• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Vaksin Varisela untuk Mencegah Cacar Air pada Anak

Vaksin Varisela

Orang tua dari generasi X hingga sebagian generasi milenial kerap menganggap cacar air sebagai “penyakit wajib” yang harus dialami anak agar memiliki kekebalan di kemudian hari. Padahal, di era medis modern, kekebalan terhadap cacar air dapat diperoleh tanpa harus mengalami penyakitnya terlebih dahulu, yaitu melalui vaksin varisela. Artikel ini akan membahas vaksin varisela, mulai dari pengertian, jadwal pemberian, manfaat, gejala cacar air, hingga efek samping vaksin.

Mengenal Cacar Air

Cacar air merupakan penyakit yang umum terjadi pada anak-anak. Penyakit ini disebabkan oleh virus varisela-zoster dan sering dianggap sepele karena dapat sembuh dengan sendirinya. Namun, anak yang mengalaminya tetap dapat merasa sangat tidak nyaman akibat gejala seperti demam dan rasa gatal yang berlangsung selama 5–7 hari.

Selain itu, cacar air juga dapat menimbulkan komplikasi serius, seperti infeksi bakteri pada kulit hingga radang paru-paru (pneumonia). Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), secara global diperkirakan terdapat 4,2 juta kasus komplikasi berat dan sekitar 4.200 kematian akibat infeksi varisela setiap tahun.

Cacar air termasuk salah satu penyakit yang sangat mudah menular. Dalam jurnal BMC Infectious Diseases disebutkan bahwa penularan dapat terjadi melalui percikan air liur saat penderita batuk atau bersin, maupun melalui kontak langsung dengan cairan dari lenting cacar yang pecah.

Gejala cacar air biasanya diawali dengan demam, tubuh lemas, dan penurunan nafsu makan. Setelah itu muncul ruam khas berupa bintik merah yang berkembang menjadi lenting berisi cairan, lalu mengering dan membentuk koreng. Komplikasi yang paling sering terjadi adalah infeksi bakteri pada kulit akibat garukan, tetapi infeksi juga dapat menyebar ke paru-paru maupun otak.

Karena risiko tersebut, para ahli kesehatan lebih merekomendasikan vaksinasi varisela sebagai langkah pencegahan dibandingkan hanya mengandalkan pengobatan saat anak sudah terinfeksi.

Apa Itu Vaksin Varisela?

Vaksin varisela adalah vaksin yang digunakan untuk mencegah cacar air. Vaksin ini dibuat dari virus varisela yang telah dilemahkan. Meskipun masih hidup, virus tersebut tidak cukup kuat untuk menyebabkan penyakit berat, tetapi tetap mampu merangsang sistem kekebalan tubuh membentuk perlindungan terhadap infeksi di masa mendatang.

Baca Juga:  Panduan Isolasi Mandiri untuk Pasien Anak Covid-19

Dengan kata lain, vaksin varisela melatih sistem imun agar siap melawan virus apabila suatu saat tubuh terpapar virus varisela aktif. Sejak digunakan secara luas pada tahun 1995, vaksin ini terbukti membantu menurunkan angka kejadian dan keparahan cacar air pada anak.

Vaksin varisela dapat diberikan sebagai vaksin tunggal maupun dalam kombinasi dengan vaksin campak, gondongan, dan rubella (MMRV). Satu dosis vaksin sudah dapat mengurangi tingkat keparahan penyakit, tetapi pemberian dosis kedua diperlukan agar perlindungan menjadi lebih optimal.

Manfaat Vaksin Varisela

Pemberian vaksin varisela tidak hanya bertujuan mencegah demam dan rasa gatal akibat cacar air. Vaksinasi juga memberikan manfaat ekonomi dan sosial, termasuk mencegah berkurangnya produktivitas orang tua yang harus merawat anak selama sakit.

Jika anak terkena cacar air dan harus menjalani perawatan selama sekitar satu minggu, orang tua mungkin perlu izin bekerja. Belum lagi biaya pemeriksaan dokter, pembelian obat, hingga kemungkinan rawat inap apabila terjadi komplikasi. Dibandingkan biaya vaksinasi, pengeluaran akibat sakit cacar air umumnya jauh lebih besar.

Selain melindungi individu, vaksinasi juga membantu mencegah penularan kepada anak lain. Jika cakupan vaksinasi tinggi, penyebaran virus di lingkungan padat seperti sekolah atau tempat penitipan anak dapat ditekan.

Jadwal Vaksin Varisela

Berdasarkan rekomendasi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), jadwal vaksin varisela yang dianjurkan adalah sebagai berikut:

  • Anak usia 1–12 tahun: 2 dosis dengan interval 6 minggu hingga 3 bulan
  • Anak usia di atas 13 tahun dan dewasa: 2 dosis dengan interval 4–8 minggu
  • Kejar imunisasi: vaksin dapat diberikan kapan saja pada remaja atau dewasa yang belum pernah mendapat vaksinasi varisela

Dalam kondisi tertentu, misalnya setelah terpapar penderita cacar air, vaksin masih dapat diberikan maksimal 48 jam setelah paparan untuk membantu mencegah atau mengurangi tingkat keparahan penyakit.

Baca Juga:  Imunisasi Influenza, Manfaat, dan Kapan Vaksin Influenza Diberikan

Efek Samping Vaksin Varisela

Salah satu kekhawatiran orang tua terhadap vaksinasi adalah kemungkinan munculnya efek samping. Namun, berdasarkan berbagai penelitian ilmiah, vaksin varisela tergolong aman. Walaupun mengandung virus hidup yang dilemahkan, vaksin ini tidak menyebabkan infeksi cacar air yang berat.

Efek samping yang muncul umumnya ringan dan bersifat sementara, antara lain:

  • Kemerahan, bengkak, atau nyeri pada area suntikan
  • Demam ringan sekitar 5–12 hari setelah vaksinasi
  • Ruam ringan menyerupai cacar air berupa beberapa bintik merah di sekitar area suntikan atau bagian tubuh lain

Efek samping tersebut justru menandakan bahwa vaksin sedang bekerja membentuk kekebalan tubuh. Dengan berbagai manfaat yang dimilikinya, vaksin varisela layak dipertimbangkan sebagai upaya perlindungan kesehatan anak, meskipun belum termasuk dalam imunisasi dasar lengkap.

Ditinjau oleh:

dr. Imelda Hady, Sp.A

Spesialis Anak

Primaya Hospital Inco Sorowako

Referensi:

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below