• Emergency
  • 150 108

Penyebab Hepatitis Akut, Benarkah Karena adenovirus?

Penyebab Hepatitis Akut, Benarkah Karena adenovirus

Munculnya laporan tentang penyakit hepatitis akut berat di Eropa, Amerika Utara, dan Asia pada April 2022 menjadi pembicaraan di masyarakat. Ada dugaan penyakit yang muncul di kalangan anak-anak ini terdeteksi sejak Oktober 2021 di Amerika Serikat. Menurut penelitian awal, ada kemungkinan penyebab hepatitis akut ini adalah adenovirus tipe 41 karena beberapa anak yang dirawat karena dugaan hepatitis akut diketahui terjangkit virus tersebut.

 


Penyebab Hepatitis Akut Berat?

Badan Kesehatan Dunia (WHO) mulanya mengumumkan kemunculan hepatitis akut lewat laporan “Acute hepatitis of unknown aetiology – the United Kingdom of Great Britain and Northern Ireland” pada 15 April 2022. Hepatitis ini memunculkan kekhawatiran karena tidak diketahui penyebabnya dan ada beberapa pasien anak yang meninggal.

Lalu pada 23 April 2022 WHO memperbarui laporan itu dengan “Multi-Country – Acute, severe hepatitis of unknown origin in children”. Dalam laporan ini disebutkan jumlah negara yang melaporkan adanya hepatitis akut yang tak diketahui penyebabnya bertambah. Selain itu, disebutkan bahwa adenovirus adalah salah satu kemungkinan penyebab penyakit ini, tapi investigasi masih berlangsung.

Hepatitis adalah peradangan atau inflamasi yang terjadi pada organ hati. Umumnya, seseorang mengalami hepatitis karena infeksi virus. Terdapat lima tipe utama virus hepatitis, yakni A, B, C, D, dan E. Hepatitis A dan E umumnya menyebar lewat air atau makanan. Sedangkan hepatitis B, C, dan D menular lewat kontak langsung dengan cairan dari tubuh individu yang terjangkit virus tersebut.

Hepatitis juga bisa dialami seseorang karena pengaruh alkohol, obat-obatan, penyakit autoimun, dan faktor lain yang menyebabkan peradangan hati. Sedangkan hepatitis akut berat yang masuk laporan WHO tak diketahui penyebabnya. Ketika pasien dites untuk mencari virus hepatitis, semuanya tak ada. Namun pada beberapa pasien ditemukan adenovirus tipe 41 sehingga para peneliti mengambil hipotesis adenovirus sebagai pemicu penyakit tersebut.

Dalam kasus Oktober 2021 di Alabama, Amerika Serikat, lima pasien anak yang dirawat karena peradangan hati diketahui negatif hepatitis A, B, dan C, tapi semuanya positif adenovirus. Dalam peninjauan catatan rumah sakit lantas ditemukan empat pasien lain yang didiagnosis menderita hepatitis dan ditemukan infeksi adenovirus.

Baca Juga:  Imunisasi Tifoid, Manfaat, dan Kapan Vaksin Tifoid Dilakukan

Beberapa kemungkinan faktor penyebab sudah disingkirkan dari hipotesis pemicu hepatitis di Alabama, termasuk SARS-CoV-2 yang menyebabkan Covid-19, bakteri, infeksi saluran pencernaan, penyakit autoimun, dan penyakit genetik Wilson.

Usia anak yang dirawat itu 1-6 tahun dan semuanya dalam kondisi sehat sebelum masuk rumah sakit. Tidak ada penyakit bawaan. Semua pasien tersebut sudah pulih. Namun ada laporan meninggalnya sejumlah anak di beberapa negara yang dirawat dengan dugaan menderita hepatitis akut berat, termasuk di Indonesia.

 

Apa Itu Adenovirus, Benarkah Penyebab Hepatitis Akut?

Adenovirus adalah keluarga virus yang bisa menyebabkan berbagai masalah kesehatan pada manusia, dari batuk-pilek hingga infeksi saluran pencernaan. Saat pandemi Covid-19 melanda, para ilmuwan juga menggunakan adenovirus sebagai salah satu basis pembuatan vaksin Covid-19.

Terdapat 88 tipe adenovirus yang bisa menginfeksi manusia. Tipe itu bisa dikelompokkan menjadi tujuh spesies berbeda, yakni A, B, C, D, E, F, dan G. Adenovirus ada sepanjang waktu, yang berarti tidak bersifat musiman layaknya virus influenza. Ada beberapa jenis adenovirus yang bisa menginfeksi hewan bertulang belakang, seperti mamalia, burung, dan reptil.

Pada manusia, sebagian besar infeksi adenovirus menyebabkan gejala pernapasan yang ringan. Namun ada juga kemungkinan virus ini memicu penyakit berat, terutama pada orang yang punya masalah sistem imun dan memiliki penyakit jantung serta pernapasan. Penyakit yang bisa terjadi karena infeksi adenovirus antara lain:

  • Konjungtivitis (mata merah karena peradangan selaput mata)
  • Bronkitis (peradangan saluran udara di paru-paru)
  • Pneumonia (peradangan paru-paru)
  • Gastroenteritis akut (peradangan usus)

Jika adenovirus menyebabkan gastroenteritis, akan muncul gejala seperti diare, mual dan muntah, serta sakit perut yang mirip dengan sebagian gejala hepatitis.

 

Bagaimana Adenovirus Menular

Ada setidaknya dua cara utama penularan adenovirus, yakni lewat saluran pernapasan dan saluran pencernaan.

Saluran pernapasan: infeksi pernapasan terjadi akibat kontak dengan orang yang terjangkit adenovirus atau benda mati yang terkontaminasi virus tersebut. Virus ini bisa terdapat pada droplet atau percikan cairan yang keluar lewat bersin atau batuk. Ketika orang yang sehat menghirup droplet dari orang yang terinfeksi, akan terjadi penularan. Penularan juga bisa terjadi jika orang yang sehat memegang benda seperti pegangan pintu, baju, atau mainan anak yang telah terkontaminasi droplet adenovirus.

Baca Juga:  Klinik Tumbuh Kembang Anak: Pelayanan, Tim Dokter dan Fasilitas

Saluran pencernaan: infeksi adenovirus lewat saluran pencernaan biasanya terjadi melalui kontak fekal-oral, yakni virus berasal dari tinja yang mengontaminasi makanan atau air. Penularan adenovirus lewat saluran pencernaan biasanya terjadi karena kurangnya perhatian terhadap kebersihan diri dan lingkungan.

 

Kapan ke Dokter

Sebagian besar infeksi adenovirus menyebabkan gejala yang ringan. Gejala itu juga kadang mirip dengan penyakit lain, termasuk hepatitis. Hepatitis akut berat yang tak diketahui penyebabnya saat ini baru dilaporkan menginfeksi anak-anak. Tapi tak tertutup kemungkinan orang dewasa juga dapat terjangkit.

Jika Anda atau anak Anda mengalami gejala infeksi adenovirus, cobalah melakukan perawatan sendiri dulu dengan banyak beristirahat, minum air putih yang banyak, dan mengonsumsi obat sesuai dengan gejala yang dirasakan. Namun jika gejala tak kunjung membaik atau Anda tidak yakin, sebaiknya segera datangi rumah sakit untuk berkonsultasi dengan dokter demi mendapatkan hasil diagnosis yang pasti.

 

Reviewed by

dr. Fith Dahlan, Sp.A.

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Makassar

Referensi:

Bagikan ke :

Buat Janji Dokter

Promo

Masuk ke Akun Anda dibawah ini

Isi form dibawah ini untuk melakukan pendaftaran

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.