Ciri ASI Basi dan Berapa Lama Daya Tahan ASI?

Ciri ASI Basi dan Berapa Lama Daya Tahan ASI_

Apakah bunda tahu ciri asi basi? Banyak ibu yang sekaligus berstatus wanita karier memilih memerah air susu agar program ASI eksklusif tuntas.  Ini cara yang tepat demi menyiasati terbatasnya kontak dengan bayi karena ibu harus bekerja. Dengan begitu, ASI eksklusif tetap berjalan dan baik ibu maupun bayi sama-sama mendapatkan manfaatnya.

ASI eksklusif memiliki banyak keunggulan. Tapi jangan sampai merasa “sayang” untuk membuang air susu ibu perahan jika memang sudah tak layak konsumsi. ASI eksklusif yang kedaluwarsa atau basi telah berkurang kandungan nutrisinya sehingga bayi tak menerima manfaat yang seharusnya. Dalam jangka panjang, ASI basi bisa membahayakan kesehatan bayi. Karena itu, para orang tua mesti memahami bagaimana cara menyimpan ASI yang benar dan berapa lama daya tahannya.

 

Daya Tahan ASI Sesuai Cara Menyimpannya

Berapa lama Anda dapat menyimpan ASI perahan secara aman tergantung metode penyimpanannya. Hanya, satu hal yang penting, sejumlah penelitian menemukan bahwa makin lama penyimpanan ASI, baik di lemari pendingin maupun di freezer, makin banyak kandungan vitamin C yang hilang dari ASI tersebut. Karena itu, manfaat ASI eksklusif akan berkurang.

Baca Juga:  Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Diberikan

Penting pula untuk mengetahui bahwa kebutuhan bayi akan kandungan ASI berubah seiring dengan pertambahan usianya. Kandungan ASI yang keluar saat bayi lahir tidak akan memenuhi kebutuhan bayi yang umurnya sudah beberapa bulan. Selain itu, penyimpanan ASI untuk bayi yang lahir prematur, sakit, atau tengah dalam perawatan di rumah sakit mungkin berbeda dengan cara menyimpan ASI eksklusif bagi bayi yang kondisi kesehatannya normal.

 

Berikut ini daya tahan ASI sesuai cara menyimpannya seperti dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia

Tempat Suhu Durasi Keterangan
Meja Maksimal 25 derajat Celsius 6-8 jam Wadah ASI harus tertutup rapat dan terjaga tetap dingin
Cooler bag Minus 25 hingga 4 derajat Celsius 24 jam Cooler bag harus tertutup rapat dan es batu bersentuhan dengan plastik atau botol ASI
Lemari es 4 derajat Celsius 5 hari Lokasi terbaik di bagian belakang
Freezer
Freezer pada lemari es satu pintu Minus 15 derajat Celsius 2 minggu Simpan di tempat paling belakang
Freezer pada lemari es dua pintu Minus 18 derajat Celsius 3-6 bulan
Freezer dengan pintu di atas Minus 20 derajat Celsius 6-12 bulan
Baca Juga:  Imunisasi Rotavirus, Manfaat, dan Kapan Vaksin Rotavirus Diberikan

 

Ciri-Ciri ASI Basi

Volume ASI yang keluar dari payudara ibu berlainan. Ada yang banyak, ada pula yang sedikit. Para ibu yang bisa memerah ASI dalam jumlah banyak harus memperhatikan penyimpanannya agar tidak basi. Ada kecenderungan para ibu menumpuk banyak kantong atau botol ASI di kulkas dan lupa melacak mana yang hasil perahan lama hingga menjadi basi.

Waspadai ciri-ciri ASI basi berikut ini agar bayi menerima manfaat ASI eksklusif secara optimal.

  1. Ada gumpalan

Perhatikan adanya dua lapisan ASI beku dalam kulkas. Pada bagian atas, ASI terlihat kental. Sedangkan pada bagian bawah encer. Pada ASI yang masih layak konsumsi, kedua lapisan itu akan menyatu begitu ASI yang sudah cair dan hangat diaduk.

Adapun ASI bisa jadi telah basi bila kedua lapisan tersebut tidak tercampur. Ketika Anda mengaduk atau mengocok ASI dalam botol, pada bagian atas permukaan akan muncul gumpalan. Gumpalan ini menjadi tanda bahwa ASI sudah basi.

  1. Rasanya masam
Baca Juga:  Manfaat Vaksin Influenza untuk Anak dan Efek Sampingnya

Rasa ASI perahan ibu pada dasarnya berbeda-beda karena bergantung pada makanan dan minuman asupan ibu. Namun satu hal yang pasti, bila rasa ASI masam, itu adalah tanda ASI basi. Meski begitu, ada juga kemungkinan rasa ASI menjadi masam karena metode penyimpanan dan pencairannya.

  1. Baunya tajam

Bau ASI yang tajam menandakan bahwa ASI itu telah kedaluwarsa. Enzim lipase dari ASI juga memunculkan bau seperti sabun atau logam, tapi hal ini wajar. Yang patut menjadi perhatian adalah bau tajam seperti susu sapi yang basi.

 

Ditinjau oleh:

dr. Ali Syaugi, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

https://www.kemkes.go.id/article/view/19080300001/begini-cara-pemberian-asi-yang-benar.html

https://www.idai.or.id/artikel/klinik/asi/penyimpanan-asi-perah

https://www.cdc.gov/breastfeeding/recommendations/handling_breastmilk.htm

Bagikan ke :