• Emergency
  • 150 108

Pilek pada Anak, Kapan Harus ke Dokter Anak

Pilek pada Anak, Kapan Harus ke Dokter Anak

Jika anak tiba-tiba batuk dan hidung meler bersamaan dengan kenaikan suhu tubuh, jangan buru-buru panik. Mungkin anak sedang terserang pilek biasa. Pilek bukan penyakit yang sepele, tapi biasanya anak bisa sembuh sendiri dengan perawatan di rumah. Walau begitu, orang tua tetap harus waspada dan tahu kapan saatnya untuk datang ke dokter anak.

 


Mengenal Pilek pada Anak

Selagi dalam masa pertumbuhan, bukan hanya tinggi dan berat badan anak yang bertambah. Daya tahan tubuh alias sistem imun anak juga terus mengalami peningkatan. Maka tak mengherankan bila pada masa ini, anak lebih mudah terkena penyakit, salah satunya adalah pilek.

Pilek adalah penyakit yang paling banyak diderita anak-anak daripada penyakit lain. Berdasarkan penelitian, pada dua tahun pertama kehidupan, kebanyakan anak bisa mengalami pilek delapan hingga sepuluh kali. Bila di rumah ada anak yang sudah berusia sekolah, kemungkinan anak lain mengalami pilek pun jadi lebih besar karena pilek mudah menular di kalangan anak.

Beberapa orang tua langsung membawa anaknya ke dokter anak ketika menunjukkan gejala pilek. Ini langkah yang baik untuk berjaga-jaga, terutama jika gejala pilek tak kunjung hilang meski sudah ada pengobatan di rumah. Tapi sebenarnya tidak ada obat khusus untuk pilek. Tujuan perawatan adalah meredakan gejala agar anak merasa lebih baik. Sebagian besar pilek dapat hilang sendiri dalam beberapa hari, tidak berujung pada penyakit parah.

Berikut ini beberapa fakta tentang pilek pada anak:

  • Anak-anak bisa mengalami pilek 6-8 kali tiap tahun. Anak yang sudah bersekolah atau biasa dititipkan di tempat penitipan mungkin lebih sering terkena pilek.
  • Anak yang berusia 6 tahun ke atas lebih jarang terserang pilek, kecuali pada anak berbakat alergi.
  • Risiko pilek pada anak lebih tinggi saat musim hujan.
  • Pemicu pilek adalah infeksi berbagai macam virus, terutama rhinovirus

 

Gejala Pilek pada Anak

Saat virus penyebab pilek masuk ke tubuh anak dan berlipat ganda, anak akan mengalami beberapa gejala berikut ini:

  • Hidung meler (pertama-tama yang keluar cairan bening, lalu lendir yang kental dan sering berwarna), tersumbat atau bersin.
  • Demam 38,3–38,9 derajat Celsius, terutama saat malam hari
  • Nyeri kepala dan mata berair
  • Batuk disertai nyeri dan gatal tenggorokan
  • Berkurangnya daya penciuman dan pengecapan
  • Tidak mau makan dan rasa lemas pada tubuh
Baca Juga:  Efektivitas Vaksin Pneumonia untuk Anak

 

Penyebab Pilek pada Anak

Pilek terjadi karena infeksi virus yang berasal dari orang lain yang sedang terkena pilek. Virus itu membuat lapisan hidung dan tenggorokan meradang. Ada lebih dari 200 jenis virus yang bisa menyebabkan pilek, tapi kebanyakan penyebabnya adalah rhinovirus. Virus itu menyebar dengan tiga cara:

  • Udara: orang yang sakit pilek batuk atau bersin, lalu sejumlah kecil virus terhirup oleh anak yang berada di dekatnya.
  • Kontak langsung: orang yang sakit pilek menyentuh anak secara langsung, terutama bagian mulut, hidung, atau mata.
  • Kontak tidak langsung: orang yang sakit pilek menyentuh suatu benda, lalu benda itu disentuh oleh anak.

 

Diagnosis Pilek pada Anak

Diagnosis pilek ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik. Pada pilek, pemeriksaan penunjang tidak memiliki peranan penting, kecuali jika dicurigai penyebab terjadinya pilek adalah suatu infeksi atau reaksi alergi. Maka pemeriksaan laboratorium darah  dan test alergen seperti patch test atau prick test dapat dilakukan.

 

Perawatan Pilek pada Anak

Tidak ada obat untuk menyembuhkan anak yang pilek. Biasanya anak sembuh dengan sendirinya dalam waktu sekitar 7-10 hari. Antibiotik tidak dapat menjadi obat karena pilek disebabkan oleh virus, bukan bakteri. Dokter anak akan berfokus pada perawatan untuk membantu meredakan gejala hingga sembuh. Agar anak merasa lebih nyaman, biarkan mereka banyak beristirahat.

 

Cara lainnya adalah:

  • Memberikan banyak minum air putih atau jus buah segar
  • Menyuapi dengan sup hangat
  • Untuk meredakan hidung tersumbat, gunakan semprotan hidung mengandung garam yang bisa dibeli di apotek
  • Jauhkan anak dari asap rokok karena asap bisa membuat hidung dan tenggorokan makin teriritasi
  • Berikan obat penurun panas sesuai dengan resep dokter
  • Gunakan pelembap udara di kamar agar anak lebih mudah bernapas
Baca Juga:  Seputar Imunisasi Varisela pada Anak

 

Pencegahan Pilek pada Anak

Cara pencegahan pilek terbaik adalah menjaga jarak dengan orang yang sedang terkena pilek. Khususnya saat musim hujan, ketika lebih banyak orang berisiko sakit pilek. Bagi anak sekolah, gunakan masker jika banyak teman sekelas yang sedang pilek. Selain itu, biasakan anak rajin mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Terutama sebelum dan sesudah makan. Bila tidak ada air dan sabun, gunakan hand sanitizer. Tujuannya adalah mematikan virus bila tersentuh tangan. Jangan lupa juga lakukan vaksinasi influenza untuk melindungi anak dari penyakit flu.

 

Kapan Harus ke Dokter Anak

Dikutip dari American Academy of Family Physicians, orang tua perlu segera membawa anak pilek ke dokter bila ia menunjukkan salah satu atau beberapa gejala ini:

  • Demam tinggi dengan suhu tubuh mencapai 39,50 Celcius atau lebih.
  • Demam berlangsung lebih dari 3 hari.
  • Susah bernapas, bernapas dengan cepat atau mengi.
  • Warna kulit kebiruan.
  • Sakit telinga atau keluar cairan dari telinganya
  • Memperlihatkan gejala flu yang kemudian membaik, tetapi muncul lagi diikuti demam dan batuk yang lebih parah.
  • Kondisi medis kronis yang memburuk

Pilek yang berlangsung selama lebih dari dua minggu atau sering kambuh, bisa jadi sebenarnya tanda-tanda alergi atau sinusitis.

 

Narasumber

dr. Lili Sianawati Msc, SpA

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Semarang

 

Referensi:

DEGEORGE K.C, RING D.J, DALRYMPLE, S.N. Treatment of the Common Cold. Am Fam Physician. 2019 Sep 1;100(5):281-289.

Colds in children. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2722603/. Diakses 2 Januari 2021

Approach to Common Cold in Children. https://jpedres.org/archives/archive-detail/article-preview/approach-to-common-cold-in-children/10159. Diakses 2 Januari 2021

Common Cold in Children. https://www.urmc.rochester.edu/encyclopedia/content.aspx?contenttypeid=90&contentid=P02966. Diakses 2 Januari 2021

Common Cold. https://medlineplus.gov/commoncold.html. Diakses 2 Januari 2021

Influence of Attendance at Day Care on the Common Cold From Birth Through 13 Years of Age. https://jamanetwork.com/journals/jamapediatrics/fullarticle/191522. Diakses 2 Januari 2021

 

Bagikan ke :

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.