi kalium tinggi: pisang, bayam, alpukat
  12. Hindari obat sembarangan (NSAID, dekongestan)
  13. Minum air cukup 2โ€“3 liter/hari
  14. Konsumsi omega-3: ikan salmon, sarden, chia seed
  15. Cek jantung rutin jika ada riwayat keluarga

Menu Harian Ramah Jantung untuk Penderita Hipertensi

Waktu Menu
Pagi Oatmealย +ย pisangย +ย yogurtย rendahย lemak
Siang Nasiย merahย +ย ikanย bakarย +ย tumisย bayamย +ย jeruk
Sore Almondย +ย apel
Malam Supย sayurย +ย tahuย kukusย +ย ubiย rebus

Gejala Jantung Rusak Akibat Hipertensi

Kerusakan jantung akibat tekanan darah tinggi sering berkembang secara perlahan dan kadang tidak disadari pada tahap awal. Namun, ketika jantung mulai menunjukkan tanda-tanda stres dan fungsinya menurun, beberapa gejala khas bisa muncul. Penting untuk segera memeriksakan diri ke dokter jika mengalami gejala berikut:

  • Sesak napas saat berbaring: Kondisi ini dikenal sebagai ortopnea, terjadi ketika jantung tidak mampu memompa darah secara efektif sehingga cairan menumpuk di paru-paru saat posisi tubuh horizontal. Penderita sering merasa lega saat duduk atau tidur dengan posisi kepala lebih tinggi.
  • Bengkak kaki & perut: Penumpukan cairan di jaringan tubuh, terutama kaki, pergelangan, dan perut (edema), menandakan bahwa jantung mulai gagal memompa darah dengan optimal. Gejala ini sering terlihat sebagai pembengkakan yang menetap dan bertambah parah di malam hari.
  • Lelah ekstrem tanpa sebab jelas: Penurunan kemampuan jantung memompa darah menyebabkan organ tubuh lain kekurangan oksigen, sehingga mudah lelah bahkan saat melakukan aktivitas ringan yang sebelumnya tidak menguras tenaga.
  • Detak jantung tidak teratur: Aritmia atau gangguan irama jantung bisa muncul akibat kerusakan pada otot jantung dan sistem listrik jantung. Detak jantung bisa terasa cepat, lambat, atau tidak beraturan, terkadang disertai pusing atau rasa berdebar hebat.
  • Nyeri dada saat aktivitas: Kondisi ini menandakan aliran darah ke jantung terhambat, sering disebabkan oleh penyempitan arteri koroner akibat hipertensi jangka panjang. Nyeri dada bisa ringan hingga berat, biasanya muncul saat aktivitas fisik atau stres, dan perlu perhatian medis segera.
Baca Juga:  Mengenal Adenovirus yang Diduga Penyebab Hepatitis Akut

Mendeteksi gejala-gejala ini lebih awal sangat penting untuk mencegah komplikasi serius, termasuk gagal jantung berat atau serangan jantung mendadak. Hipertensi yang tidak terkontrol dapat merusak jantung secara bertahap, sehingga kesadaran akan tanda-tanda ini menjadi langkah penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Informasi lengkap tentang hipertensi dapat dibaca pada artikel penyempitan pembuluh darah dan layanan jantung dari Primaya Hospital.

Tekanan Darah Terkontrol = Jantung Panjang Umur

Tekanan darah tinggi adalah โ€œmusuh senyapโ€ jantung yang bisa dicegah 100 %. Dengan mengontrol angka tekanan darah, berat badan, dan gaya hidup sehat, risiko gagal jantung bisa turun hingga 90 %.

Mulai hari ini: ukur tekanan darah di rumah, kurangi garam, jalan kaki 30 menit, dan tidur cukup. Jantung Anda bekerja 100.000 kali sehari tanpa istirahat โ€” balas kebaikannya dengan tekanan darah terkontrol. Jantung sehat bukan warisan โ€” tapi pilihan yang Anda buat setiap hari!

Ditinjau oleh:

dr. Rosatya Imanuela, Sp.PD

Spesialis Penyakit Dalam

Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below