Vaksin untuk Bayi dan Anak sampai Usia 3 Tahun

Vaksin untuk Bayi dan Anak sampai Usia 3 Tahun

Vaksin pada bayi dan anak memiliki manfaat besar bagi kesehatan mereka di masa depan. Badan Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan vaksinasi telah banyak mengurangi penyakit, disabilitas, kematian, dan ketidaksetaraan di seluruh dunia. Kementerian Kesehatan pun mendukung pemberian vaksin anak melalui program imunisasi rutin lengkap yang terdiri atas imunisasi dasar dan lanjutan. Program ini terdapat di dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Imunisasi.

Imunisasi dasar adalah pemberian vaksin sebelum anak berusia 1 tahun. Sedangkan imunisasi lanjutan adalah pengulangan imunisasi dasar untuk meningkatkan kekebalan serta menjaga perlindungan tubuh tetap optomal. Di luar dua jenis imunisasi itu, terdapat imunisasi tambahan berupa vaksinasi pada kelompok umur tertentu yang berisiko paling tinggi mengalami penyakit menurut kajian epidemiologis dalam kurun waktu tertentu.


Untuk bayi sampai anak usia berusia 3 tahun, terdapat enam jenis vaksin wajib yang penting untuk menjaga daya tahan tubuh mereka. Berikut ini penjelasannya.

 

Vaksin BCG

Vaksin BCG berguna meningkatkan sistem kekebalan tubuh terhadap kuman penyebab penyakit tuberkulosis. Bayi mendapat vaksin ini sebelum berusia 2 bulan. Tapi Kementerian Kesehatan masih menyetujui pemberian vaksin BCG ini pada rentang usia 0-12 bulan demi menjangkau masyarakat lebih luas. Namun bagi bayi berusia di atas 3 bulan, Ikatan Dokter Anak Indonesia merekomendasikan pemberian tes tuberkulin sebelumnya untuk mengetahui keberadaan kuman tuberkulosis.

 

Vaksin Polio

Polio merupakan penyakit endemis di Indonesia, maka vaksin polio berperan penting dalam mengatasi masalah kesehatan ini. Bayi dan anak mendapat vaksin polio beberapa kali sebagai imunisasi dasar. Pemberian pertama adalah segera sesudah bayi lahir. Imunisasi berikutnya berlangsung ketika bayi berumur 2, 3, dan 4 bulan. Anak bisa memperoleh vaksin polio lanjutan setahun setelah imunisasi polio keempat, lalu ketika berusia 5-6 tahun.

 

Vaksin Hepatitis B

Pemberian vaksin ini bertujuan mencegah anak terserang penyakit hepatitis B yang bisa menyebabkan hati gagal berfungsi hingga kanker hati. Bayi menerima vaksin hepatitis B saat usianya kurang dari 12 jam. Imunisasi berikutnya diberikan saat bayi berusia 1 bulan dan 6 bulan. Anak bisa mendapat pengulangan imunisasi ketika berusia 10-12 tahun. Bila sampai berumur 5 tahun vaksin anak hepatitis B belum didapatkan, anak harus segera menjalani imunisasi kejar.

 

Vaksin DPT

Untuk vaksin DPT dalam program imunisasi dasar, bayi mendapat 3 kali vaksinasi sejak mulai bayi berumur 2 bulan. Bayi menerima vaksin DPT1 saat usianya 2-4 bulan, lalu DPT2 ketika berumur 3-5 bulan, kemudian DPT3 ketika berusia 4-6 bulan. Anak dapat memperoleh vaksinasi ulangan untuk mencegah penyakit difteri, pertusis, dan tetanus ini dua kali, yakni setahun sesudah DPT3 serta ketika usianya 5-7 tahun.

 

Vaksin Haemophilus Influenzae Type B (HIB)

Vaksin HIB bermanfaat untuk menjaga kekebalan tubuh dari serangan kuman Haemophilus Influenzae tipe B. Kuman ini bisa mengakibatkan berbagai penyakit serius, antara lain pada saluran pernapasan dan radang otak atau meningitis. Waktu pemberian vaksin HIB pada bayi sama dengan pemberian DPT (dalam bentuk DPT kombo).

 

Vaksin Campak

Sebagai imunisasi dasar, bayi mendapat vaksin campak saat berumur 9 bulan. Untuk imunisasi lanjutan, vaksin campak diberikan ketika anak berusia 2 tahun dan kemudian 6 tahun. Tujuan pemberian vaksin ini adalah melindungi anak dari penyakit campak yang sangat menular.

 

Selain keenam vaksin tersebut, terdapat banyak vaksin lain yang memiliki manfaat besar bagi bayi dan anak. Meski masih ada keraguan mengenai vaksinasi, para orang tua tak perlu khawatir karena vaksin telah melalui serangkaian pengujian. Para ahli telah memastikan keamanannya lebih dulu sebelum memberikannya kepada bayi dan anak.

 

Ditinjau oleh: 

dr. Ayi Dilla Septarini, Sp.A

Dokter Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Barat

 

Referensi:

https://www.who.int/bulletin/volumes/86/2/07-040089/en/

http://bppsdmk.kemkes.go.id/pusdiksdmk/wp-content/uploads/2017/10/03Buku-Ajar-Imunisasi-06-10-2015-small.pdf

https://www.kemkes.go.id/article/view/18043000011/berikan-anak-imunisasi-rutin-lengkap-ini-rinciannya.html

http://hukor.kemkes.go.id/uploads/produk_hukum/PMK_No._12_ttg_Penyelenggaraan_Imunisasi_.pdf

Bagikan ke :