• Ambulance
  • 150 108
  • Chatbot

Tantrum pada Anak: Penyebab, Gejala dan Cara Penanganan

tantrum pada anak

Para orang tua wajib tahu beberapa sifat anak-anak agar nantinya bisa mengambil sikap yang baik ketika menghadapinya. Salah satu masalah paling umum adalah tantrum pada anak dengan gejala yang biasa bahkan hingga memukul-mukul orang di sekitarnya.

Jangan sampai langsung terpicu emosi saat menghadapinya, ketahui terlebih dahulu apa itu tantrum, penyebab, gejala dan penanganannya. Sebab gejala tantrum sendiri bisa anak tunjukkan sewaktu-waktu, termasuk di tempat ramai.

buat jani dokter primaya

Pengertian Tantrum 

tantrum pada anak

Anda tentu bertanya-tanya, sebenarnya apa itu tantrum? Bagi yang belum tahu, tantrum merupakan kondisi di mana anak mengalami ledakan emosi. Biasanya mereka akan menunjukkan beberapa tanda seperti marah, berteriak, membangkang, menangis, menjerit keras, melempar barang hingga memukul.

Sebenarnya tantrum merupakan hal yang cukup wajar, tetapi tetap perlu mengetahui bagaimana cara mengatasinya agar para orang tua dapat mengendalikan emosinya. Sangat tidak disarankan melakukan kekerasan atau malah mengunci anak di dalam kamar mandi saat mereka mengalami tantrum.

Tantrum sendiri muncul akibat balita belum bisa mengetahui emosi yang mereka rasakan. Akhirnya mereka lebih memilih meluapkan emosinya baik berupa kemarahan, kesedihan, keinginan yang terpendam dengan menangis atau marah-marah.

Gejala Tantrum pada Anak 

gejala tantrum pada anak

Meski sama-sama menangis, tetapi antara tantrum dan menangis biasa cukup berbeda. Ada beberapa gejala tantrum yang perlu para bunda waspadai apalagi jika sudah melebihi batas normal. Berikut penjelasannya:

  • Menangis, menjerit, dan berteriak
  • Merengek
  • Menahan napas
  • Menendang dan memukul
  • Mendorong
  • Lemas
  • Menegangkan badan dan meronta-ronta tubuhnya
  • Melempar barang

Pada kondisi lebih parah, anak yang mengalami tantrum akan menunjukkan gejala cenderung agresif. Berikut gejala tantrum yang melebihi batas wajar:

  • Anak sering mengamuk dalam waktu yang lama
  • Frekuensi mengamuk yang mereka tunjukkan cukup sering
  • Saat mengamuk, melakukan mereka sering melakukan kontak fisik dengan orang lain
  • Marah-marah sampai memukuli diri sendiri, seperti menampar, menjambak rambut, hingga guling-guling di tanah.

Penyebab Tantrum yang Paling Umum 

penyebab tantrum pada anak

Membahas penyebab tantrum. pada masing-masing anak bisa saja berbeda. Paling sering adalah karena keinginannya tidak terpenuhi, misalnya ketika meminta mainan atau makanan yang seharusnya tidak mereka konsumsi dalam jumlah banyak.

  • Temperamen Anak: Ada anak yang cenderung mudah marah, ada juga yang lebih santai dalam menghadapi persoalan. Temperamen sendiri memberi pengaruh pada reaksi mereka terhadap hal-hal yang membuat frustrasi atau perubahan lingkungan mereka.
  • Stres, kelaparan, kelelahan, dan stimulasi berlebihan: Pernah melihat buah hati yang tiba-tiba menangis sangat kencang setelah melakukan perjalanan jauh? hal itu bisa karena kelelahan serta situasi lingkungan tidak mendukung.
  • Mengalami situasi yang sulit bagi anak-anak: Meski terlihat biasa bagi orang dewasa, tetapi ada banyak situasi yang terlihat rumit bagi anak-anak. Sebagai contohnya adalah bagian kepala robotnya lepas. Mereka beranggapan jika mainannya sudah rusak dan takut orang tuanya marah, hasilnya mereka menangis sejadi-jadinya.
Baca Juga:  Menangani Konstipasi dan Sulit Makan pada Anak

Cara Dokter Mendiagnosa

diagnosa dokter anak

Sebenarnya tidak perlu langsung membawa anak ke dokter saat mereka mengalami tantrum. Apabila gejalanya masih ringan dan intensitas tantrumnya masih terkendali, maka sebaiknya ibu mengatasinya sendiri menggunakan trik khusus.

Namun jika gejalanya sudah tidak terkendali dan konsentrasi tantrumnya terjadi sangat sering hingga mempengaruhi pada emosi anak, sesegera mungkin konsultasikan ke dokter berpengalaman.

Nantinya dokter akan melihat gejala serta reaksi anak ketika mengalami tantrum. Selanjutnya mereka akan mendiagnosa serta memberikan tips dan trik ketika anak tersebut tantrum lagi setelah kembali ke rumah.

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah gejala yang anak tunjukkan merupakan gejala tantrum atau gangguan kesehatan mental. Diagnosa sejak dini dapat membantu mengefektifkan penanganannya.

Cara Mengatasi Tantrum yang Tepat 

cara mengatasi tantrum pada anak

Mengatasi tantrum dengan cara yang tepat akan mempercepat berhentinya tantrum. Menariknya, emosional anak juga bisa terbentuk dengan baik, sehingga ketika dewasa mereka bisa mengendalikan dirinya saat marah atau mengalami masa-masa sulit.

Bukan dengan memukul, membentak, atau marah-marah, mengatasi tantrum pada anak ada trik jitunya. Ingin tahu bagaimana itu? Berikut pembahasannya:

  • Perlu buah hati untuk meredakan emosinya yang sedang membara. Saat memeluknya, berikan juga tepukan halus pada punggung.
  • Pastikan emosi Anda stabil dan usahakan untuk terus menemaninya agar anak tidak merasa terabaikan. Langkah tersebut juga untuk menghindari tindakan nekat, misalnya memukul tubuhnya sendiri atau lari ke tempat berbahaya.
  • Ajak melihat atau membeli makanan favoritnya, tetapi tetap beri kesempatan buah hati mengekspresikan emosinya.
  • Jangan sampai memberikan hukuman fisik, sebab tindakan ini akan terbawa hingga dewasa, bahan dapat membentuk karakternya menjadi orang yang suka melakukan tindakan kriminal ketika emosinya terpancing.
  • Apabila tantrumnya sudah mereda, ajak mereka berbicara menggunakan nada lembut dan kata-kata yang baik tanpa adanya makian atau kata kotor.

Beberapa Cara untuk Mencegah Tantrum Berlebihan

mencegah tantrum pada anak

Penanganan tantrum harus bunda lakukan dengan mengetahui penyebabnya. Pahami juga kebiasaan anak saat berada di tempat umum, pastikan tidak mengabaikan perubahan emosinya.  Lebih jelasnya, berikut cara mencegah tantrum:

1. Menghindari Pemicunya

Pemicu tantrum pada masing-masing anak bervariasi, misalnya karena keinginannya tidak terpenuhi, kelelahan, terlalu lama terpapar sinar matahari, atau lainnya. Hal pertama yang perlu Anda lakukan adalah mencari apa penyebabnya. Setelah itu lakukan tindakan yang mengurangi intensitas gejala tantrumnya.

Baca Juga:  Cara Mengatasi Hidung Tersumbat pada Bayi

2. Menghindari Penjual Snack atau Mainan Anak

Ada beberapa anak yang sangat suka membeli snack dan mainan meski tidak mereka gunakan. Namun ketika ibunya melarang membelinya, biasanya mereka akan menangis atau mengamuk. Cara mengatasinya adalah dengan menghindari lokasi penjualnya atau lorong camilan dan mainan saat berbelanja di swalayan.

3. Membiasakan Memberi Waktu Khusus Anak Boleh Bermain Gadget

Pemicu tantrum anak paling umum sekarang ini yaitu karena orang tuanya mengambil paksa gadgetnya sebab mereka sudah bermain gadget dalam jangka waktu lama. Untuk menyikapi hal tersebut, apabila anak sudah lebih dari 6 tahun silahkan atur waktu khusus yang disepakati dengan anak kapan mereka boleh bermain gadget.

4. Memeluk Anak Erat-Erat

Orang tua diperbolehkan memeluk anaknya dengan erat saat mereka mengalami tantrum dalam jangka waktu lama. Tujuannya adalah membuatnya merasa tenang dan merasa mendapatkan atensi dari orang terdekatnya.

5. Jangan Langsung Memenuhi Keinginannya

Jika penyebab tantrum karena anak tidak mendapatkan hal yang mereka inginkan, misalnya makanan atau snack, beri waktu mereka meluapkan emosinya sampai tenang dengan sendirinya. Hindari langsung memenuhi segala keinginannya karena takutnya tindakan itu malah menumbuhkan kebiasaan buruk.

Lalu Kapan Harus ke Dokter?

dokter anak

Penanganan oleh tenaga ahli memang perlu, namun setelah anak menampakkan gejala yang tidak normal. Misalnya anak mudah marah meski terhadap hal kecil, sering menangis tidak terkendali, atau memukuli orang disekitarnya maupun dirinya sendiri sangat keras.

Pada perkembangan emosi, anak perlu mendapatkan perhatian penuh dari orang tuanya. Jangan membiarkan atau memenuhi segala apa yang mereka minta. Sikapi emosinya dengan memberikan perhatian dan pengertian.

Manfaat utamanya adalah untuk membentuk emosinya dengan baik sekaligus melatih cara bersikap saat anak menghadapi sesuatu yang menyulitkan nantinya.

Menyikapi dengan baik tantrum pada anak merupakan kunci bagaimana sikap anak jika sudah dewasa. Hindari melakukan kekerasan, memberi hukuman berat, atau membentaknya.

 

Reviewer

dr. Arinta Prinarbaningrum

Dokter Umum – Primaya Hospital Bekasi Utara

Referensi:

  • How to Handle a Temper Tantrum. https://www.webmd.com/parenting/preventing-temper-tantrums-in-children. Diakses pada 15 Juni 2023.
  • Temper Tantrums. https://kidshealth.org/en/parents/tantrums.html. Diakses pada 15 Juni 2023.
  • Why some kids fall apart after school. https://www.understood.org/en/articles/why-some-kids-fall-when-they-get-home-from-school. Diakses pada 15 Juni 2023.
  • Infant and toddler health. https://www.mayoclinic.org/healthy-lifestyle/infant-and-toddler-health/basics/infant-and-toddler-health/hlv-20049400. Diakses pada 15 Juni 2023.
  • Tantrums: A-to-Z Guide from Diagnosis to Treatment to Prevention. https://www.drgreene.com/articles/tantrums. Diakses pada 15 Juni 2023.
Bagikan ke :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.