• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Vaksin PCV untuk Mencegah Pneumonia

Ungkapan “mencegah lebih baik daripada mengobati” sangat penting dalam hal pneumonia pada anak. Pneumonia adalah penyakit pada sistem pernapasan yang umum. Namun dampaknya bisa sangat serius bagi kalangan rentan seperti anak-anak. Salah satu cara mencegah penyakit infeksi bakteri ini adalah dengan memberikan vaksin PCV kepada anak.  Melalui artikel ini, kita akan mengulas bagaimana vaksin pneumonia anak itu bekerja, jadwal vaksin, hingga apa saja manfaat vaksin PCV dan tentu risiko yang mesti dipahami orang tua.

Vaksin PCV

Apa Itu Vaksin PCV

Vaksin PCV alias pneumococcal conjugate vaccine adalah vaksin yang dirancang untuk mencegah penyakit akibat infeksi bakteri Streptococcus pneumoniae (pneumokokus), yang merupakan salah satu penyebab utama pneumonia dan infeksi saluran napas pada anak. Selain menyebabkan pneumonia alias radang paru-paru, bakteri pneumokokus bisa memicu meningitis (radang selaput otak) dan sepsis (infeksi darah).

Seperti dikutip dari situs Ikatan Dokter Anak Indonesia, penyakit pneumokokus bisa menyerang siapa pun, terutama anak berusia kurang dari 5 tahun karena sistem kekebalan tubuh mereka yang belum matang. Itulah sebabnya tersedia vaksin PCV bayi untuk mencegah pneumonia sejak dini.

Namun ada satu hal yang mesti digarisbawahi. Meski vaksin pneumonia anak dapat membantu mencegah pneumonia, penyakit pneumonia sendiri tidak selalu terjadi akibat infeksi bakteri pneumokokus. Mayo Clinic menjelaskan, penyebab pneumonia selain bakteri pneumokokus antara lain:

  • Jamur
  • Virus, termasuk Covid-19
  • Benda asing yang masuk ke paru-paru, misalnya makanan/minuman yang tak sengaja terhirup lewat saluran napas

Meski begitu, secara keseluruhan, manfaat vaksin PCV telah terbukti dalam menurunkan risiko penyakit dan jumlah kasus pneumonia terutama pada anak kecil.

Jadwal Vaksin PCV

Kementerian Kesehatan dan Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) telah merancang jadwal vaksin PCV bayi dengan mengacu pada standar global. Vaksin PCV diberikan dalam tiga dosis sebelum anak berusia 1 tahun. Setelah itu, ada dosis lanjutan atau booster untuk menguatkan sistem kekebalan tubuh. Jadwal vaksin pneumonia anak yang disarankan adalah:

  • Dosis 1: Usia 2 bulan
  • Dosis 2: Usia 4 bulan
  • Dosis 3: Usia 6 bulan
  • Booster: Usia 12-15 bulan
Baca Juga:  Vaksin DPT untuk Mencegah Penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus

Mengapa harus menaati jadwal vaksin PCV bayi? Salah satu studi yang dimuat di Infectious Diseases and Therapy menunjukkan pemberian vaksin yang lengkap memberi perlindungan optimal. Satu dosis vaksin PCV memberikan perlindungan hingga sekitar 56-65 persen bagi anak di bawah usia 12 bulan dan meningkat jadi 79 persen saat diberikan setelah 12 bulan.

Tentu orang tua menginginkan perlindungan sepenuhnya terhadap risiko infeksi pneumonia sehingga perlu mengikuti jadwal vaksin PCV bayi yang dianjurkan IDAI. Termasuk jika jadwal vaksin sudah terlewat, yang bisa dikejar lewat program kejar imunisasi.

Manfaat Vaksin PCV

Manfaat utama penggunaan vaksin PCV adalah penurunan risiko penyakit yang disebabkan oleh bakteri pneumokokus yang tercakup dalam vaksin. Secara spesifik, vaksin pneumonia anak berfungsi mencegah keparahan infeksi penyakit pneumokokus invasif atau invasive pneumococcal disease (IPD) dengan menghalau kuman masuk ke aliran darah dan organ vital.

Vaksinasi PCV-13 (salah satu jenis vaksin PCV yang digunakan dalam program resmi vaksinasi PCV di Indonesia), misalnya, terbukti efektif mengurangi risiko rawat inap akibat pneumonia dan menekan risiko pneumonia hipoksia (pneumonia berat yang menyebabkan kadar oksigen rendah) pada anak-anak di bawah 5 tahun .

Dengan terhindar dari pneumonia, ada risiko lain yang juga bisa turut ditangkis, seperti biaya rawat inap dan pengobatan di rumah sakit yang bisa menguras waktu, dana, dan tenaga. Karena itu, vaksin pneumonia anak dapat dinilai seperti infeksi jangka panjang untuk menghindari beban dari biaya tersebut di masa depan.

Efek Samping Vaksin PCV

Mungkin orang tua khawatir terhadap risiko efek samping vaksin PCV bayi. Namun perlu diketahui, menurut IDAI, vaksin PCV secara ilmiah masuk kategori vaksin dengan efek samping yang rendah, bahkan lebih kecil dibanding vaksin DPT (difteri, pertusis, tetanus). Efek samping vaksin pneumonia anak yang paling umum meliputi:

  • Nyeri, kemerahan, atau bengkak di area suntikan.
  • Demam ringan yang biasanya hilang dalam 1-2 hari.
  • Rewel atau hilang nafsu makan sementara.
Baca Juga:  Kejang Demam Anak, Kenali Gejala dan Cara Penanganannya

Adapun soal kabar bahwa vaksin PCV menyebabkan autisme atau gangguan perkembangan jangka panjang, hingga kini tak ada studi ilmiah yang menemukan bukti kaitan itu. Sebaliknya, keengganan orang tua memberikan vaksin PCV bayi justru membuat si buah hati berisiko tinggi terkena pneumonia yang bisa berakibat fatal.

Bagi orang tua yang mengutamakan pencegahan pneumonia sejak dini, vaksin PCV adalah salah satu medium yang tepat karena telah terbukti secara ilmiah dari uji klinis dan analisis efektivitasnya saat digunakan di dunia nyata. Bila masih ada pertanyaan seputar vaksin PCV bayi, silakan datangi dokter anak yang biasa dikunjungi untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Ditinjau oleh:

dr. Eka Sulastri, Sp.A

Spesialis Anak

Primaya Hospital Bhakti Wara

Referensi:

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below