Masalah kesehatan pada anak tidak hanya terbatas pada infeksi atau gangguan pencernaan. Salah satu kondisi yang sering luput dari perhatian adalah gangguan sistem urologi pada anak, misalnya gangguan pada ginjal, saluran kemih, kandung kemih, dan organ genital sejak bayi hingga remaja. Masalah urologi pada anak dapat berdampak jangka panjang bila tidak dikenali sejak dini, terlebih karena adanya banyak kasus bersifat bawaan yang terlambat terdeteksi, padahal memerlukan penanganan khusus sesuai tahap tumbuh kembang anak.
Untuk memastikan kesehatan urologi pada anak terpantau sejak dini, Primaya Hospital menyediakan layanan pemeriksaan dan penanganan urologi anak dengan dukungan dokter spesialis dan fasilitas medis lengkap. Kavacare siap membantu pendampingan konsultasi serta perawatan lanjutan di rumah agar proses pengobatan anak lebih nyaman dan terintegrasi. Hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777.
Jenis Penyakit Urologi pada Anak yang Sering Terjadi
Berikut beberapa penyakit urologi pada anak yang paling sering ditemukan, antara lain:
1. Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih merupakan masalah urologi pada anak yang cukup umum, terutama pada balita. Biasanya, disebabkan karena adanya anatomi saluran kemih yang masih pendek dan mudah terpapar bakteri dari luar, misalnya dari tinja. Gejalanya meliputi demam tanpa sebab jelas, nyeri saat buang air kecil, urin berbau menyengat, hingga anak menjadi rewel. ISK yang berulang dapat memengaruhi fungsi ginjal jika tidak ditangani dengan baik dan risikonya adalah komplikasi yang lebih serius hingga kerusakan ginjal.
2. Hidronefrosis
Hidronefrosis adalah pembengkakan ginjal akibat penumpukan urin. Kondisi ini termasuk gangguan urologi pada anak yang sering terdeteksi sejak bayi melalui USG. Penyebabnya bisa karena penyempitan atau sumbatan saluran kemih yang perlu pemantauan rutin dan bisa karena sebab kongenital atau riwayat infeksi yang menyebabkan striktur.
3. Hipospadia
Hipospadia merupakan kelainan bawaan pada anak laki-laki, di mana lubang saluran kencing tidak berada di ujung penis. Masalah urologi pada anak ini biasanya memerlukan tindakan operasi untuk memperbaiki fungsi berkemih dan perkembangan organ reproduksi.
4. Enuresis (Mengompol)
Mengompol pada usia tertentu masih dianggap normal. Namun, bila berlangsung hingga usia sekolah, kondisi ini dapat berkaitan dengan gangguan urologi pada anak, seperti kapasitas kandung kemih kecil atau gangguan kontrol saraf. Seringkali gangguan ini merupakan bagian dari sindrom tertentu, yang perlu ditangani dengan serius sedini mungkin.
5. Refluks Vesikoureter (RVU)
RVU terjadi ketika urin mengalir kembali dari kandung kemih ke ginjal. Penyakit urologi pada anak ini meningkatkan risiko infeksi berulang dan kerusakan ginjal bila tidak ditangani secara tepat.
Tanda-Tanda Gangguan Urologi pada Anak
Orang tua perlu waspada terhadap gejala berikut yang dapat mengindikasikan masalah urologi pada anak, antara lain:
- Nyeri atau menangis saat buang air kecil
- Frekuensi buang air kecil terlalu sering atau jarang
- Urin berdarah atau keruh
- Pembengkakan di perut atau area genital
- Demam berulang tanpa sebab jelas ataupun riwayat infeksi saluran kemih berulang, walaupun sudah ditangani dengan baik.
Deteksi dini masalah urologi pada anak sangat berperan dalam keberhasilan pengobatan.
Peran Orang Tua dalam Mencegah Masalah Urologi pada Anak
Beberapa langkah sederhana dapat membantu menjaga kesehatan urologi pada anak, antara lain:
1. Membiasakan Anak Minum Air Putih yang Cukup
Asupan cairan yang cukup membantu menjaga fungsi ginjal dan melancarkan aliran urin. Pada kasus gangguan urologi pada anak, serupa dengan kondisi orang dewasa, kurang minum dapat meningkatkan risiko infeksi saluran kemih dan pembentukan kristal atau batu urin. Seringkali, anak-anak tidak bisa menyampaikan bahwa mereka haus dan perlu minum. Oleh karenanya, orang tua dianjurkan membiasakan anak minum air putih secara bertahap sesuai usia dan aktivitas, terutama setelah bermain atau berolahraga.
2. Mengajarkan Kebiasaan Buang Air Kecil Secara Teratur
Menahan buang air kecil terlalu lama dapat menyebabkan kandung kemih meregang dan meningkatkan risiko gangguan urologi pada anak, seperti infeksi atau gangguan kontrol kandung kemih. Anak perlu diajarkan untuk buang air kecil setiap 2โ3 jam dan tidak menunda saat muncul rasa ingin berkemih, baik di rumah maupun di sekolah.
3. Menjaga Kebersihan Area Genital
Kebersihan area genital sangat penting dalam mencegah infeksi yang berkaitan dengan urologi pada anak. Orang tua perlu mengajarkan cara membersihkan area kemaluan dengan benar, dari arah depan ke belakang, serta mengganti pakaian dalam secara rutin. Pada bayi, popok harus diganti secara berkala untuk mencegah iritasi dan infeksi.
4. Segera Memeriksakan Anak Bila Muncul Gejala Mencurigakan
Demam tanpa sebab jelas, nyeri saat buang air kecil, perubahan warna atau bau urin, serta kebiasaan mengompol yang tidak sesuai usia dapat menjadi tanda gangguan urologi pada anak. Pemeriksaan sejak dini memungkinkan diagnosis cepat dan mencegah komplikasi yang dapat memengaruhi fungsi ginjal dan kualitas hidup anak di kemudian hari.
Penyakit urologi pada anak mencakup berbagai kondisi, mulai dari infeksi hingga kelainan bawaan. Dengan deteksi dini, penanganan yang tepat, serta dukungan fasilitas kesehatan yang memadai, gangguan urologi pada anak dapat ditangani secara optimal. Konsultasi rutin dengan dokter spesialis sangat dianjurkan untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap sehat.
Masalah urologi pada anak membutuhkan penanganan yang tepat dan berkelanjutan. Primaya Evasari Hospital dan Primaya Hospital PGI Cikini menyediakan layanan kesehatan anak dengan dukungan dokter spesialis, fasilitas diagnostik modern, serta pendekatan menyeluruh untuk memastikan tumbuh kembang anak tetap optimal.
Untuk kebutuhan pendampingan sebelum dan sesudah pemeriksaan di rumah sakit, Kavacare siap membantu melalui layanan konsultasi, koordinasi jadwal, hingga perawatan lanjutan di rumah. Dengan kolaborasi layanan rumah sakit dan homecare profesional, kesehatan anak dapat ditangani secara lebih nyaman dan terintegrasi. Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Kavacare Support di nomor WhatsApp 0811-1446-777.
Ditinjau oleh:
dr. Eddy Wiria, PhD
Co-Founder & CEO Kavacare
Referensi:
- Urologic Diseases – National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK). https://www.niddk.nih.gov/health-information/urologic-diseases. Diakses pada 19 Januari 2026.
- Urology – Cleveland Clinic. https://my.clevelandclinic.org/pediatrics/departments/urology. Diakses pada 19 Januari 2026.
- Infeksi Saluran Kemih pada Anak – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI). https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/infeksi-saluran-kemih-pada-anak-2. Diakses pada 19 Januari 2026



