• Emergency
  • 150 108
  • Chatbot

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Ketika mengalami perut kembung bayi menunjukkan perilaku yang mengkhawatirkan. Orang tua yang baru pertama kali memiliki bayi punĀ  akan merasa panik melihat buah hatinya yang terus rewel dan menangis akibat perut kembung. Bayi yang perutnya kembung memang cenderung menjadi rewel. Tapi orang tua sebaiknya tetap bersikap tenang ketika mendapati dugaan perut kembung pada bayi. Pada artikel cara mengatasi perut kembung pada bayi kami akan menjelaskannya lebih lanjut.

 


Perut Kembung pada Bayi, Apakah Berbahaya?

Salah satu masalah yang kerap terjadi pada bayi adalah perut kembung. Bayi berumur 0-3 bulan paling sering menunjukkan tanda dan gejala perut kembung, terutama menangis tanpa penyebab jelas. Karena itu, secara umum orang tua sebaiknya tidak panik bila melihat gejala perut kembung bayi.

Tanda dan gejala itu antara lain:

  • Sering kentut
  • Terus bergerak-gerak seperti merasa tidak nyaman
  • Menangis
  • Besendawa
  • Sulit tidur
  • Susah makan
  • Perut keras

Namun perut kembung juga merupakan salah satu penyebab utama kolik. Kolik adalah kondisi ketika bayi sehat berusia di bawah umur 3 bulan menangis selama lebih dari 3 jam tiap hari selama lebih dari 3 hari dalam seminggu. Tangisan ini bisa membuat orang tua merasa frustrasi. Kolik biasanya terjadi secara mendadak dengan tangisan yang keras dan terus-menerus.

Bila perut kembung bayi mengarah ke kondisi kolik, orang tua sebaiknya lebih waspada. Sebab, bisa membuat bayi tidak cukupĀ  beristirahat. Selain itu, bisa jadi ada pemicu selain perut kembung yang mengakibatkan bayi sangat rewel sehingga butuh pemeriksaan dokter.

 

Penyebab Perut Bayi Kembung

Penyebab utama perut kembung pada bayi adalah gas atau udara yang masuk dan terjebak di dalam perut. Contohnya:

1. Menelan udara saat minum air susu ibu

Posisi bayi yang salah saat minum ASI secara langsung bisa membuatnya menelan udara berlebih. Mulut bayi harus langsung mendapatkan puting, tidak terlalu lama menganga, sehingga tidak banyak udara yang masuk.

2. Menelan udara saat ngedot atau minum susu dengan botol

Bayi mungkin menelan udara terlalu banyak ketika minum susu menggunakan botol. Misalnya bayi minum terlalu cepat, minum dengan posisi tubuh berbaring, dan lubang dot terlalu besar. Bayi yang menggunakan pacifier atau ngedot juga lebih mungkin mengalami perut kembung.

Baca Juga:  ASI Eksklusif, Tips Pompa ASI agar Hasil Optimal

3. Menelan udara saat menangis

Saat menangis, bayi pasti membuka mulutnya. Bila menangis dalam waktu lama, mulutnya akan terbuka lebih lama sehingga lebih banyak udara yang mungkin masuk dan memicu perut kembung.

4. Posisi telentang

Bayi yang sering telentang lebih rentan mengalami perut kembung karena gas akan terjebak di usus dalam posisi tersebut.

5. Konsumsi makanan sumber gas

Makanan sumber gas yang terlalu banyak dikonsumsi ibu menyusui bisa menyebabkan perut kembung bayi yang meminum ASI. Begitu pula jika bayi diberi makanan pengganti ASI yang mengandung banyak gas.

6. Pemberian makanan/minuman tidak tepat

Bayi belum memiliki organ pencernaan yang matang. Jika diberi makanan atau minuman selain ASI yang susah dicerna, bisa terjadi masalah pencernaan, termasuk perut kembung.

 

Kondisi Bayi yang Berisiko Mengalami Perut Kembung?

Risiko perut kembung bayi lebih besar saat usianya 0-3 bulan. Bayi yang minum dengan botol lebih berisiko mengalami perut kembung. Sebab, penggunaan botol yang tidak tepat lebih sering terjadi. Orang tua juga sering kali kurang memperhatikan posisi bayi yang diberi susu lewat botol, terutama saat tidur.

Misalnya orang tua memberikan susu lewat botol sambil tiduran. Biasanya bayi dalam posisi telentang sehingga lebih rentang mengalami perut kembung. Demikian pula jika orang tua ketiduran sambil memegangi botol yang diminum bayi. Posisi dot mungkin meleset sehingga bayi menelan lebih banyak udara.

 

Cara Mengatasi Perut Kembung pada Bayi

Orang tua dapat mencoba mengatasi perut kembung bayi di rumah dengan teknik tertentu. Misalnya:

  • Pastikan mempraktikkan pelekatan yang baik saat memberikan ASI. Anda bisa berkonsultasi dengan dokter anak untuk mencegah perut bayi kembung akibat posisi menyusui yang keliru.
  • Bila memberikan susu dengan botol, pastikan ukuran lubang dot pas. Caranya, coba teteskan susu formula dingin lewat lubang itu. Bila ukurannya pas, susu akan menetes satu kali setiap detik.
  • Setelah memberikan susu, serdawakan bayi dengan cara menggendong bayi dalam posisi tegak dan menepuk lembut punggungnya.
  • Jangan berikan makanan atau minuman selain ASI/susu formula sebelum usia bayi 6 bulan.
  • Usap punggung bayi searah jarum jam dengan minyak telon.
  • Pijat lembut bayi dalam posisi tengkurap di atas kedua paha.
  • Berikan susu sebelum bayi kelaparan.
  • Tidak terlalu banyak makan makanan yang mengandung gas
Baca Juga:  Seputar Imunisasi Varisela pada Anak

 

Apakah Perut Kembung Bayi Bisa Sembuh Sendiri?

Perut kembung bayi bisa sembuh sendiri ketika gas atau udara yang terperangkap di dalam keluar dari tubuh. Keluarnya gas bisa lewat tahak, serdawa, atau kentut. Untuk membantu bayi mengeluarkan gas tersebut, orang tua bisa melakukan cara-cara di atas untuk mengatasi perut bayi yang kembung.

Seiring dengan pertambahan usia, sistem pencernaan bayi akan lebih matang. Dengan begitu, risiko perut kembung pada bayi akan berkurang. Orang tua pun bisa memberikan makanan dan minuman yang lebih bervariasi tanpa khawatir perut buah hati kembung.

 

Kapan Harus ke Dokter?

Kebanyakan perut kembung bayi tidak membahayakan dan bisa disembuhkan sendiri dengan cepat. Namun ada kemungkinan perut kembung menjadi tanda awal adanya masalah yang lebih serius pada sistem pencernaan. Segera datangi dokter bila bayi demam tinggi lebih dari 38 derajat Celsius, tidak kunjung buang air besar selama lebih dari tiga hari, mengeluarkan tinja bercampur darah, atau muntah-muntah. Bayi yang menunjukkan tanda kolik juga mesti segera diperiksakan ke dokter agar mendapat penanganan medis yang lebih baik.

 

Reviewed by

dr. Ketut Indriani, SpA.,MH.Kes

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Pasar Kemis

 

Referensi:

Clinical characteristics of abdominal distention in early newborns. https://pubmed.ncbi.nlm.nih.gov/24342199/. Diakses 4 Mei 2022

Causes and how to relieve gas in a baby. https://www.medicalnewstoday.com/articles/324725. Diakses 4 Mei 2022

Pathophysiology, Evaluation, and Treatment of Bloating. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3264926/. Diakses 4 Mei 2022

Infant Gas: How to Prevent and Treat It. https://www.webmd.com/parenting/baby/features/infant-gas. Diakses 4 Mei 2022

Infantile Colic: Recognition and Treatment. https://www.aafp.org/afp/2015/1001/p577.html. Diakses 4 Mei 2022

Have a Gassy Baby? What to Know About Infant Gas Symptoms, Remedies and Causes. https://www.whattoexpect.com/first-year/care/gassy-baby/. Diakses 4 Mei 2022

Bagikan ke :

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.