Rehabilitasi Medik Untuk Pasien Pasca Stroke

Rehabilitasi Medik Untuk Pasien Pasca Stroke

Seseorang yang sedang menjalani pemulihan pasca serangan stroke memerlukan lebih dari obat-obatan. Untuk pasien pasca stroke, layanan kesehatan yang dibutuhkan termasuk rehabilitasi medik. Program rehabilitasi medik penting karena stroke dapat menyebabkan gangguan signifikan dalam bahasa, kognisi, motorik, dan keterampilan sensorik dalam jangka panjang.

 

Apa itu Rehabilitasi Pasca Stroke

Rehabilitasi medik pasca stroke adalah program pemulihan yang membantu pasien mempelajari kembali keterampilan yang tiba-tiba hilang akibat stroke. Program ini juga dapat membuat pasien kembali ke tengah masyarakat dengan kondisi yang sekarang. Selain itu, rehabilitasi medik bisa mencegah atau mengurangi risiko timbulnya masalah kesehatan baru yang berkaitan dengan stroke.

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan tujuan rehabilitasi medik pasca stroke adalah memperbaiki sejumlah fungsi yang terganggu. Pasien juga dibantu beradaptasi kembali secara sosial dan mental guna mengembalikan hubungan interpersonal, aktivitas sosial, serta kehidupan pribadi.

 

Mengapa Rehabilitasi Pasca Stroke Diperlukan

Stroke adalah salah satu pembunuh utama di dunia. Di Indonesia, stroke masuk sepuluh besar pembunuh dengan perbandingan jumlah penderita 12 : 1.000. Artinya, 12 dari 1.000 orang cenderung mengalami stroke.

Baca Juga:  Rehabilitasi Medik Untuk Pasien Penyakit Jantung

Serangan stroke dapat menyebabkan masalah fisik dan psikososial yang kompleks dan berlangsung dalam waktu lama. Banyak penelitian yang membuktikan rehabilitasi medik memainkan peran kunci dalam mengatasi masalah itu sehingga pasien bisa kembali menjalani aktivitas sehari-hari.

Dalam rehabilitasi medik, misalnya, pasien bisa belajar cara mandi dan berpakaian hanya dengan satu tangan dan berkomunikasi secara efektif.

Tujuan utama dokter dalam rehabilitasi medik untuk pasien pasca stroke antara lain:

  • Menstabilkan kondisi medis pasien
  • Mengendalikan kondisi yang mengancam jiwa
  • Mencegah timbulnya stroke lain
  • Membatasi komplikasi yang terkait dengan stroke
  • Mengembalikan fungsi pasien sehingga pasien tetap mandiri

 

Siapa yang Memerlukan Rehabilitasi Pasca Stroke

Pada dasarnya, semua pasien stroke memerlukan rehabilitasi medik. Yang paling memerlukan adalah pasien yang mengalami dampak paling besar dari stroke yang menyerang. Menurut penelitian, pasien stroke bisa mengalami dampak gangguan dalam waktu lama, dari satu hingga lima tahun.

Gangguan itu antara lain mobilitas, kelelahan, konsentrasi, dan kehilangan keseimbangan, gangguan bicara, gangguan menelan. Sederet gangguan ini memerlukan program pemulihan yang bersifat jangka panjang pula. Meski demikian, berapa lama program rehabilitasi medik ini berjalan bergantung pada masalah yang dialami setiap pasien.

Baca Juga:  Dokter Rehabilitasi Medik, Peran dan Jenis Terapi yang Dilakukan

 

Persiapan Sebelum Rehabilitasi Pasca Stroke

Persiapan utama sebelum mengikuti rehabilitasi adalah berkonsultasi dengan dokter spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi. Bila Anda peserta asuransi, Anda juga perlu mengecek apakah perlindungan asuransi mencakup program ini.

Anda akan mendapat informasi mengenai program yang akan dijalankan. Dukungan keluarga juga dibutuhkan dalam kelangsungan rehabilitasi medik demi kelancaran pemulihan. Selain itu, diperlukan motivasi pribadi yang tinggi untuk menjalani tahap demi tahap rehabilitasi hingga mencapai kesembuhan.

 

Bagaimana Rehabilitasi Dilakukan

Program rehabilitasi medik pasca stroke dimulai sejak pasien masih dirawat di rumah sakit. Serangkaian program dilakukan, dari diagnosis hingga evaluasi, guna mencegah terjadinya kecacatan jangka panjang pada pasien. Program ini dijalankan di bawah pengawasan dokter spesialis kedokteran dan  rehabilitasi medik dan tim yang meliputi fisioterapi, dengan terapi, terapi wicara, perawat, dokter gizi, dan tenaga medis lain yang dibutuhkan seturut dengan keadaan pasien.

Baca Juga:  Dokter Rehabilitasi Medik, Peran dan Jenis Terapi yang Dilakukan

Program tersebut mencakup latihan fisik dari yang paling sederhana, seperti menggerakkan jari, hingga berdiri dan berjalan. Anda juga bisa belajar menggunakan alat bantu mobilitas, seperti tongkat dan kursi roda. Terapi lainnya mencakup terapi wicara untuk berkomunikasi dan terapi okupasi untuk membantu meningkatkan kekuatan dan koordinasi otot.

Rehabilitasi medik untuk pasien pasca stroke rutin dilakukan beberapa kali dalam sepekan, bisa dua hingga tiga kali. Tingkat keberhasilan pemulihan bergantung pada kondisi masing-masing pasien, termasuk motivasi dan semangat menjalani program rehabilitasi hingga tuntas.

 

Ditinjau oleh:

Dr. Deasy Erika,Sp.KFR

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

http://www.yankes.kemkes.go.id/read-terapi-latihan-pasien-pasca-stroke-di-rumah-7777.html

https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/stroke/in-depth/stroke-rehabilitation/art-20045172

http://p2ptm.kemkes.go.id/uploads/VHcrbkVobjRzUDN3UCs4eUJ0dVBndz09/2017/10/Kebijakan_dan_Strategi_Pencegahan_dan_Pengendalian_Stroke_di_Indonesia_dr_Lily_Sriwahyuni_Sulistyowati_MM1.pdf

Sumber gambar: https://www.freepik.com/premium-photo/grandmother-senior-woman-grandson-with-using-walker-during-rehabilitation_2515567.htm#page=1&query=stroke%20rehabilitation&position=1

Bagikan ke :