Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi umum yang sering dianggap sepele, padahal bisa berkembang serius jika tidak ditangani. Di Indonesia, ISK memengaruhi jutaan orang setiap tahun, terutama wanita, anak, dan lansia. Banyak penderita mengabaikan gejala awal seperti anyang-anyangan karena mengira hanya kelelahan atau kurang minum.
Padahal, ISK yang naik ke ginjal (pielonefritis) bisa sebabkan kerusakan permanen, sepsis, atau gagal ginjal. Kaitan ISK dengan ginjal sangat erat karena bakteri dari saluran bawah bisa menyebar ke atas. Pencegahan sederhana seperti minum air cukup dan kebersihan bisa kurangi risiko hingga 50 persen. Dengan pemahaman gejala dini dan pencegahan, ISK bisa dicegah sebelum komplikasi.
Artikel ini membahas mendalam apa itu ISK, gejala pada saluran bawah dan atas, penyebab utama, cara diagnosis akurat, pengobatan efektif, komplikasi pada ginjal, pencegahan sehari-hari, serta kapan harus segera ke dokter agar saluran kemih dan ginjal tetap sehat.
Mengenal Infeksi Saluran Kemih (ISK)
Infeksi saluran kemih atau ISK adalah kondisi ketika bakteri menginfeksi salah satu bagian saluran kemih, mulai dari uretra, kandung kemih, ureter, hingga ginjal. Sebagian besar kasus merupakan ISK bawah atau sistitis, yaitu infeksi pada kandung kemih. Meski sering dianggap ringan, ISK yang tidak ditangani dengan baik dapat menyebar ke ginjal dan menyebabkan komplikasi serius.
ISK atas atau pielonefritis terjadi ketika bakteri naik hingga ke ginjal. Kondisi ini lebih berat karena dapat merusak jaringan ginjal, memicu demam tinggi, hingga menyebabkan sepsis jika terlambat ditangani.
Jenis ISK:
- ISK tidak rumit: umumnya terjadi pada wanita sehat tanpa penyakit penyerta, sering dipicu kebersihan yang kurang atau menahan buang air kecil
- ISK rumit: terjadi pada pria, ibu hamil, penderita diabetes, gangguan saraf kandung kemih, penggunaan kateter, atau adanya batu ginjal dan kelainan struktur saluran kemih
Wanita jauh lebih rentan mengalami ISK karena uretra lebih pendek dan letaknya dekat dengan anus, sehingga bakteri usus seperti Escherichia coli lebih mudah masuk ke saluran kemih. Aktivitas seksual, perubahan hormon, serta kebiasaan kurang minum juga meningkatkan risiko.
Secara umum, ISK diperkirakan menyerang sekitar 150 juta orang setiap tahun. Di Indonesia, angkanya diperkirakan serupa dengan tren dunia dan menjadi salah satu penyebab tersering kunjungan ke fasilitas kesehatan, baik di layanan primer maupun rumah sakit. Deteksi dan pengobatan dini sangat penting untuk mencegah terjadinya infeksi berulang dan kerusakan ginjal jangka panjang.
Menurut Centers for Disease Control and Prevention 2024, ISK adalah infeksi bakteri paling umum.
Gejala Infeksi Saluran Kemih
Gejala ISK bawah:
- Anyang-anyangan
- Nyeri saat kencing
- Kencing sering tapi sedikit
- Kencing keruh atau berdarah
- Nyeri suprapubik
Gejala ISK atas (ginjal):
- Demam tinggi
- Nyeri pinggang
- Mual muntah
- Lelah berat
Anak dan lansia gejala samar seperti rewel atau bingung.
Penyebab Infeksi Saluran Kemih
Penyebab utama E. coli dari usus.
Faktor risiko:
- Wanita: uretra pendek
- Kebersihan buruk
- Seks aktif
- Batu ginjal
- Diabetes
- Kateter urine
- Kehamilan
ISK atas sering dari ISK bawah naik.
Cara Dokter Mendiagnosis ISK
Diagnosis:
- Urinalisis strip
- Kultur urin
- USG ginjal jika rumit
- CT scan kasus berat
Diagnosis dini cegah penyebaran ke ginjal.
Cara Mengatasi atau Pengobatan ISK
Pengobatan:
- Antibiotik sesuai kultur
- Obat nyeri
- Hidrasi banyak
- Rawat inap ISK atas
Pengobatan tepat sembuhkan 90 persen kasus.
Komplikasi ISK dan Kaitan dengan Ginjal
Komplikasi:
- Pielonefritis
- Abses ginjal
- Sepsis
- Kerusakan ginjal permanen
- Gagal ginjal
ISK berulang tingkatkan risiko batu ginjal.
Pencegahan Infeksi Saluran Kemih
Pencegahan ISK berfokus pada mengurangi jumlah bakteri yang masuk ke saluran kemih serta menjaga aliran urine tetap lancar agar kuman tidak mudah berkembang biak. Langkah-langkah sederhana berikut terbukti efektif bila dilakukan konsisten:
- Minum air 2 hingga 3 liter per hari untuk membantu membilas bakteri keluar melalui urine dan mencegah urine terlalu pekat
- Kencing setelah berhubungan seksual guna mengeluarkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra saat aktivitas intim
- Menjaga kebersihan area genital dengan cara membersihkan dari depan ke belakang, terutama setelah buang air, untuk mencegah perpindahan bakteri dari anus ke uretra
- Menghindari penggunaan celana terlalu ketat atau bahan yang tidak menyerap keringat karena menciptakan lingkungan lembap yang disukai bakteri
- Mengonsumsi cranberry dalam jumlah moderat, baik jus tanpa gula atau ekstrak, karena mengandung proanthocyanidin yang dapat menghambat bakteri menempel di dinding saluran kemih
- Mengontrol diabetes dengan baik, karena kadar gula darah tinggi meningkatkan risiko infeksi dan memperlambat penyembuhan
Dengan menerapkan langkah-langkah pencegahan ini secara rutin, risiko infeksi saluran kemih dapat berkurang hingga sekitar 50 persen, terutama pada individu yang sering mengalami ISK berulang. Pencegahan konsisten jauh lebih efektif dibandingkan hanya mengandalkan pengobatan saat infeksi sudah terjadi.
Kapan Harus ke Dokter
Segera periksakan diri ke dokter jika Anda mengalami salah satu atau lebih kondisi berikut, karena dapat menandakan ISK yang sudah berat atau mulai menyebar ke ginjal:
- Demam tinggi, terutama bila disertai menggigil atau badan terasa sangat lemah
- Nyeri pinggang atau nyeri punggung bawah, tanda kemungkinan infeksi ginjal
- Muntah atau mual berat hingga sulit makan dan minum
- Kencing bercampur darah atau urine tampak keruh dan berbau tajam
- Gejala ISK tidak membaik atau justru memburuk setelah lebih dari 3 hari
ISK pada ibu hamil memerlukan perhatian khusus karena meningkatkan risiko infeksi ginjal, persalinan prematur, dan berat badan lahir rendah pada bayi. Oleh karena itu, setiap keluhan nyeri saat berkemih, anyang-anyangan, atau demam pada kehamilan sebaiknya segera dikonsultasikan meskipun keluhan terasa ringan. Deteksi dan terapi dini akan melindungi kesehatan ibu dan janin.
Informasi lengkap ISK dapat dibaca pada artikel layanan urologi dan layanan penyakit dalam dari Primaya Hospital.
Cegah ISK untuk Ginjal Sehat
Infeksi saluran kemih adalah kondisi yang bisa dicegah dan diobati jika dikenali dini. Dengan gejala, pencegahan, dan kaitan ginjal di atas, risiko komplikasi serius bisa dihindari.
Mulai hari ini: minum air cukup, jaga kebersihan, dan konsultasi dokter jika gejala. Ingat: ISK bukan masalah kecil — tapi ancaman ginjal jika diabaikan. Jaga saluran kemih untuk hidup bebas nyeri!
Ditinjau oleh:
dr. Diaswara Prabharani Sp.U, FICS
Spesialis Urologi
Primaya Evasari Hospital
Â
Referensi:
- Urinary Tract Infections. https://www.cdc.gov/uti/index.html. Diakses pada 20 Desember 2025.
- Urinary Tract Infection. https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/urinary-tract-infection/symptoms-causes/syc-20353447. Diakses pada 20 Desember 2025.
- Pedoman Penanganan Infeksi Saluran Kemih. https://www.perurologi.org/pedoman. Diakses pada 20 Desember 2025.
- Panduan Pencegahan Infeksi Saluran Kemih. https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-publik/Pedoman-ISK-2023.pdf. Diakses pada 20 Desember 2025.



