• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Ketoprofen: Manfat, Dosis, dan Efek Sampingnya

Kementerian Kesehatan RI telah menjadikan ketoprofen sebagai daftar obat esensial nasional dari golongan analgesik non narkotik. Itu artinya, obat ini tersedia di hampir semua seluruh fasilitas kesehatan karena pemanfaatannya yang luas.

Obat ini biasa diberikan oleh dokter untuk mengatasi beragam kondisi seperti halnya nyeri haid, nyeri akibat cedera, radang sendiri atau lainnya. Jika ingin tahu apa saja manfaatnya, yuk simak rincian lengkapnya di bawah ini.

buat jani dokter primaya

Apa itu Ketoprofen?

Ketoprofen adalah obat golongan OAINS (Obat Anti Inflamasi Nonsteroid) yang digunakan untuk meredakan nyeri dan peradangan. Contohnya digunakan alam mengatasi nyeri haid, rheumatoid arthritis atau nyeri sendi, asam urat, nyeri akibat jatuh atau cedera, pembengkakan, sakit gigi, dan juga jenis nyeri lainnya.

Selain itu, dokter juga kerap meresepkan obat ini untuk mengatasi rasa nyeri akibat operasi (pasca operasi), dan dismenore. Karena memiliki 3 kerja aktif, yaitu analgesik, anti inflamasi, dan antipiretik, maka obat ini juga kerap diberikan untuk mengatasi demam.

Cara kerja ketoprofen yaitu dengan menghambat enzim enzim COX (cyclooxygenase). Enzim ini akan memproduksi prostaglandin, suatu zat kimia yang diproduksi saat tubuh terluka atau cedera.

Prostaglandin akan memberikan inflamasi dan peradangan akibat reaksi tersebut. Nah, obat ini dapat mengurangi peradangan tersebut sehingga rasa nyeri yang ditimbulkan nantinya akan berkurang.

 

Nama Obat Ketoprofen
Kategori Obat Obat OAINS (Obat Anti Inflamasi Nonsteroid)
Golongan Obat Obat resep, obat keras
Bentuk Obat Tablet, injeksi, kapsul lepas lambat
Manfaat/Indikasi Meredakan nyeri dan peradangan
Dikonsumsi Oleh Dewasa 
Kategori Ibu Hamil Kategori C di masa kehamilan ≤30 minggu, kategori D di masa kehamilan >30 minggu
Peringatan Ibu Menyusui Belum jelas apakah terserap ASI atau tidak

Manfaat Ketoprofen

Dengan memiliki 3 cara kerja yaitu analgesik, anti inflamasi, dan antipiretik, maka ada beberapa kondisi yang dapat diatasi dengan obat ini seperti halnya:

  • Demam
  • Sakit gigi
  • Tendinitis
  • Arthritis
  • Bursitis
  • Osteoartritis
  • Dismenore
  • Nyeri sendi dan muskuloskeletal
  • Nyeri pasca-operasi
  • Ankylosing spondylitis
  • Rheumatoid artritis

Dosis dan Aturan Pakai Ketoprofen

Obat ini termasuk sebagai obat merah atau obat keras yang membutuhkan resep dokter sebelum mengonsumsinya. Berikut ini dosis yang kerap dokter berikan:

Baca Juga:  Mengenali Tanda-tanda Alergi Makanan dan Cara Mengatasinya

A. Mengatasi Radang Sendi, Otot, Tulang

  • Tablet: dosis 50 mg, 4x sehari. Bisa juga 75 mg, 3x sehari dengan maksimum dosis per hari 300 mg.
  • Kapsul slow release: 100 – 200 mg, 1x per hari dengan maksimum 200 mg per harinya.
  • Suppositoria: dosis 100 mg, 1-2x per hari dengan maksimum dosis 200 mg per harinya.
  • Injeksi/suntikan: sesuai dengan kondisi pasien yang harus diberikan di bawah pengawasan dokter.

B. Mengatasi Nyeri di Bagian Tertentu

  • Plester 30 mg: tempelkan obat ke bagian yang terasa nyeri dalam 2x per hari.
  • Gel 2,5%: dioleskan 2 – 4x per hari dengan dosis maksimum 15 gram per hari dan maksimal diberikan selama 7 hari.

C. Terapi Setelah Operasi

  • Tablet: dosis 50 mg, 4x sehari. Bisa juga 75 mg, 3x sehari dengan maksimum dosis per hari 300 mg.
  • Kapsul slow release: 100 – 200 mg, 1x per hari dengan maksimum 200 mg per harinya.
  • Suppositoria: dosis 100 mg, 1-2x per hari dengan maksimum dosis 200 mg per harinya.
  • Injeksi/suntikan: sesuai dengan kondisi pasien yang harus diberikan di bawah pengawasan dokter.

D. Menangani Dismenore

  • Tablet: dosis 25 mg, 4x sehari. Bisa juga 60 mg, 3x sehari dengan maksimum dosis per hari 300 mg.
  • Kapsul slow release: 100 – 200 mg, 1x per hari dengan maksimum 200 mg per harinya.

E. Mengatasi Nyeri Lainnya

Untuk nyeri lain seperti nyeri haid, nyeri cedera, bengkak, sakit gigi,  atau lainnya, maka bisa diberikan dengan dosis:

  • Tablet: dosis 50 mg, 4x sehari. Bisa juga 75 mg, 3x sehari dengan maksimum dosis per hari 300 mg.
  • Kapsul slow release: 100 – 200 mg, 1x per hari dengan maksimum 200 mg per harinya.
  • Suppositoria: dosis 100 mg, 1-2x per hari dengan maksimum dosis 200 mg per harinya.
  • Injeksi/suntikan: sesuai dengan kondisi pasien yang harus diberikan di bawah pengawasan dokter.
Baca Juga:  Diet Ketogenik : Apa manfaat dan efek sampingnya?

Bagaimana Cara Menggunakan Ketoprofen?

Mengingat obat ini tergolong obat resep, maka dosisnya harus mengikuti resep dari dokter. 

Obat dalam bentuk tablet dan kapsul slow release dapat diminum dengan bantuan segelas air putih dalam kondisi utuh. Usahakan meminumnya setelah makan untuk menghindari sakit perut.

Sementara versi gel atau plester, gunakan dengan mengoleskan atau menempelkannya ke bagian yang sakit sesuai petunjuk yang tersedia.

Tipe supositoria bisa dimasukkan ke dubur 1x per hari sebelum tidur. Untuk tipe injeksi atau suntikan harus dilakukan di bawah pengawasan dari dokter.

Cara Penyimpanan

Simpan ketoprofen pada tempat yang sejuk, terlindung dari sinar matahari langsung, dan bebas dari jangkauan anak-anak.

Interaksi Ketoprofen dengan Obat Lain

  • Obat antihipertensi
  • Probenecid
  • Methotrexate
  • Kortikosteroid 
  • Antidepresan SSRI
  • Antikoagulan
  • Digoxin
  • ACE inhibitor
  • Diuretik
  • Trimethoprim
  • Tacrolimus
  • Ciclosporin

Peringatan dan Perhatian Menggunakan Ketoprofen

Konsultasikan ke dokter sebelum mengonsumsi obat ini terkait dengan beberapa kondisi seperti berikut ini:

  • Alergi terhadap ketoprofen
  • Punya penyakit dalam kronis
  • Sedang mengonsumsi obat/suplemen
  • Akan menjalani operasi
  • Sedang hamil atau menyusui
  • Hindari paparan sinar matahari langsung
  • Hindari penggunaan jangka panjang

Efek Samping dan Bahaya Ketoprofen

  • Mual
  • Serangan jantung
  • Diare
  • Sakit maag
  • Sesak napas
  • Gangguan ginjal
  • Sakit kepala
  • Sariawan
  • Perut kembung
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Sembelit
  • Insomnia
  • Ruam kulit

Alternatif Obat Sejenis Ketoprofen

  • Ketorolac 
  • Asam mefenamat
  • Diclofenac
  • Piroxicam
  • Nabumetone
  • Naproxen
  • Aspirin
  • Indomethacin
  • Meloxicam
  • Dexketoprofen
  • Etodolac

Kapan Harus ke Dokter?

Periksakan ke dokter apabila Anda mengalami gejala alergi akibat ketoprofen, termasuk saat mengalami reaksi efek samping, dan overdosis.

Narasumber:

dr. Ricky Setiawan

Dokter Umum

Primaya Hospital Betang Pambelum

 

Referensi:

  • Ketoprofen. https://www.healthline.com/health/drugs/ketoprofen-oral-capsule#drug-images. Diakses pada 12 April 2024.
  • Ketoprofen. http://dailymed.nlm.nih.gov/dailymed/drugInfo.cfm?setid=198a4140-f4c0-4478-9157-ee1d68d0bb96. Diakses pada 12 April 2024.

 

Share to :

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.