Diet keto menjadi bahan perbincangan sebagai metode penurunan berat badan ataupun cara meningkatkan kesehatan secara keseluruhan dalam beberapa tahun terakhir. Namun efektivitas dan keamanan metode ini masih menjadi pertanyaan. Artikel ini akan membahas secara mendalam ihwal diet keto alias ketogenik, termasuk manfaat, risiko, dan panduan untuk memulainya.
Mengenal Diet Keto
Diet keto adalah pola makan tinggi lemak, rendah karbohidrat, dan dengan protein yang cukup. Tujuannya, seperti dikutip dari Mayo Clinic, adalah memaksa tubuh memasuki keadaan metabolik yang disebut ketosis.
Apa itu ketosis? Secara normal, tubuh menggunakan glukosa (gula) dari karbohidrat sebagai bahan bakar utamanya. Ketika asupan karbohidrat dipangkas drastisโbiasanya menjadi kurang dari 50 gram per hari, atau setara dengan satu buah pisang ukuran sedangโtubuh kehabisan sumber energi utamanya. Sebagai respons, hati mulai memecah lemak menjadi asam lemak dan senyawa yang disebut keton. Keton inilah yang kemudian menjadi sumber energi alternatif bagi otak dan tubuh menggantikan glukosa.
Menurut Health Harvard, diet keto sangat berbeda dengan diet rendah karbohidrat populer lainnya seperti Atkins. Diet keto berfokus terutama pada lemak, sementara protein dikonsumsi dalam jumlah sedang untuk mencegah konversinya menjadi glukosa.
Diet keto sebenarnya awalnya digunakan untuk mengurangi frekuensi kejang epilepsi pada anak-anak. Meski kini dipraktikkan pula sebagai sarana penurunan berat badan, sebaiknya diet ini hanya dilakukan dalam jangka pendek. Diet ini juga bukan termasuk metode diet coba-coba mengingat adanya sederet risiko yang menyertai.
Potensi Manfaat Kesehatan Diet Keto
Selain menjadi terapi untuk pasien epilepsi, diet keto menjanjikan sejumlah manfaat kesehatan berdasarkan penelitian. Di antaranya:
Penurunan Berat Badan yang Efektif
Banyak penelitian menunjukkan diet keto dapat menjadi alat penurunan berat badan yang efektif, terutama dalam jangka pendek. Dengan mengonsumsi lemak dan protein yang lebih mengenyangkan serta menekan hormon pemicu lapar, orang cenderung makan lebih sedikit kalori secara alami. Sebuah ulasan studi di British Journal of Nutrition menunjukkan diet keto dapat menurunkan berat badan sedikit lebih banyak dibanding diet rendah lemak.
Pengelolaan Diabetes Tipe 2 dan Gula Darah
Diet keto dapat secara signifikan menurunkan kadar gula darah dan insulin. Sebuah studi lama di Annals of Internal Medicine menunjukkan peningkatan sensitivitas insulin hingga 75 persen pada kelompok yang menjalani diet rendah karbohidrat. Dengan mengurangi asupan karbohidrat, tubuh tidak perlu memproduksi banyak insulin. Hal ini dapat membantu mengelola resistansi insulin yang merupakan sumber masalah pada diabetes tipe 2.
Manfaat Neurologis Lainnya
Bukan hanya untuk epilepsi, ada juga potensi manfaat diet keto untuk kondisi neurologis lain, seperti Alzheimer dan Parkinson. Keton menyediakan sumber energi yang lebih efisien untuk sel-sel otak dan mungkin memiliki efek neuroprotektif (melindungi sel saraf).
Perbaikan Profil Lemak Darah
Meskipun kontroversial karena tingginya asupan lemak, pada beberapa orang, diet keto dapat meningkatkan kadar kolesterol HDL alias kolesterol baik dan menurunkan trigliserida secara signifikan jika mengonsumsi makanan yang tinggi lemak baik, yang merupakan faktor risiko penting untuk penyakit jantung.
Risiko Diet Keto
Walaupun diet keto menawarkan banyak manfaat, ada pula risiko dan efek samping yang perlu diperhatikan. Itulah sebabnya diet ini tidak bisa sembarangan dipraktikkan dan memerlukan konsultasi dengan dokter atau ahli gizi.
Keto Flu
Kumpulan gejala sementara yang dialami banyak orang saat tubuh beradaptasi dengan ketosis, biasanya dalam 2-7 hari pertama. Gejala tersebut meliputi sakit kepala, kelelahan, kabut otak, mudah tersinggung, mual, dan sulit tidur. Gejala ini sering kali disebabkan oleh dehidrasi dan hilangnya elektrolit seperti natrium, magnesium, dan kalium karena efek diuretik diet rendah karbohidrat.
Defisiensi Nutrisi dan Kekurangan Serat
Pembatasan konsumsi makanan utuh seperti biji-bijian dan kacang-kacangan serta banyak buah-buahan dapat meningkatkan risiko kekurangan vitamin (seperti vitamin B dan C) serta mineral (seperti selenium dan magnesium). Selain itu, asupan serat yang bisa menyebabkan sembelit.
Masalah Jantung dan Kolesterol
Diet keto sering kali dibarengi dengan konsumsi makanan seperti daging merah, mentega, dan minyak kelapa yang tinggi lemak jenuh. Hal ini dapat meningkatkan kadar kolesterol LDL atau kolesterol jahat pada sebagian orang sehingga meningkatkan risiko penyakit jantung.
Masalah Ginjal dan Hati
Diet tinggi protein dapat membebani ginjal, terutama pada orang dengan fungsi ginjal yang sudah menurun. Selain itu, metabolisme lemak yang tinggi dapat memperburuk kondisi hati yang sudah diderita sebelumnya.
Ketoasidosis
Meski jarang terjadi pada orang tanpa diabetes tipe 1, ketoasidosis adalah kondisi darurat medis yang terjadi ketika kadar keton dalam darah menjadi sangat tinggi dan membuat darah menjadi asam.
Sulit Dipertahankan dalam Jangka Panjang
Diet keto memiliki banyak pembatasan yang ketat sehingga cenderung sulit diikuti seumur hidup. Banyak orang yang kemudian berhenti dan berat badannya kembali ke semula setelah menjalani pola makan yang biasa (weight rebound).
Apakah Diet Keto Cocok untuk Anda?
Diet keto memang terbukti ampuh menurunkan berat badan. Tapi harus diingat bahwa semula metode diet ini digunakan untuk pengobatan kondisi medis seperti epilepsi. Diet keto bukan solusi ajaib bagi orang yang merasa kelebihan berat badan. Ada risiko kesehatan yang mesti diperhatikan dan menjadi poin pertimbangan sebelum mempraktikkannya.
Oleha karena itu, penting untuk konsultasi ke dokter spesialis gizi klinik ย sebelum memutuskan menjalani diet keto. Banyak ahli yang menyarankan metode diet yang lebih sederhana dan seimbang daripada pembatasan karbohidrat secara ekstrem seperti diet keto.
Ditinjau oleh:
Spesialis Gizi Klinik
Primaya Hospital Bekasi Utara
Referensi:
- Should you try the keto diet?. https://www.health.harvard.edu/staying-healthy/should-you-try-the-keto-diet. Diakses 22 Desember 2025
- The Ketogenic Diet: Clinical Applications, Evidence-based Indications, and Implementation. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK499830/. Diakses 22 Desember 2025
- Keto Diet: Is it right for you?. https://communityhealth.mayoclinic.org/featured-stories/keto-diet. Diakses 22 Desember 2025
- What can I eat on the keto diet?. https://www.healthline.com/nutrition/ketogenic-diet-101#diet-types. Diakses 22 Desember 2025
- Effect of a low-carbohydrate diet on appetite, blood glucose levels, and insulin resistance in obese patients with type 2 diabetes. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/15767618/. Diakses 22 Desember 2025
- Very-low-carbohydrate ketogenic diet v. low-fat diet for long-term weight loss: a meta-analysis of randomised controlled trials. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/23651522/. Diakses 22 Desember 2025



