Seputar Keterlambatan Bicara Pada Anak

Seputar Keterlambatan Bicara Pada Anak

Setiap orangtua pasti menantikan kata pertama yang terucap dari buah hati tercinta. Tapi bagaimana jika Anda tidak kunjung mendengar sepatah kata pun terlontar dari bibir mungil Si Kecil?

 

Dokter, anak saya sudah 2 tahun, kok bicaranya cuma 1 kata saja seperti mama, papa, tata ya? Anak-anak lain seusianya kok sudah banyak bicaranya?

Dok, anak saya sudah hampir 3 tahun, kok bicaranya seperti bahasa planet ya dok, hanya wawawawa, bagaimana bila tidak bisa mengikuti saat sekolah playgroup nanti ya dok?

 

Pertanyaan-pertanyaan tersebut seringkali ditanyakan oleh orangtua ketika membawa berobat ke dokter anak. Lambat bicara pada anak memang dapat menimbulkan kecemasan orangtua, namun terkadang anak dengan gangguan bicara dan bahasa terlambat mendapat perhatian karena orangtua berpikir Ah, tidak apa-apa, nanti juga bisa bicara atau Dia hanya terlambat mulai saja, nanti dia pasti akan mengejar. Keterlambatan bicara dan bahasa dialami oleh 5-8% anak usia prasekolah. Agar dapat mengetahui kapan seorang anak terlambat bicara, terlebih dahulu kita perlu mengenal tahapan perkembangan bicara normal.

 

Apa saja yang menyebabkan keterlambatan bicara?

Keterlambatan bicara dapat disebabkan gangguan pendengaran, gangguan pada otak (misalnya retardasi mental, gangguan bahasa spesifik reseptif dan/atau ekspresif), autisme, atau gangguan pada organ mulut yang menyebabkan anak sulit melafalkan kata-kata (dikenal sebagai gangguan artikulasi), gangguan perilaku, gangguan perkembangan umum, kurang stimulasi, masalah psikososial, maupun penyebab lainnya. Beberapa gangguan dapat terjadi bersamaan, misalnya anak dengan gangguan pendengaran juga memiliki gangguan perilaku.

Baca Juga:  Rentang Jarak yang Aman Memberikan Vaksin Anak

 

Untuk menegakkan diagnosis penyebab keterlambatan bicara, perlu pemeriksaan yang teliti oleh dokter, yang terkadang membutuhkan pendekatan multidisiplin oleh dokter anak, dokter THT, dan psikolog atau psikiater anak. Tata laksana keterlambatan bicara bergantung pada penyebabnya, dan juga melibatkan kerja sama antara dokter anak, dokter spesialis lain yang terkait, terapis wicara, dan tentunya orangtua.

 

Apa tanda bahaya gangguan bicara dan bahasa pada anak berdasarkan usianya?

Usia 0-6 bulan : Waspada bila tidak menoleh jika dipanggil namanya dari belakang, tidak ada babbling.

Usia 6-12 bulan : Waspada bila bayi tidak menunjuk dengan jari pada usia 12 bulan, ekspresi wajah kurang pada usia 12 bulan.

Usia 12-18 bulan : Waspada bila tidak ada kata berarti pada usia 16 bulan.

Usia 18-24 bulan : Waspada bila tidak ada kalimat 2 kata yang dapat dimengerti pada usia 24 bulan.

Apabila terdapat salah satu tanda waspada di atas, bawalah anak Anda ke dokter anak. Secara umum, pada usia berapapun, bawalah anak ke dokter jika ia menunjukkan kemunduran dalam kemampuan berbicara atau kemampuan sosialnya.

Baca Juga:  Tips Membawa Bayi Keluar Rumah di Tengah Pandemi Covid-19

 

Apa yang dapat dilakukan orangtua?

Orangtua dan lingkungan terdekat memegang peranan penting dalam perkembangan bicara dan bahasa seorang anak. Kosakata anak berbanding lurus dengan jumlah kata yang didengarnya pada masa kritikal perkembangan bicaranya. Hal-hal yang dapat dilakukan orangtua untuk mengoptimalkan perkembangan bicara dan bahasa anak antara lain:

  1. Rajin berbicara dan berkomunikasi dengan anak, dimulai pada masa bayi. Kapanpun, di manapun Anda berada bersama anak Anda, katakanlah apa yang sedang terjadi, apa yang sedang Anda lakukan, sebutkan nama benda-benda yang ditemui, mangajak bayi dan anak bercakap-cakap, memberi respon terhadap ocehan bayi dengan kata-kata sederhana, menjawab pertanyaan, atau bernyanyi. Walau bayi yang sangat muda belum bisa berbicara, kata-kata yang didengarnya akan menjadi bekal dalam perkembangan bicara dan bahasanya.
  2. Membacakan cerita dengan suara yang jelas adalah cara yang baik untuk meningkatkan kosakata anak. Bayi dan anak kecil biasanya tertarik pada cerita yang bersajak. Sembari membaca, anak dapat diajak menunjuk gambar dan menyebut nama benda yang ditunjuk. Gawai dan televisi bukan metode stimulasi yang baik.

Pahami tahap perkembangan normal pada anak. Lakukan pemeriksaan deteksi dini gangguan perkembangan secara berkala di fasilitas kesehatan Keterlambatan perkembangan bicara dan bahasa sebaiknya dapat dikenali oleh orangtua sedini mungkin, agar tata laksana yang diberikan dapat memaksimalkan kapasitas bicara dan bahasa yang dimiliki anak.

Baca Juga:  Seputar Imunisasi Japanese Encephalitis (JE) pada Anak

 

Ditinjau oleh:

dr. Ria Yoanita, Sp.A

Primaya Evasari Hospital

 

Referensi

Feldman HM. How young children learn language and speech. Pediatr Rev. 2019;40(8):398-411.

Soebadi, A. Keterlambatan bicara. 2013. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/keluhan-anak/keterlambatan-bicara (diakses tanggal 1 Juli 2020).

Sambo, CM. Mencegah terlambat bicara pada anak. 2017. https://www.idai.or.id/artikel/klinik/pengasuhan-anak/mencegah-terlambat-bicara-pada-anak (diakses tanggal 1 Juli 2020).

Bagikan ke :