• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hidronefrosis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Hidronefrosis

Hidronefrosis adalah pembengkakan yang terjadi pada salah satu atau kedua ginjal karena penumpukan urine akibat sumbatan pada saluran kencing, sehingga urine tidak dapat mengalir ke kandung kemih. Gangguan kesehatan ini dapat terjadi pada semua usia, bahkan pada janin (hidronefrosis antenatal)

Mengenal Hidronefrosis

Hidronefrosis adalah kondisi yang terjadi tatkala saluran urine dari ginjal mengalami pembesaran atau penyumbatan sehingga urine tak bisa keluar dan menumpuk di dalam ginjal. Kondisi ini dapat menyebabkan tekanan yang berlebihan dan pada akhirnya ginjal bisa rusak bila tak segera mendapat perawatan medis. Hambatan atau sumbatan itu bisa dipicu oleh beragam hal, termasuk batu ginjal.

buat jani dokter primaya

Ginjal memiliki peran penting dalam penyaringan darah dan produksi urine. Ketika saluran urine terhambat, bisa terjadi penumpukan urine yang semestinya dibuang dari ginjal. Kondisi ini bisa terjadi pada salah satu ataupun kedua ginjal sekaligus. Biasanya hidronefrosis terjadi secara bertahap dan gejalanya mungkin tak langsung terlihat.

Menurut NHS, hidronefrosis bisa terjadi pada berbagai kalangan usia, termasuk bayi. Janin dalam kandungan pun bisa terdeteksi mengalami kondisi ini ketika diperiksa dengan ultrasonografi atau USG. Kondisi ini disebut sebagai hidronefrosis antenatal.

Secara umum, hidronefrosis tidak menyebabkan masalah kesehatan dalam jangka panjang bila terdiagnosis dan tertangani segera. Bila kondisi ini sudah berkembang, bisa terjadi komplikasi yang lebih serius, termasuk gagal ginjal. Karena itu, pemahaman akan hidronefrosis sangat penting untuk mengidentifikasi dan menangani kondisi ini dengan efektif.

Gejala

Gejala hidronefrosis lebih sering muncul pada orang dewasa daripada anak-anak. Bentuk gejala ini bergantung pada tingkat keparahan dan jumlah ginjal yang terpengaruh. Di antaranya:

  • Rasa nyeri atau ketidaknyamanan pada pinggang atau punggung bawah yang bisa muncul mendadak dan parah ataupun timbul-tenggelam dan makin terasa setelah banyak minum
  • Warna urine berubah menjadi gelap atau disertai darah
  • Rasa sakit atau sensasi terbakar saat buang air kecil
  • Merasa kelelahan dan tidak enak badan
  • Lebih jarang buang air kecil
  • Buang air kecil tidak tuntas
  • Aliran urine lemah
  • Mual dan muntah
Baca Juga:  Tindakan ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy) untuk Pecahkan Batu Ginjal

Penyebab

Penting untuk mengetahui penyebab hidronefrosis agar bisa merumuskan tindakan medis yang tepat. Seringnya hidronefrosis terjadi karena adanya penyumbatan pada saluran urine. Faktor pemicunya antara lain:

  • Batu ginjal
  • Tumor
  • Kelainan bawaan pada saluran urine
  • Infeksi saluran kemih
  • Pembesaran prostat pada pria
  • Kehamilan
  • Jaringan parut
  • Penggumpalan darah
  • Penyakit ginjal kronis
  • Prolaps organ panggul

Cara Dokter Mendiagnosis

Diagnosis sedini mungkin menjadi kunci untuk menangani hidronefrosis secara efektif. Bila terlambat, ginjal bisa mengalami kerusakan permanen. Dokter umumnya melakukan diagnosis dengan mengevaluasi kondisi kesehatan pasien secara umum, lalu beralih memeriksa tanda dan gejala yang terkait dengan urine. Dokter bisa mendeteksi adanya pembesaran ginjal lewat pijatan atau tekanan lembut pada perut dan pinggang.

Selain itu, diagnosis bisa dilakukan lewat:

  • Analisis urine untuk mendeteksi adanya infeksi atau batu yang bisa menyebabkan penyumbatan saluran urine
  • Tes darah untuk mengukur tingkat urea dan kreatinin yang bisa mengindikasikan seberapa jauh ginjal berfungsi
  • Prosedur pencitraan seperti computed tomography scan (CT scan) atau magnetic resonance imaging (MRI) yang bisa memberikan gambaran ginjal dan saluran urine lebih detail
  • Urografi intravena dengan menyuntikkan zat kontras ke pembuluh darah untuk melihat aliran urine dalam sistem perkemihan dengan lebih jelas
  • Pielografi renal dengan menyuntikkan zat kontras langsung ke saluran kemih agar diperoleh gambaran lebih detail akan ginjal dan saluran urine

Untuk kasus hidronefrosis pada janin dalam kandungan, biasanya terdeteksi ketika ibu menjalani pemeriksaan kehamilan rutin lewat prosedur USG.

Cara Mengatasi

Perawatan pasien hidronefrosis bergantung pada kondisi yang melatarinya. Meski kadang memerlukan tindakan operasi, kondisi ini tak jarang hilang sendiri tanpa perawatan khusus. Untuk hidronefrosis ringan hingga sedang, dokter mungkin menyarankan pemantauan kondisi secara berkelanjutan. Sebagai langkah antisipasi, dokter bisa meresepkan obat antibiotik untuk menurunkan risiko terkena infeksi saluran kemih.

Sedangkan buat hidronefrosis berat, yakni ketika ginjal sudah kepayahan menjalankan fungsinya, operasi menjadi pilihan utama untuk mengatasi penyumbatan yang menyebabkan hidronefrosis. Ada bermacam jenis operasi dan tindakan medis lain yang bisa dilakukan untuk mengatasi hidronefrosis, seperti:

  • Litotripsi yang merupakan prosedur untuk menghancurkan batu ginjal
  • Pemasangan stent di saluran urine agar aliran urine kembali lancar
  • Penyakit kronis yang berkaitan dengan ginjal
  • Pemberian antibiotik jika terjadi infeksi
Baca Juga:  Operasi TURP, Cara Atasi Gangguan Kelenjar Prostat

Komplikasi

Dengan diagnosis dini dan penanganan yang cepat, komplikasi hidronefrosis seperti di bawah ini bisa dicegah:

  • Infeksi ginjal
  • Tekanan darah tinggi
  • Gangguan fungsi ginjal atau kerusakan ginjal yang bisa jadi memerlukan prosedur cuci darah rutin hingga transplantasi ginjal
  • Pembentukan batu ginjal

Pencegahan

Pencegahan hidronefrosis melibatkan sederet upaya menjaga kesehatan ginjal dan sistem kemih secara umum, seperti:

  • Minum air yang cukup, setidaknya 2 liter sehari, tergantung kebutuhan masing-masing orang
  • Menjaga kesehatan saluran kemih agar tak terkena infeksi
  • Menjalani perawatan dan pemantauan rutin bila mengalami batu ginjal
  • Menerapkan gaya hidup sehat dan aktif
  • Tidak merokok
  • Mengendalikan tekanan dan gula darah

Kapan Harus ke Dokter?

Demi memperbesar peluang kesembuhan dan menekan risiko komplikasi, jangan tunda untuk mendatangi dokter bila ada gejala hidronefrosis. Terlebih jika gejala itu menandakan ada masalah serius pada ginjal. Keterlambatan diagnosis bisa meningkatkan risiko komplikasi yang lebih membahayakan.

Narasumber:

dr. Dyah Ratih Widyokirono, Sp. U, M.Ked.Klin

Spesialis Urologi

Primaya Hospital Depok

 

Referensi:

  • Hydroneprosis. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/781/hydroneprosis. Diakses 27 Januari 2024
  • Hydronephrosis of one kidney. https://medlineplus.gov/ency/article/000506.htm. Diakses 27 Januari 2024
  • Hydronephrosis. https://www.kidney.org/atoz/content/hydronephrosis. Diakses 27 Januari 2024
  • Hydronephrosis: A Defense Mechanism for the Kidneys. https://www.nationwidechildrens.org/family-resources-education/700childrens/2018/10/hydronephrosis. Diakses 27 Januari 2024
  • Hydronephrosis. https://www.denverurology.com/urology/hydronephrosis/. Diakses 27 Januari 2024
  • Grading of Hydronephrosis: An Ongoing Challenge. https://www.frontiersin.org/articles/10.3389/fped.2020.00458/full. Diakses 27 Januari 2024
  • Etiology of Hydronephrosis in adults and children: Ultrasonographic Assessment in 233 patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8377938/. Diakses 27 Januari 2024
  • Hydronephrosis and Hydroureter. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK563217/. Diakses 27 Januari 2024
  • Overview-Hydronephrosis. https://www.nhs.uk/conditions/hydronephrosis/. Diakses 27 Januari 2024
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.