• Contact Center
  • Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot
  • Chatbot

Urine Keruh: Penyebab dan Tanda Masalah Kesehatan yang Perlu Diperhatikan

Urine biasanya identik dengan tidak berwarna (jernih) atau kuning jernih. Maka, ketika urine berubah warna seperti keruh, berkabut atau seperti susu, banyak orang langsung bertanya-tanya. Urine keruh memang mungkin menandakan adanya gangguan kesehatan. Namun diperlukan pemeriksaan lebih mendalam untuk memastikan potensi masalah kesehatan tersebut. Artikel ini akan mengulas penyebab urine keruh dan tanda-tanda masalah yang mesti diperhatikan.

urine keruh

Apa Itu Urine Keruh?

Urine keruh adalah kondisi ketika urine kehilangan kejernihan dan tampak buram atau berkabut. Dalam istilah medis, kondisi ini sering disebut cloudy urine atau turbid urine. Kekeruhan ini terjadi karena adanya partikel tambahan didalam urine, seperti sel darah putih, bakteri, kristal mineral, protein, atau lendir. Penelitian dalam jurnal PLOS One menunjukkan bahwa kekeruhan urine berkaitan dengan berbagai parameter kimia urine, termasuk kadar protein, berat jenis, dan warna urine.

Urine normal terdiri atas air, garam, dan produk pembuangan tubuh. Keseimbangan komponen-komponen ini mempengaruhi pH urine. Ketika terjadi perubahan keseimbangan, misalnya urine menjadi lebih basa (alkali), zat garam seperti fosfat dapat mengendap dan membuat kencing keruh. Makin banyak zat tersebut, makin tinggi tingkat kekeruhannya.

Kondisi urine keruh bisa bertahan lama atau menetap, bisa juga bersifat sementara tergantung penyebabnya. Warna urine berubah bisa menjadi indikator awal bagi seseorang untuk menjalani pemeriksaan skrining suatu penyakit seperti infeksi saluran kemih atau batu saluran kemih.

Penyebab Urine Keruh

Urine keruh adalah gejala akan adanya suatu kondisi yang mempengaruhi kandungan urine. Berikut ini beberapa penyebab urine keruh:

Dehidrasi Berat

Ini penyebab urine keruh yang paling umum. Ketika mengalami dehidrasi atau kekurangan cairan, ginjal akan menghemat air dengan memproduksi urine yang jauh lebih pekat. Konsentrasi zat limbah yang tinggi dibanding volume air akan membuat air kencing keruh dan terlihat pekat.

Infeksi Saluran Kemih (ISK)

Infeksi saluran kemih (ISK) terjadi ketika bakteri masuk ke sistem kemih. Tubuh akan mengirim sel darah putih (leukosit) untuk melawan bakteri tersebut. Penumpukan sel darah putih yang mati, bakteri, dan sel epitel inilah yang membuat urine keruh dan bau menyengat.

Baca Juga:  Penyebab Sakit Pinggang Sebelah Kanan

Kristaluria dan Batu Ginjal

Urine mengandung berbagai macam mineral, seperti kalsium, oksalat, dan asam urat. Jika kadar mineral ini terlalu tinggi atau volume urine terlalu sedikit, mineral tersebut akan membentuk kristal (kristaluria). Keberadaan kristal-kristal mikro inilah yang membuat urine keruh. Jika dibiarkan, kristal itu dapat mengendap menjadi batu ginjal.

Diabetes Melitus

Penderita diabetes yang kadar gula darahnya tidak terkontrol sering mengalami urine keruh. Ginjal akan berupaya membuang kelebihan glukosa melalui urine. Proses ini akan menarik lebih banyak air sehingga menyebabkan sering buang air kecil dan memicu munculnya badan keton yang membuat urine tampak keruh dan beraroma manis buah. Badan keton adalah senyawa asam yang diproduksi oleh hati saat tubuh membakar lemak alih-alih glukosa sebagai sumber energi lantaran kehabisan cadangan karbohidrat.

Proteinuria (Gejala Gangguan Ginjal)

Fungsi utama ginjal adalah menyaring limbah dan mempertahankan zat penting seperti protein. Jika saringan ginjal rusak, protein akan bocor ke dalam urine. Kondisi bernama proteinuria ini membuat urine tampak keruh dan sangat berbusa.

Diet dan Konsumsi Makanan Tertentu

Konsumsi makanan yang kaya akan fosfor seperti daging merah, susu, dan produk olahannya atau makanan tinggi purin dapat meningkatkan ekskresi kristal fosfat dan asam urat dalam urine. Hal ini membuat urine tampak keruh untuk sementara tapi tidak membahayakan.

Kondisi Langka dan Faktor Lain

Ada beberapa penyebab urine keruh yang lebih jarang tapi tetap perlu diketahui. Salah satunya Chyluria, yakni kondisi langka ketika cairan getah bening bocor ke saluran kemih sehingga urine tampak seperti susu. Kondisi ini dapat disebabkan oleh infeksi parasit atau kelainan pada sistem limfatik. Suhu dingin dan konsumsi obat tertentu seperti antibiotik rifampisin atau pengencer darah warfarin juga tercatat sebagai faktor yang mungkin memicu perubahan warna urine.

Tanda dan Gejala yang Perlu di Waspadai

Urine keruh yang disebabkan oleh dehidrasi biasanya akan hilang setelah kita minum cukup air. Adapun kekeruhan urine disertai patut diwaspadai jika disertai gejala-gejala berikut ini.

  • Nyeri atau rasa terbakar saat berkemih infeksi saluran kemih/infeksi menular seksual
  • Urine berwarna kemerahan atau kecokelatan kerusakan ginjal, batu ginjal, infeksi berat, atau keganasan saluran kemih.
  • Demam tinggi dan menggigil infeksi sudah menyebar ke ginjal
  • Nyeri hebat di pinggang atau punggung bawah indikasi kuat adanya batu ginjal atau sumbatan saluran kemih
  • Urine sangat berbusa dan tidak kunjung hilang kebocoran protein dalam jumlah besar
Baca Juga:  Operasi TURP, Cara Atasi Gangguan Kelenjar Prostat

Urine keruh adalah fenomena yang umum terjadi dan sering kali hanya sementara dan tidak berbahaya, terutama jika disebabkan oleh dehidrasi atau pola makan. Namun perubahan pada urine ini bisa menjadi alarm akan adanya berbagai masalah kesehatan, dari infeksi saluran kemih, batu ginjal, diabetes, hingga gangguan ginjal atau prostat. Karena itu, bila mendapati urine keruh yang disertai gejala-gejala di atas, sebaiknya jangan tunda mendatangi dokter untuk berkonsultasi.

Ditinjau oleh:

dr. Fandy Wicaksono, Sp. U, M. Ked.Klin

Spesialis Urologi

Primaya Hospital Semarang

Referensi:

Share to :

Cerita Pasien

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below