Hidung tersumbat biasanya terkait dengan penyakit flu. Namun kadang orang merasakan hidung mampet sebelah tanpa ada gejala flu atau pilek. Tak jarang pula hidung tersumbat saat tidur sehingga mengganggu kenyamanan dan waktu istirahat. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai penyebab hidung mampet, juga cara mengatasinya. Artikel berikut ini akan mencoba memberikan jawabannya.
Mengenal Fenomena Hidung Mampet Sebelah
Sebelum melangkah lebih jauh, perlu dipahami dulu bahwa fenomena hidung mampet sebelah seringnya merupakan proses fisiologis yang sangat normal. Tubuh manusia memiliki sistem cerdas yang disebut dengan nasal cycle atau siklus nasal.
Dikutip dari jurnal Rhinology Online, siklus nasal adalah proses spontan bergantian antara penyumbatan dan pembukaan sumbatan mukosa atau selaput lendir hidung sepanjang hari dan terjadi pada hampir 70-80 persen orang dewasa yang sehat. Siklus nasal adalah fenomena normal dan mesti diakui untuk membedakannya dengan penyebab patologis hidung tersumbat.
Dalam siklus nasal, secara bergantian, satu lubang hidung akan mengalami pembengkakan jaringan akibat peningkatan aliran darah, sementara lubang hidung yang lain menyusut untuk membuka jalan napas lebih lebar.
Tujuan siklus ini adalah memberikan waktu istirahat bagi silia atau rambut halus di hidung dan kelenjar penghasil lendir agar tidak kering akibat paparan aliran udara yang terus-menerus.
Normalnya, siklus ini tak menimbulkan gangguan yang berarti. Gangguan pada aktivitias sehari-hari baru akan terasa ketika ada kondisi lain yang menyertai.
Penyebab Hidung Mampet Sebelah
Di samping siklus nasal yang normal, ada banyak faktor yang dapat menyebabkan gangguan hidung tersumbat sebelah. Berikut ini beberapa penyebab yang umum dijumpai:
Deviasi Septum
Pada kebanyakan orang, perbedaan antara lubang hidung yang “aktif” dan “istirahat” sangat halus sehingga tidak mengganggu. Namun, pada individu dengan variasi anatomi kecil seperti deviasi septum ringan, siklus ini bisa lebih terasa. Deviasi septum adalah kondisi ketika dinding pemisah lubang hidung (konka) bengkok ke salah satu sisi.
Aliran udara di sisi yang sedang beristirahat bisa turun hingga 80 persen sehingga menciptakan sensasi hidung mampet sebelah sepanjang hari. Orang dengan deviasi septum biasanya mengalami hidung tersumbat sebelah di sisi yang sama terus-menerus.
Sumbatan pada hidung pun bisa memburuk saat tidur atau berbaring pada sisi yang sehat karena gravitasi mendorong konka yang longgar ke arah septum yang sudah menyempit. Meski begitu, kondisi hidung tersumbat sebelah ini masih tergolong normal dan bukan indikasi penyakit kronis.
Rinitis Alergi dan Non-Alergi
Paparan alergen seperti tungau debu, serbuk sari, atau bulu hewan memicu pelepasan histamin yang langsung melebarkan pembuluh darah di hidung. Serangan alergi ini tidak selalu menyebabkan sumbatan pada dua sisi sekaligus. Pada rinitis alergi, hidung mampet sebelah bisa terjadi karena posisi tidur atau siklus nasal yang dibarengi peradangan. Rinitis non-alergi atau vasomotor yang dipicu perubahan suhu, bau menyengat, atau stres juga dapat menyebabkan hidung mampet tapi tidak pilek.
Sinusitis Kronis
Ketika rongga sinus di sekitar pipi dan dahi meradang, dinding mukosa menebal dan saluran drainase menyempit. Setiap sisi sinus bekerja secara terpisah sehingga peradangan kerap lebih berat pada salah satunya. Walhasil, orang yang mengalaminya bisa merasa hidung mampet sebelah disertai nyeri tumpul di wajah atau bawah mata.
Polip Hidung
Polip adalah pertumbuhan jaringan jinak tanpa rasa sakit di lapisan hidung atau sinus yang sering kali menggantung seperti tetesan air atau anggur. Jika tumbuh cukup besar di salah satu rongga hidung, polip bisa memblokir jalur udara. Peradangan kronis akibat asma, infeksi berulang, atau alergi adalah pemicu utama terbentuknya polip hidung.
Rinitis Kehamilan
Perubahan hormon estrogen dan progesteron selama kehamilan meningkatkan volume darah dan menyebabkan pembengkakan mukosa hidung. Banyak ibu hamil yang mengalami rinitis dengan keluhan dominan hidung mampet sebelah yang memburuk pada malam hari tanpa disertai infeksi. Ini bisa sangat mengganggu kualitas tidur.
Pajanan Iritan Lingkungan
Asap rokok, polusi udara, udara kering di ruangan ber-AC, atau uap bahan kimia dapat mengiritasi mukosa hidung. Sebagai respons, tubuh akan mengirimkan lebih banyak darah ke area yang terpapar untuk mengatasi iritasi. Jika pajanan tidak merata, respons pada salah satu lubang hidung bisa lebih aktif dan terjadi hidung mampet meski tidak pilek.
Efek Samping Obat
Penggunaan semprotan hidung dekongestan lebih dari 3-5 hari dapat menyebabkan rhinitis medicamentosa, yakni sumbatan baru yang sering kali terasa lebih berat di satu sisi. Obat antihipertensi tertentu dan aspirin juga bisa memicu sumbatan hidung sebelah sebagai reaksi samping.
Cara Mengatasi Hidung Mampet Sebelah
Penanganan hidung mampet sebelah bisa dilakukan dengan berbagai cara, tergantung penyebabnya. Di antaranya:
Menggunakan Larutan Salin
Membilas rongga hidung menggunakan cairan garam steril atau larutan salin merupakan salah satu cara mengatasi hidung tersumbat sebelah yang paling manjur.
Menghirup Uap Hangat
Menghirup uap air hangat dari semangkuk air panas atau saat mandi air hangat bisa membuat hidung lega meski hanya sementara. Uap membantu mengencerkan lendir yang mungkin tersisa dan menenangkan pembuluh darah yang meradang
Mengubah Posisi Tidur
Jika mengalami hidung tersumbat saat tidur, cobalah tidur dengan posisi kepala lebih tinggi untuk mengurangi tekanan pada hidung.
Obat Dekongestan
Obat ini membantu mengurangi pembengkakan pada pembuluh darah hidung. Namun, penggunaannya tidak boleh berlebihan karena justru bisa menjadi penyebab hidung mampet.
Antihistamin
Jika hidung mampet sebelah disebabkan oleh alergi, antihistamin dapat membantu meredakan gejala.
Operasi (Jika Diperlukan)
Untuk kasus seperti deviasi septum atau polip, tindakan medis seperti operasi mungkin diperlukan.
Kapan Harus ke Dokter?
Sebagian besar kasus hidung tersumbat sebelah dapat mereda sendiri atau setelah menjalani perawatan di rumah dalam beberapa hari. Namun jika hidung mampet sebelah tak kunjung hilang hingga lebih dari 10 hari, sebaiknya segera datangi dokter spesialis telinga-hidung-tenggorokan untuk berkonsultasi. Begitu pula jika ada gejala lain seperti nyeri wajah atau sakit kepala berat; keluar cairan dari hidung yang berwarna kehijauan, berbau busuk, atau bercampur darah; atau mata bengkak dan penglihatan kabur.
Ditinjau oleh
dr. Muhammad Ikhwan, Sp. THT-KL
Spesialis THT-KL
Primaya Evasari Hospital
Referensi
- Allergic Rhinitis and its Impact on Asthma (ARIA) 2008. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1111/j.1398-9995.2007.01620.x. Diakses 19 Juli 2026
- The nasal cycle: a comprehensive review. https://www.rhinologyonline.org/Rhinology_online_issues/manuscript_16.pdf. Diakses 19 Juli 2026
- Measuring and Characterizing the Human Nasal Cycle. https://pmc.ncbi.nlm.nih.gov/articles/PMC5053491/. Diakses 19 Juli 2026
- Three-dimensional morphologic and molecular atlases of nasal vasculature. https://www.nature.com/articles/s44161-023-00257-3. Diakses 19 Juli 2026
- Understanding the Nasal Cycle: Key Effects and What You Need to Know. https://sleepandsinuscenters.com/blog/understanding-the-nasal-cycle-key-effects-and-what-you-need-to-know. Diakses 19 Juli 2026
- Rhinitis medicamentosa and the stuffy nose. https://www.jacionline.org/article/S0091-6749(06)01370-4/fulltext. Diakses 19 Juli 2026
- Cyclical Changes in Nasal Resistance. https://jamanetwork.com/journals/jamaotolaryngology/article-abstract/602751. Diakses 19 Juli 2026
- The nasal cycle in health and disease. https://onlinelibrary.wiley.com/doi/10.1046/j.1365-2273.2000.00432.x. Diakses 19 Juli 2026
- Measuring and Characterizing the Human Nasal Cycle. https://journals.plos.org/plosone/article?id=10.1371%2Fjournal.pone.0162918&. Diakses 19 Juli 2026


