Imunisasi Hepatitis A, Manfaat, dan Kapan Vaksin Hepatitis A Diberikan

Imunisasi Hepatitis A, Manfaat, dan Kapan Vaksin Hepatitis A Diberikan

Peradangan hati akibat hepatitis A merupakan penyakit akut dan umumnya tidak berakibat fatal. Tapi hepatitis A masih menjadi penyakit endemis di Indonesia dan berbahaya bagi anak-anak, yang sistem imunnya belum matang. Gejala hepatitis A pada anak-anak kerap tidak tampak. Bila penyakit ini terus berkembang tanpa penanganan, bisa terjadi gagal hati akut yang bisa memicu fatalitas. Badan Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan imunisasi anak dengan vaksin hepatitis A untuk mencegah risiko itu.

WHO mencatat hepatitis A menyebabkan sekitar 7.134 kematian pada 2016 di seluruh dunia. Penyebab penyakit ini adalah virus hepatitis A yang antara lain menyebar lewat mulut. Pemicunya adalah sanitasi yang buruk dan pola hidup tidak higienis serta kurangnya air bersih. Di Indonesia, hepatitis A pernah menjadi kejadian luar biasa di beberapa daerah, seperti di Kabupaten Paser, Bengkulu, Kediri, dan Sijunjung. Pemerintah turut mengimbau pencegahan penularan hepatitis A dengan imunisasi anak sesuai dengan rekomendasi WHO. Saat ini terdapat vaksin anak dan dewasa untuk mencegah hepatitis A.

Baca Juga:  Persiapan Melahirkan Anak Pertama, Bunda Perlu Tahu

 

Apa Manfaat Imunisasi Hepatitis A

Terdapat lima jenis penyakit hepatitis, yakni A, B, C, D, dan E. Sedangkan yang berstatus endemis di Indonesia adalah hepatitis A, B, dan C. Ketimbang hepatitis B dan C, hepatitis A relatif tidak membahayakan jiwa penderitanya. Tapi tetap butuh pengendalian agar tidak terjadi wabah yang bisa merugikan masyarakat secara sosial ataupun ekonomi. Imunisasi anak bermanfaat sebagai upaya pengendalian selain perilaku hidup bersih.

Karena anak belum punya daya tahan tubuh yang memadai, risiko tertular virus hepatitis A lebih besar. Lewat imunisasi anak menggunakan vaksin hepatitis A, risiko penularan ke orang dewasa akan berkurang. Anak pun bisa terlindung dari infeksi virus sehingga dapat mencegah munculnya beban ekonomi dalam keluarga yang bisa terjadi jika anak harus menjalani perawatan di rumah sakit akibat tertular hepatitis A.

 

Kapan Imunisasi Dapat Diberikan?

Guna mengendalikan penyebaran hepatitis A, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengeluarkan rekomendasi imunisasi anak setelah berusia 2 tahun hingga 18 tahun. Vaksin hepatitis A bagi anak belum masuk program imunisasi wajib. Orang tua bisa mendapatkan vaksin anak di rumah sakit atau praktik dokter.

Baca Juga:  Imunisasi Influenza, Manfaat, dan Kapan Vaksin Influenza Diberikan

Imunisasi anak menggunakan vaksin dari virus hepatitis A yang dimatikan. Pemberiannya lewat suntikan ke lengan atas. Selain vaksin bagi anak, ada anjuran pemberian imunisasi bagi orang dewasa dalam kondisi tertentu, misalnya:

  • Hendak bepergian ke daerah endemis hepatitis A
  • Baru kembali dari lokasi penularan hepatitis A
  • Punya penyakit hati kronis
  • Berbagi tempat tinggal dengan penderita hepatitis A
  • Memiliki pekerjaan yang berhubungan dengan pasien atau penelitian mengenai hepatitis A
  • Pasien hepatitis B dan C kronis

 

Berapa Kali Vaksin Hepatitis A Diberikan?

Sesuai dengan rekomendasi IDAI, vaksin anak hepatitis A diberikan dalam 2 dosis pada periode usia 2-18 tahun. Dosis kedua diberikan dalam interval 6-12 bulan setelah dosis pertama. Sedangkan orang yang hendak pergi ke wilayah endemis hepatitis A sebaiknya menjalani imunisasi 2-4 pekan sebelum berangkat.

Orang yang pernah terinfeksi virus hepatitis A tidak perlu lagi mendapat imunisasi karena sudah ada antibodi di dalam tubuhnya. Antibodi ini terbentuk dalam sistem imun dari infeksi virus yang pertama dan dapat mencegah penularan untuk kedua kalinya.

Baca Juga:  Cara Mencegah Bayi Tertular Virus Corona

 

Efek Samping Vaksin Hepatitis A

Efek samping imunisasi anak dengan vaksin hepatitis A bersifat ringan dan sementara. Reaksi terjadi pada area penyuntikan vaksin, seperti rasa nyeri, memerah, dan bengkak. Ada pula laporan efek samping berupa sakit kepala dan demam serta kehilangan nafsu makan. Untuk mencegah efek samping yang membahayakan, imunisasi anak mesti ditunda bila sedang mengalami demam atau menderita penyakit kronis atau akut.

 

Ditinjau oleh:

dr. Tumpal Rajagukguk, MD, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

https://www.kemkes.go.id/resources/download/info-terkini/buku_saku_hepatitis_2020.pdf

https://archives.who.int/vaccines/en/hepatitisa.shtml

https://www.idai.or.id/artikel/seputar-kesehatan-anak/mengenal-hepatitis-a-pada-anak

https://www.cdc.gov/vaccinesafety/vaccines/hepatitis-a-vaccine.html

Bagikan ke :