Diagnosis Kanker Paru, Gejala dan Tindakan Pencegahannya

Diagnosis Kanker Paru Gejala dan Tindakan Pencegahannya

Terdapat banyak gejala yang mengarah pada kanker paru. Dalam beberapa kasus, gejala yang muncul tidak selalu menandakan adanya kanker paru. Untuk menegakkan diagnosis kanker paru, diperlukan tindakan berupa anamnesis, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan patologi anatomi. Sejumlah tindakan tersebut penting dalam penegakan diagnosis kanker, termasuk untuk menentukan tingkatan stadium dan pengobatan yang dibutuhkan.

 

Gejala Kanker Paru

Tingkat kematian akibat kanker paru di Indonesia ditemukan paling tinggi pada laki-laki. Seringnya gejala yang muncul terabaikan sehingga diagnosis kanker terlambat dilakukan. Berikut ini beberapa gejala kanker paru:

Batuk berkepanjangan

Batuk adalah gejala yang lazim pada banyak penyakit, dari yang ringan sampai berat. Orang yang terjangkit influenza bisa batuk-batuk. Begitu juga bila alergi. Tapi, jika batuk terjadi secara konstan, waspadalah karena itu bisa jadi gejala kanker paru.

Batuk berdahak dan berdarah

Dahak pada batuk juga tak selalu menandakan kanker paru. Berbeda bila dahak itu disertai darah. Anda mesti segera memeriksakan diri bila kerap batuk berdahak dan berdarah untuk mendapat pemeriksaan, termasuk dalam rangka diagnosis kanker.

Napas tersengal

Adanya tumor pada organ pernapasan bisa memicu masalah pernapasan, termasuk tersengal-sengal. Orang yang diduga mengalami kanker paru kerap terengah-engah meski tidak melakukan aktivitas fisik, bahkan ketika sekadar duduk dan berbaring.

Baca Juga:  Pertanyaan Penting Seputar Pemeriksaan Pap Smear

Rasa nyeri dan sesak pada dada

Gejala kanker paru ini mirip dengan penyakit jantung. Rasa nyeri dan sesak pada dada akan muncul secara konstan bila ada kanker. Sering kali rasa sakit ini menyebar hingga ke bagian tubuh lain, seperti bahu dan punggung.

Kelelahan ekstrem

Dalam diagnosis kanker, gejala berupa kelelahan yang amat sangat ditemukan pada penderita kanker. Rasa lelah ini biasanya dibarengi dengan penurunan berat badan dan nafsu makan secara drastis.

 

Pemeriksaan Fisik Kanker Paru

Pemeriksaan fisik dalam rangka diagnosis kanker paru meliputi pemantauan pada tampilan umum pengidap kanker yang mengalami penurunan serta ketidaknormalan pada fisik. Pemeriksaan ini dilakukan dengan melihat ada atau tidaknya benjolan pada leher, ketiak, atau dinding dada. Dalam diagnosis, dokter juga akan memeriksa tanda pembesaran hepar.

Tanda yang dijumpai dalam pemeriksaan fisik untuk diagnosis kanker paru berbeda-beda. Faktor yang mempengaruhi antara lain lokasi dan ukuran tumor serta wilayah penyebarannya. Bila ditemukan kelenjar getah bening yang membesar di area leher, aksila (dekat ketiak), dan supraklavikula (dekat leher), bisa berarti tumor telah menyebar ke kelenjar getah bening. Dalam menjalankan pemeriksaan fisik, dokter akan menggunakan skema status performa Karnofsky yang direkomendasikan WHO.

Baca Juga:  Mammografi untuk Mendeteksi Kanker Payudara

 

Tingkatan Stadium Kanker Paru

Dari diagnosis kanker paru, bisa ditentukan tingkatan stadium yang dialami penderita. Terdapat lima stadium utama yang menunjukkan tingkat perkembangan kanker dan jenis pengobatan yang sesuai.

Stadium I

Kanker masih berada di paru, belum menyebar ke jaringan lain.

Stadium II

Kanker berada di paru dan mulai menyebar ke kelenjar getah bening di sekitarnya.

Stadium III

Kanker ditemukan di paru dan kelenjar getah bening di tengah dada. Pada stadium ini terdapat dua subtipe:

  • IIIA: jika kanker menyebar hanya ke kelenjar getah bening di sisi dada tempat kanker pertama kali bermula
  • IIIB: jika kanker menyebar ke sisi dada sebaliknya atau di atas tulang selangka

Stadium IV

Tingkatan paling lanjut dalam kanker paru. Kanker telah menyebar ke kedua paru dan organ lain, seperti lever.

 

Cara Mencegah Kanker Paru

Faktor pemicu kanker paru yang utama adalah gaya hidup yang tidak sehat. Sebelum mendapat diagnosis kanker paru, Anda dapat melakukan pencegahan terutama lewat perubahan gaya hidup menjadi lebih sehat.

  • Tidak merokok

Bila belum merokok, sebaiknya tidak mencoba. Cobalah berhenti jika telanjur terbiasa merokok.

  • Hindari asap rokok

Meski Anda tidak merokok, tetap ada risiko terkena kanker paru dari paparan asap rokok. Maka sebaiknya hindari asap rokok, terutama ketika berkegiatan di luar rumah.

  • Pastikan ventilasi rumah baik

Udara yang kotor dan terhirup bisa menjadi pemicu kanker paru. Maka pastikan ventilasi rumah dalam kondisi baik, termasuk terapkan prinsip bebas asap rokok di rumah.

  • Rutin berolahraga

Aktivitas fisik bisa membantu menjaga daya tahan tubuh dan mencegah beragam penyakit.

  • Makan makanan sehat

Hindari makanan yang mengandung karsinogen atau zat pemicu kanker. Perbanyak makan sayur dan buah-buahan.

Baca Juga:  Pengobatan Kanker Paru

 

Ditinjau oleh:

dr. Fajar Budiono, SpP

Dokter Spesialis Paru

Primaya Hospital Tangerang

 

Referensi:

http://kanker.kemkes.go.id/guidelines/PPKParu.pdf

http://yayasankankerindonesia.org/article/hari-kanker-sedunia-2020-kanker-paru-di-indonesia-sebabkan-lebih-dari-26-ribu-orang-meninggal

https://www.cdc.gov/cancer/lung/basic_info/symptoms.htm

https://www.lungcancer.org/find_information/publications/163-lung_cancer_101/268-types_and_staging

Sumber gambar : https://www.freepik.com/premium-photo/pink-flowers-form-light-pink_5198727.htm#page=1&query=lung%20cancer&position=6

Bagikan ke :