Bayi Tumbuh Gigi, Ini Cara Mengatasinya

Bayi Tumbuh Gigi, Ini Cara Mengatasinya

Bayi tumbuh gigi adalah periode yang menggembirakan tapi juga mengkhawatirkan. Di satu sisi, tumbuhnya gigi pada bayi menandakan perkembangan yang sesuai dengan harapan. Bayi bisa mulai diberi makan makanan padat karena dapat mengunyah. Di sisi lain, bayi akan lebih rewel dibanding biasanya ketika mulai tumbuh gigi.

 

Gejala Bayi Tumbuh Gigi

Periode bayi tumbuh gigi bervariasi pada setiap bayi. Umumnya gigi mulai muncul pada tahun pertama. Bahkan ada bayi yang lahir dengan gigi. Meski begitu, ada juga bayi yang mulai tumbuh gigi setelah berusia setahun. Anda dapat memeriksanya secara langsung dengan membuka mulut bayi secara hati-hati.

Seringnya ada gejala bayi tumbuh gigi yang bisa menjadi penanda bahwa sudah mulai ada gigi pada si kecil. Gejala ini berbeda-beda pada setiap bayi. Di antaranya:

  • Gusi menjadi merah
  • Pipi memerah
  • Bayi sering menggosok-gosok telinga
  • Bayi menggigit-gigiti banyak benda
  • Keluar air liur lebih banyak
  • Lebih rewel ketimbang biasanya
  • Susah makan
  • Susah tidur

Kondisi yang kerap dikaitkan dengan gejala bayi tumbuh gigi lainnya adalah demam. Namun demam bisa jadi merupakan gejala kondisi lain yang lebih serius. Orang tua perlu memeriksakan buah hatinya jika terjadi demam tinggi dan tidak turun-turun.

Yang pasti, bayi tampak merasa sakit ketika mulai tumbuh gigi. Meski begitu, kadar sakit yang dirasakan tiap bayi berlainan. Beberapa mungkin akan menjadi sangat rewel karena rasa tak nyaman akibat bayi tumbuh gigi. Tapi ada pula yang masih bisa mudah ditenangkan. Biasanya gejala ini muncul dalam tiga hingga lima hari sebelum bayi tumbuh gigi dan hilang dengan sendirinya begitu gigi menembus kulit gusi.

 

Cara Mengatasi Keluhan Saat Bayi Tumbuh Gigi

Orang tua yang menghadapi bayi tumbuh gigi bisa merasa senewen hingga emosional, terutama yang baru memiliki anak pertama. Orang tua tak perlu panik jika berada dalam situasi seperti ini. Kuncinya ada pada perhatian kepada bayi yang perlu ditingkatkan. Berikut ini cara mengatasi keluhan saat bayi tumbuh gigi.

Teething ring

Teething ring atau teether adalah mainan terbuat dari karet atau plastik yang aman untuk digigit-gigit ketika bayi tumbuh gigi. Teething ring berfungsi meredakan rasa tidak nyaman yang muncul dan mengalihkan bayi dari rasa sakit. Anda dapat mendinginkan teething ring dulu di dalam kulkas sebelum memberikannya kepada bayi. Tapi jangan terlalu dingin karena justru dapat merusak gusi bayi, terlebih jika memasukkannya ke freezer.

Makanan untuk dikunyah

Selain menggunakan teething ring, Anda bisa memberikan makanan sehat untuk dikunyah pada periode bayi tumbuh gigi. Makanan itu antara lain buah seperti apel dan melon serta sayuran seperti wortel. Olah dulu makanan itu sesuai dengan kebutuhan. Misalnya wortel perlu direbus dulu sebentar agar tak terlalu keras. Anda juga bisa memberikan biskuit bayi selain sayuran dan buah. Namun hindari makanan yang mengandung banyak gula karena berisiko menyebabkan kerusakan gigi pada bayi. Jangan lupa awasi bayi ketika mengunyah makanan untuk berjaga-jaga bila mereka tersedak.

Gosok gusi

Anda bisa membantu meredakan rasa sakit ketika bayi tumbuh gigi dengan menggosok gusinya. Gunakan kain bersih ketika menggosok. Gosok dengan lembut dan tanpa paksaan. Bila bayi menolak, hentikan segera karena malah bisa membuatnya bertambah rewel.

Parasetamol dan ibuprofen

Bila merasa bayi tampak kesakitan, Anda bisa memberikan parasetamol atau ibuprofen sesuai dengan dosis. Konsultasikan dulu ke dokter anak sebelumnya. Parasetamol atau ibuprofen biasanya diberikan untuk meringankan gejala bayi tumbuh gigi dan anak kecil berusia 3 bulan atau lebih.

Hibur dan dampingi

Kehadiran orang tua bisa membantu menenangkan bayi ketika tumbuh gigi. Ajaklah mereka bermain untuk mengalihkan perhatian dari rasa sakit pada gusi.

Ketika bayi tumbuh gigi, itulah saatnya orang tua mulai harus lebih memperhatikan kesehatan gigi dan mulut sang buah hati. Gigi yang tumbuh harus dirawat dengan cara rutin disikat menggunakan sikat khusus bayi. Selain itu, hindari makanan manis karena bisa merusak gigi.

 

Ditinjau oleh:

Dr Ria Yoanita,SpA

Dokter Spesialis Anak

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi:

http://www.unpad.ac.id/2013/10/kesehatan-gigi-susu-dapat-pengaruhi-tumbuh-kembang-anak/

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/kapan-anak-mulai-menggosok-gigi

https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/in-depth/teething/art-20046378

https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/teething-tips/

https://www.nhs.uk/conditions/pregnancy-and-baby/teething-and-tooth-care/

Bagikan ke :