Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar ASI Eksklusif

Pertanyaan yang Sering Diajukan Seputar ASI Eksklusif

Air susu ibu atau ASI eksklusif memberikan manfaat besar bagi bayi untuk proses tumbuh kembangnya. Banyak ibu yang tentu sudah memahami apa manfaat ASI eksklusif. Sayangnya, masih ada pula yang belum mengerti. Bahkan tidak sedikit yang mengaku paham tapi ternyata pemahamannya belum sepenuhnya benar.

Pemahaman terhadap ASI eksklusif memiliki peran penting dalam upaya pemberian ASI eksklusif yang sukses kepada buah hati. Meski demikian, pemahaman seputar ASI eksklusif membutuhkan pelaksanaan yang konkret alias ibu benar-benar memberikan ASI eksklusif kepada bayinya, tidak semata-mata menjadi teori di dalam kepala. Untuk membantu memahami seputar ASI eksklusif, berikut ini beberapa pernyataan yang sering diajukan.

 

Bagaimana Jika Susu Formula Diberikan Saat ASI Eksklusif?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyatakan ASI eksklusif berarti bayi hanya menerima air susu yang berasal dari ibu. Tak boleh ada cairan atau zat padat, termasuk air putih, selama periode ASI eksklusif. Pengecualian berlaku untuk rehidrasi oral atau pemberian vitamin, sirop, mineral, atau obat. Itu artinya pemberian susu formula menggagalkan program ASI eksklusif.

Periode pemberian ASI eksklusif berlangsung selama 6 bulan sesudah bayi lahir. Jadi selama itu bayi hanya boleh menerima air susu ibu langsung untuk memastikan keberhasilan ASI eksklusif. Kandungan gizi dan nutrisi dalam ASI sudah memadai bagi kebutuhan bayi. Susu formula dapat menjadi pelengkap setelah 6 bulan atau seusai periode ASI eksklusif. Meski demikian, asupan terbaik tetaplah ASI.

Baca Juga:  Terlambat Imunisasi Anak, Masih Bisakah Dikejar?

 

Bagaimana Cara Menyimpan dan Mencairkan ASI Perah?

Ikatan Dokter Anak Indonesia memiliki panduan cara menyimpan dan mencairkan ASI perah yang benar.

Cara menyimpan ASI perah:

  • Cuci tangan sebelum memerah dan menyimpan ASI.
  • Pastikan kebersihan wadah ASI. Sebaiknya pakai botol kaca atau plastik yang bebas bisphenol A atau BPA. Tutup rapat botol.
  • Jangan isi botol terlalu penuh karena volume ASI bakal naik dalam proses pembekuan.
  • Hindari menyimpan botol ASI di bagian pintu freezer.
  • Sesuaikan jumlah ASI dengan kebutuhan bayi.
  • Beri label berupa nama bayi dan tanggal perah ASI pada botol.
  • Pisahkan perahan ASI baru dengan ASI beku perahan sebelumnya.
  • Buang sisa ASI jika tidak habis, jangan bekukan lagi.
  • Agar ASI rata tercampur, putar-putar botol. Hindari mengocok ASI karena kandungan pentingnya bisa rusak.

Jenis tmpat penyimpanan mempengaruhi berapa lama ASI tersebut valid dan aman untuk konsumsi bayi. Bila menggunakan frezer plus lemari es satu pintu, durasinya 2 minggu. Jika memakai freezer plus lemari es dua pintu, lama penyimpananan 3-6 bulan. Adapun penyimpanan di freezer dengan pintu di atas memberikan usia lebih lama pada ASI perah, yakni 6-12 bulan.

Baca Juga:  Screening Jantung Anak: Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Cara mencairkan ASI perah:

  • Lihat label untuk mengecek tanggal. Cairkan yang lebih dulu masuk penyimpanan.
  • ASI tak mesti hangat ketika bayi meminumnya.
  • Sebelum mencairkan, pindahkan botol ASI beku dari freezer ke lemari es selama semalam. Atau masukkan ke wadah berisi air dingin hingga mencapai suhu yang sesuai untuk pemberian ASI.
  • Jangan mencairkan ASI dalam microwave karena justru bisa merusak kandungan ASI.
  • Jangan mencairkan ASI di atas kompor secara langsung. Lebih baik gunakan wadah berisi air hangat.
  • Teteskan sedikit ASI ke pergelangan tangan untuk memastikan ASI telah hangat.
  • Berikan ASI dalam 24 jam setelah cair. Buang sisanya.

 

Memberikan Obat Pada Bayi, Apakah Menggagalkan ASI Eksklusif?

Menurut panduan WHO, pemberian obat tidak menggagalkan ASI eksklusif. Ada beberapa kondisi bayi yang memang membutuhkan obat untuk keselamatan dirinya. Jika tak mendapat obat, justru nyawanya terancam. Namun sebaiknya tetap konsultasikan pemberian obat kepada dokter anak untuk mendapatkan saran yang sesuai dengan kebutuhan sang buah hati.

 

Bagaimana Cara Memberikan ASI Eksklusif Jika Ibu Bekerja?

Ibu bekerja sering menghadapi kendala dalam pemberian ASI eksklusif. Sebab, umumnya jatah cuti melahirkan hanya 3 bulan. Itu pun ada yang mengharuskan 1,5 bulan sebelum hari perkiraan lahir dan 1,5 bulan sesudah persalinan.

Baca Juga:  Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Hingga Usia 2 Tahun

Solusi atas masalah ini adalah pemberian ASI perah dalam botol. Pemberian ASI perah tidak menggagalkan ASI eksklusif karena air susu tetap berasal dari ibu, bukan susu formula. Pemerintah pun memberikan perlindungan kepada ibu bekerja untuk tetap dapat menyediakan ASI bagi bayinya lewat sejumlah peraturan. Misalnya penyediaan fasilitas khusus di tempat kerja untuk memerah ASI.

Upayakan memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan. Bila memungkinkan, tetap pertahankan pemberian ASI hingga usia anak 2 tahun untuk lebih banyak meraup manfaat dari ASI.

 

Ditinjau oleh:

dr. Citra Amelinda, Sp.A, M.Kes

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Timur

 

Referensi:

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/asi-eksklusif-pada-ibu-yang-bekerja

http://pergizi.org/images/stories/downloads/PP/pp%2033%202012%20ttg%20pemberian%20asi%20ekslusif.pdf

https://ombudsman.go.id/artikel/r/artikel–hak-menyusui-bagi-ibu-yang-bekerja

http://ejournal.litbang.kemkes.go.id/index.php/hsr/article/download/3050/3019

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/air-susu-ibu-dan-hak-bayi

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/penyimpanan-asi-perah

Bagikan ke :