Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) untuk Pecahkan Batu Ginjal

Pecahkan Batu Ginjal dengan tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy). dr. Muhammad Fitrah, Sp.U - Spesialis Bedah Urologi

Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) merupakan prosedur tindakan untuk memecahkan batu di saluran kemih yang dilakukan dari luar tubuh. Jadi tanpa melukai tubuh dan tanpa memasukan alat apapun ke dalam tubuh, jelas dokter Muhammad Fitrah, Sp.U – Dokter Spesialis Urologi Primaya Hospital Bekasi Barat. “Prosedurnya bisa dilakukan saat pasien sadar tanpa pembiusan hanya diberikan obat penghilang rasa sakit. Lalu, pasien dengan posisi tidur, alat ESWL itu ditempelkan ke badan pasien dan dengan gelombang kejut. Batu ginjal akan dipecahkan sehingga pecahan-pecahan batu tadi yang ada di dalam tubuh pasien. Bisa dikeluarkan melalui kencing pasien,”ujar dokter spesialis urologi tersebut.

Mengapa melakukan Tindakan ESWL?

“Kenapa kita sampai melakukan tindakan  ESWL? Hal itu kita lakukan tindakan apabila pasien mengalami batu saluran kemih. Batu itu bisa mulai dari ginjal, disaluran bagian bawah yang kita sebut ureter bahkan sampai ke batu di kandung kemih atau biasa disebut batu bulih-bulih,” terang dokter spesialis Primaya Hospital Bekasi Barat. Prosedur ini bisa kita lakukan pada batu-batu yang ukurannya optimal untuk tindakan ESWL yaitu kurang dari 2 cm atau 20 mm.

Baca Juga:  Efek Samping dan Tips Sebelum Menjalani Terapi ESWL  

Tindakan ESWL ini dilakukan sekitar 1-1,5 jam tergantung dari besarnya batu itu sendiri dan posisi batu itu sehingga kita bisa tahu bahwa dari alat ini ada batas maksimalnya. “Antara batu ginjal dengan batu ureter memiliki perbedaan jumlah tembakannya. Jadi pasien tidak perlu takut karena tindakan ini tanpa memasukkan alat apapun dan pasien dapat dengan santai dilakukan,” tandasnya.

Sebelum dilakukan tindakan ESWL ini kita melakukan pemeriksaan penunjang. Di antaranya pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui fungsi darah dan fungsi faktor perdarahan serta faktor pembekuan darah. Sebab, hal itu penting pada saat ditembak nanti.

Selama prosedur tindakan ini pasien tidak usah berpuasa karena pada saat dilakukan tindakan ini tidak perlu pembiusan. Pada terapi ESWL, pasien hanya diberikan obat penghilang rasa sakit saja. Dan yang perlu diingat dan hati-hati adalah pasien dengan gangguan pendarahan. Apabila pasien itu mengkonsumsi obat-obat pengencer darah dan pada ibu hamil maka prosedur tindakan ESWL ini tidak bisa dilakukan karena akan berbahaya.

Baca Juga:  Teknologi PLDD (Percutaneus Laser Disc Decompression) Sebagai Terapi Saraf Terjepit di Tulang Belakang

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat.

Bagikan ke :