Tuberkulosis (TBC)

dr. Etty Sumiyeti, Sp.P, M.Kes - Spesialis Paru tuberkulosis

Tuberkulosis yaitu suatu kuman dengan nama Mycobacterium tuberculosis yang sering menyerang paru karena penyebaran dari kuman TBC adalah melalui udara atau air borne infection. Penyakit ini disebut TB Paru (Tuberkulosis Paru) karena sebanyak 78% memang mengenai paru. Namun, sebenarnya tuberkulosis itu bisa juga mengenai kelenjar getah bening, tulang, ginjal, atau mengenai otak yang disebut meningitis TB.

“Jadi penularan dapat terjadi melalui saluran nafas pada waktu kita bertemu dengan penderita TBC yang positif. Kebetulan penderita  tersebut batuk, lalu terhirup oleh kita yang sehat sehingga kita tertular oleh penyakit itu karena memang penularannya melalui udara,” ujar dr. Etty Sumiyeti, Sp.P. M.Kes – Dokter Spesialis Paru Primaya Hospital Bekasi.

Baca Juga:  Ragam Diabetes Mellitus

Pencegahan Tuberkulosis

Bagaimana cara mencegahnya? Dokter spesialis tersebut menjelaskan bahwa pencegahannya adalah sebaiknya bila kita dikeramaian umum atau kendaraan umum menggunakan masker. Penyakit ini bisa disembuhkan, hanya saja pengobatannya agak lama karena sifat khusus dari kuman mycobacterium tuberculosis yaitu pengobatannya minimal 6 bulan.

“Pada umumnya sebagian kalau berobat teratur bisa sembuh dengan baik. Tapi kalau berobat terputus-putus itu menimbulkan kumannya menjadi resisten terhadap obat,” terangnya. Masalah itulah yang menyebabkan Indonesia tidak tuntas pengobatan TBC. Hal ini disebabkan karena pasien atau penderita tidak tekun berobat selama 6 bulan sehingga menimbulkan kuman resisten.

“Bila kita tertular oleh kuman yang resisten itu pengobatannya lebih sulit, lebih lama lagi dan dengan obat yang khusus,” imbuhnya. Salah satu gejala TBC adalah batuk selama kurang 3 bulan kemudian demam, berat badan menurun, kadang-kadang muncul sesak napas. Bisa juga paling sering adalah batuk berdarah. “Jadi pasien datang dengan keluhan batuk berdarah, setelah di foto rontgen kemudian kita baru mengetahui bahwa ini adalah Tuberculosis Paru,” jelas dokter Etty.

Baca Juga:  Informasi Seputar ASI Eksklusif Untuk Bayi

Pada umumnya pasien TB diberi 4 panduan obat. 4 panduan obat itu diminum 2 bulan pertama yaitu fase intensif sisanya 4 bulan kemudian akan diberikan obat sekitar 2 atau 3 obat sampai 6 bulan. Tapi bilamana ada penyakit penyerta diabetes seperti HIV maka harus mendapatkan pengobatan tertentu.

Untuk berkonsultasi mengenai masalah kesehatan dan mendapat informasi paket-paket Medical Check Up, Anda dapat menghubungi Customer Care Primaya Hospital Bekasi Barat di 021 886 8888. Semoga bermanfaat.

Bagikan ke :