• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Mengenali Tanda-tanda Alergi Makanan dan Cara Mengatasinya

Mengenali Tanda-tanda Alergi Makanan dan Cara Mengatasinya

Semua orang butuh makanan untuk bertahan hidup. Namun ada jenis makanan tertentu yang berbahaya bila dikonsumsi oleh sebagian orang karena berisiko menimbulkan reaksi alergi. Alergi makanan tak hanya bisa menyebabkan gejala seperti gatal-gatal, tapi juga risiko kematian sehingga harus diwaspadai.

 

buat jani dokter primaya

Mengenal Alergi Makanan

Sistem imun atau kekebalan tubuh manusia bertugas melawan benda asing yang berisiko menimbulkan infeksi seperti bakteri dan virus. Alergi makanan terjadi ketika sistem imun keliru mengidentifikasi protein makanan sebagai benda asing yang berbahaya tersebut. Walhasil, muncul reaksi alergi yang justru membahayakan individu yang mengalaminya.

Reaksi alergi muncul sesaat setelah individu tersebut mengonsumsi makanan tertentu. Sebagian besar reaksi itu bersifat ringan, tapi ada kemungkinan muncul reaksi yang lebih berbahaya hingga mengancam jiwa sehingga membutuhkan penanganan medis darurat.

Ada sejumlah jenis makanan yang kerap menimbulkan alergi. Pada bayi dan anak-anak, makanan pemicu alergi alias alergen itu antara lain kacang tanah, kacang pohon, susu, kerang-kerangan, telur, dan ikan.

Alergi makanan menjadi tantangan bagi penderita dan keluarganya. Sebab, mereka harus selalu memperhatikan makanan tertentu yang bisa menimbulkan alergi. Tantangan ini terutama muncul di lingkungan sekolah atau acara di mana tidak mungkin atau sulit menghindari makanan tertentu yang dihidangkan.

Bagi sebagian orang, alergi makanan bisa hilang seiring dengan pertambahan usia. Terutama alergi terhadap susu, telur, atau gandum. Alergi kacang tanah atau kacang pohon lebih sering bertahan hingga usia dewasa, meski tak mustahil bisa hilang seiring dengan waktu.

 

Gejala

Setiap orang bisa mengalami gejala alergi makanan yang berlainan. Bahkan gejala satu orang pada suatu waktu bisa berbeda dengan gejala di waktu lain saat terpapar makanan pemicu alergi. Gejala ini biasanya muncul beberapa menit setelah mengonsumsi makanan itu, tapi bisa juga beberapa jam kemudian.

Gejala ringan yang biasanya muncul antara lain:

  • Hidung terasa gatal atau berair
  • Bersin
  • Rasa gatal atau kesemutan di mulut
  • Gatal ringan pada kulit
  • Mual atau merasa perut tidak nyaman
Baca Juga:  Hematochezia: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Adapun gejala berat yang mungkin muncul termasuk:

  • Sesak napas
  • Mengi
  • Batuk-batuk
  • Pusing
  • Kebingungan
  • Kesulitan bernapas atau menelan
  • Diare
  • Kram perut
  • Muntah
  • Pembengkakan pada lidah atau bibir

 

Penyebab

Makanan apa pun bisa menimbulkan reaksi alergi. Namun, menurut Centers for Disease Control and Prevention, terdapat delapan jenis makanan yang didapati pada sekitar 90 persen kasus alergi makanan, yakni:

  • Telur
  • Susu dan susu
  • Kacang-kacangan
  • Kacang pohon
  • Ikan
  • Kerang-kerangan
  • Gandum
  • Kedelai
  • Wijen

Sistem imun salah mengidentifikasi protein yang terkandung dalam makanan tersebut sehingga menyebabkan munculkan reaksi alergi.

 

Cara Dokter Mendiagnosis Alergi Makanan

Diagnosis alergi makanan secara akurat sangat penting karena hasilnya bisa mempengaruhi kehidupan pasien. Ketika terdiagnosis mengalami kondisi ini, langkah selanjutnya adalah mengupayakan pencegahan terhadap risiko munculnya reaksi alergi yang parah dan membahayakan jiwa.

Dokter umumnya mendiagnosis alergi makanan berdasarkan riwayat gejala yang dialami pasien, pemeriksaan fisik, dan tes alergi. Untuk membantu penegakan diagnosis, pasien bisa menulis catatan yang memuat informasi tentang gejala yang dialami, apa makanan yang dimakan sebelum munculnya gejala itu, seberapa banyak yang dimakan, dan berapa lama gejala itu muncul hingga hilang.

Adapun tes alergi yang biasa dilakukan antara lain tes tusuk alergen pada kulit (skin prick) untuk mengetahui gejala yang muncul, tes darah, dan tes memakan makanan yang diduga menimbulkan alergi. Dokter akan memandu dan mengawasi tes ini dengan saksama untuk memastikan keamanan pasien.

 

Cara Mengatasi Alergi Makanan

Tujuan penanganan alergi makanan adalah mengurangi gejala dan mencegah reaksi alergi muncul di kemudian hari. Bila sudah tahu punya alergi makanan tertentu, cara terbaik adalah menghindari makanan tersebut karena tidak ada obat penyembuh alergi.

Dokter biasanya memberikan obat antihistamin atau obat lain untuk meredakan gejala seperti gatal-gatal, bentol-bentol, ruam kemerahan, sakit kepala, atau hidung meler. Krim atau salep juga bisa dipakai untuk mengatasi gatal-gatal dan ruam pada kulit.

Baca Juga:  Amiloidosis: Penyakit Langka yang Harus Diwaspadai

Bila perlu, dokter akan merekomendasikan pasien menjalani terapi desensitisasi dengan suntikan alergi. Guna mengantisipasi risiko anafilaksis yang merupakan reaksi alergi parah yang bisa menyebabkan kematian, pasien mungkin perlu membawa epinefrin yang mesti segera digunakan jika muncul gejala alergi.

 

Komplikasi

Pada sebagian orang, alergi makanan bisa menimbulkan komplikasi yang disebut anafilaksis. Tanda dan gejala anafilaksis termasuk:

  • Saluran udara menyempit
  • Tenggorokan membengkak atau ada seperti benjolan di tenggorokan yang membuat sulit bernapas
  • Syok
  • Penurunan tekanan darah yang parah
  • Denyut nadi cepat
  • Pusing
  • Kehilangan kesadaran

Perawatan darurat sangat diperlukan jika terjadi gejala ini. Bila tak mendapat penanganan, individu yang mengalami anafilaksis bisa jatuh koma hingga meninggal dunia.

 

Pencegahan

Untuk mencegah munculnya reaksi alergi makanan, hindari alergen atau makanan yang bisa memicu reaksi tersebut. Jika perlu, bawa makanan dan minuman sendiri ketika menghadiri suatu acara atau datang ke tempat yang menghidangkan makanan tertentu yang tak bisa dihindari.

Untuk mengantisipasi alergi makanan pada bayi, kenalkan berbagai jenis makanan sejak dini. Dengan begitu, risiko mengalami alergi di kemudian hari bisa diminimalkan.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Segera datangi rumah sakit atau dokter bila muncul gejala alergi sesaat setelah memakan makanan tertentu. Bila memungkinkan, datangi dokter saat gejala masih ada. Jadi dokter bisa lebih mudah melakukan diagnosis dan merekomendasikan penanganan yang sesuai dengan gejala tersebut.

 

Reviewed by

dr. Ricky Pratama Wijaya

Dokter Umum

Primaya Hospital Bhakti Wara

Referensi:

  • Food Allergy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5940350/. Diakses 5 Januari 2023
  • Diagnosis and management of food allergy. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC5056872/. Diakses 5 Januari 2023
  • Food Allergy. https://acaai.org/allergies/allergic-conditions/food/. Diakses 5 Januari 2023
  • Food Allergies. https://www.cdc.gov/healthyschools/foodallergies/index.htm. Diakses 5 Januari 2023
  • Allergenic Foods and their Allergens. https://farrp.unl.edu/informallbig8. Diakses 5 Januari 2023
  • Food allergy. https://bestpractice.bmj.com/login?from=/topics/en-gb/639. Diakses 5 Januari 2023
  • What is a Food Allergy?. https://allergyasthmanetwork.org/allergies/food-allergies/. Diakses 5 Januari 2023
  • Food Allergies: The Basics. https://cyberleninka.org/article/n/917073. Diakses 5 Januari 2023
Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.