• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Vaksin DPT untuk Mencegah Penyakit Difteri, Pertusis dan Tetanus

Vaksin DPT

Semua orang tua pastinya ingin anaknya tumbuh dengan sehat dan bebas dari penyakit berbahaya. Salah satu caranya adalah memberikan vaksin sesuai dengan dokter. Termasuk vaksin DPT yang bermanfaat mencegah penyakit difteri, pertusis dan tetanus. Artikel berikut ini akan mengulas seputar vaksin DPT bayi, bagaimana jadwal vaksin DPT yang sesuai, apa saja manfaat vaksin DPT  dan apakah ada efek samping vaksin DPT yang perlu diwaspadai.

Vaksin DPT

Apa Itu Vaksin DPT

Vaksin DPT yang di masyarakat merupakan adalah vaksin kombinasi yang dirancang untuk mencegah komplikasi beberapa  penyakit seperti difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B dan radang otak. Penyakit yang paling serius dan fatal dalam komplikasi yaitu difteri, pertusis (dikenal sebagai batuk rejan) dan tetanus. Difteri adalah infeksi tenggorokan yang bisa menyumbat jalan napas secara fatal. Tetanus adalah infeksi saraf yang bisa menyebabkan kejang otot hebat atau kaku seluruh tubuh sehingga dapat menganggu jalan pernapasan. Pertusis atau batuk rejan adalah batuk hebat yang dapat membuat penderitanya kesulitan bernapas hingga meninggal.

Sama seperti vaksin pada umumnya, vaksin DPT digunakan untuk melatih sistem imun agar dapat mengenali penyebab penyakit tersebut ketika sewaktu-waktu terpapar di kemudian hari. Dalam program imunisasi di Indonesia, terdapat vaksin DPT bayi yang bertujuan melindungi bayi dari risiko infeksi itu.

Vaksin DPT bekerja dengan cara memperkenalkan kuman penyebab penyakit DPT lewat toksoid atau bakteri yang telah dimodifikasi sehingga tidak membahayakan atau bagian kecil dari kuman itu yang dimasukkan ke tubuh lewat suntikan. Vaksin DTP untuk difteri dan tetanus, misalnya, dibuat dari bakteri Corynebacterium diphtheriae dan Clostridium tetani. Sedangkan bahan vaksin pertusis, seperti dijelaskan Badan Kesehatan Dunia (WHO), bisa berupa seluruh sel kuman yang telah dimatikan (whole-cell/wP) atau bagian sel murni (acellular/aP).

Dalam praktik imunisasi, kadang ada variasi nama lain seperti vaksin DTaP atau DT dalam jadwal vaksin DPT.  Vaksin DTaP pada dasarnya sama dengan DPT. Sedangkan vaksin DT hanya untuk mencegah difteri dan tetanus tanpa pertusis. Vaksin DPT yang tersedia saat ini diberikan bersamaan dengan vaksin lain seperti HB-Hib (hepatitis B dan Haemophilus influenza tipe B) dalam imunisasi dasar.

Mengenal Manfaat Vaksin DPT

Mungkin banyak orang tua bertanya, “Apakah vaksin DPT bayi sangat penting?Jawabannya adalah sangat penting. Manfaat vaksin DPT tidak hanya akan didapatkan oleh anak yang menerima vaksin tersebut namun seluruh anggota masyarakat disekitar anak. Berikut ini rincian manfaat vaksin DPT:

Baca Juga:  Manfaat Pemberian ASI Eksklusif Hingga Usia 2 Tahun

 

Melindungi dari Tiga Penyakit Mematikan

Difteri, pertusis dan tetanus adalah penyakit yang bisa menjadi wabah mematikan. Dikutip dari Institut Pasteur, vaksin generasi pertama yang mengandung seluruh sel kuman pertusis secara dramatis berhasil menurunkan angka kasus dari lebih dari 100 ribu kasus menjadi hanya beberapa ratus per tahun.

Membangun Kekebalan Kelompok (Herd Immunity)

Ketika cakupan vaksin DPT dalam suatu masyarakat yang imunisasi mencakup seluruh masyarakat, penyebaran penyakit akan terhenti. Artinya, vaksin ini tidak hanya memberi manfaat bagi anak-anak yang divaksin, tapi juga pada bayi prematur yang mencapai syarat untuk divaksin, ibu hamil, dan individu dengan sistem imun lemah. Kementerian Kesehatan sendiri menargetkan cakupan imunisasi minimal 95 persen dari seluruh masyarakat di daerah tersebut untuk menciptakan kekebalan kelompok yang optimal.

Mencegah Komplikasi Serius

Batuk rejan tidak hanya menyebabkan batuk berkepanjangan, tapi juga bisa memicu pneumonia berat, kerusakan otak, bahkan kematian cepat pada bayi. Tetanus pun berisiko menimbulkan kematian meski sudah menjalani perawatan intensif. Adapun difteri bisa menyebabkan miokarditis atau radang otot jantung dan neuritis atau peradangan pada saraf tepi (perifer) atau saraf optik (mata) yang menyebabkan nyeri, kesemutan, mati rasa, atau gangguan penglihatan. Dengan memberikan vaksin DPT pada bayi, orang tua dapat bergerak aktif mencegah komplikasi dari ketiga penyakit ini.

Jadwal Vaksin DPT

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan berperan dalam menentukan jadwal vaksin DPT, termasuk vaksin DPT bayi. Penentuan jadwal vaksin DPT ini penting untuk memastikan perlindungan maksimal karena vaksin tak bisa diberikan secara sembarangan.

Jadwal Dasar dan Booster

Berdasarkan rekomendasi IDAI dan Kemenkes 2025, jadwal vaksin DPT dalam bentuk vaksin kombinasi DPT-HB-Hib adalah sebagai berikut:

  • Usia 2 bulan: DPT-HB-Hib dosis 1
  • Usia 3 bulan: DPT-HB-Hib dosis 2
  • Usia 4 bulan: DPT-HB-Hib dosis 3
  • Usia 18 bulan: DPT-HB-Hib dosis 4 (booster)
  • Usia 5-7 tahun: Booster lanjutan (biasanya diberikan di sekolah dasar melalui program BIAS).
Baca Juga:  Proses Tumbuh Gigi Pada Bayi

Apabila bayi melewatkan beberapa vaksin, orangtua tidak perlu kuatir karena IDAI dan WHO merekomendasikan jadwal vaksin DPT dilanjutkan tanpa mengulang dari awal. Dokter akan memberikan imunisasi susulan sesuai dengan interval minimal yang dianjurkan, yaitu 4 minggu antar dosis untuk anak di bawah 1 tahun Makin cepat dikejar jadwal vaksin yang terlewat dikejar, makin baik perlindungannya.

Efek Samping Vaksin DPT

Wajar jika orang tua khawatir terhadap efek samping vaksin DPT ataupun vaksin lain. Namun vaksin DPT telah terbukti efektif dan aman secara ilmiah. Meski ada kejadian ikutan pascaimunisasi atau KIPI, komplikasi berat tersebut “sangat” jarang terjadi. Efek samping ringan yang umum dari vaksin DPT bayi antara lain:

  • Demam ringan
  • Rewel atau menangis
  • Bengkak, kemerahan, atau nyeri di bekas suntikan

Efek samping ini biasanya muncul 24-48 jam seusai vaksinasi dan dapat hilang sendiri. Untuk membantu mengatasi ketidaknyamanan bayi, orang tua bisa memberikan kompres dingin di area suntikan dan memastikan bayi cukup minum.

Dengan memberikan vaksin DPT bayi, orang tua secara tidak langsung telah melakukan investasi kesehatan jangka panjang pada buah hati. Penjelasan lebih lanjut mengenai vaksin dapat di diskusikan bersama dokter anak disekitar anda.

Ditinjau oleh:

dr. Noor Anggrainy Retnowati, Sp. A

Spesialis Anak

Primaya Hospital Karawang

Referensi:

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below