• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Vaksin MMR: Perlindungan dari Campak, Gondongan, dan Rubella

vaksin MMR

Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang lebih rentan daripada orang dewasa karena masih dalam masa perkembangan. Itu sebabnya mereka membutuhkan perlindungan ekstra agar tidak mudah tertular penyakit tertentu. Sebagai contoh, ada vaksin MMR alias measles-mumps-rubella yang bisa melindungi anak-anak dari ancaman campak, gondongan, dan rubella. Tiga penyakit akibat virus itu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan komplikasi serius. Artikel berikut ini akan menguraikan soal vaksin MMR lebih dalam, termasuk jadwal vaksin, manfaat, hingga efek samping vaksin MMR.

vaksin MMR

Mengenal Vaksin MMR

Vaksin MMR adalah vaksin kombinasi yang dirancang untuk mencegah infeksi oleh tiga virus:

  • Measles/campak
  • Mumps/gondongan
  • Rubella/campak jerman

Vaksin ini umumnya dibuat dari virus yang dilemahkan (live-attenuated). Artinya, seperti dijelaskan CDC, virus tersebut sudah dalam kondisi lemah atau lumpuh setelah melalui proses tertentu di laboratorium atau diproduksi lewat teknologi genetik. Dengan adanya vaksin ini di tubuh, sistem imun anak dapat mengenali virus itu tanpa mengalami penyakit berat seperti dalam infeksi alami.

Karena bersifat live-attenuated, jadwal vaksin MMR biasanya dirancang agar respons sistem imun terbentuk secara optimal terutama melalui dosis primer dan booster atau penguat sesuai dengan rekomendasi program imunisasi.

Pemberian vaksin MMR difokuskan pada anak-anak karena beberapa hal. Campak merupakan salah satu penyakit yang paling menular di dunia dan virusnya bisa bertahan hingga dua jam di udara setelah dikeluarkan lewat batuk atau bersin oleh orang yang terinfeksi.

Dalam hal ini, anak-anak menjadi kelompok yang paling rentan terinfeksi. Komplikasi campak pun bisa sangat membahayakan, dari diare berat, dehidrasi, pneumonia, hingga kerusakan otak progresif yang terjadi bertahun-tahun setelah infeksi.

Jadwal Vaksin MMR

Indonesia memiliki program imunisasi untuk mencegah berbagai penyakit menular sejak dini. Namun vaksin MMR tidak termasuk di antaranya. Meski begitu, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) dan Kementerian Kesehatan sangat menganjurkan pemberian vaksin campak anak ini.

Berdasarkan rekomendasi resmi IDAI, jadwal vaksin MMR untuk anak terbagi menjadi dua tahap. Anak disarankan menerima dua dosis vaksin MMR dengan rincian:

  • Dosis I pada usia 18 bulan
  • Dosis II pada usia 5 tahun sebelum masuk sekolah
Baca Juga:  Screening Jantung Anak: Deteksi Dini Penyakit Jantung Bawaan

Pemberian imunisasi MMR dalam dua tahap ini bertujuan memberikan efek penguat agar antibodi tetap dapat melawan infeksi virus penyebab campak, gondongan, dan rubella. Artinya, penentuan jadwal vaksin MMR ini bukan sekadar pembagian tahap imunisasi, melainkan memang sengaja dibuat agar perlindungan anak terhadap infeksi virus MMR lebih kuat.

Selain vaksin campak anak, tersedia vaksin MMR bagi orang dewasa, terutama yang berisiko seperti tenaga kesehatan. Warga lansia pun bisa menerima vaksin ini dalam dua dosis sesuai dengan rekomendasi dokter.

Manfaat Vaksin MMR

Para dokter anak dan Kementerian Kesehatan merekomendasikan imunisasi ini karena manfaat vaksin MMR yang telah terbukti. Sesuai dengan namanya, terdapat tiga manfaat vaksin MMR yang paling utama:

Melindungi dari campak

Campak dikenal sangat menular. Vaksin MMR membantu mencegah infeksi atau setidaknya mengurangi keparahan bila terjadi infeksi. Risiko wabah campak pun bisa dihindari bila cakupan vaksin campak anak lebih luas dalam masyarakat.

Melindungi dari gondongan

Gondongan dapat menimbulkan pembengkakan kelenjar parotis dan bisa memicu komplikasi yang serius. Lewat pemberian vaksin MMR, risiko infeksi gondongan dapat ditekan dan dampak jangka panjang seperti tuli permanen atau pengecilan (atrofi) testis bisa dicegah.

Melindungi dari rubella

Rubella menjadi perhatian besar terutama karena dampaknya terhadap kehamilan. Infeksi rubella selama kehamilan bisa berkaitan dengan gangguan perkembangan janin. Karena itu, manfaat vaksin MMR bisa diperoleh dalam waktu lama hingga generasi berikutnya.

Efek Samping Vaksin MMR

Lazim bagi orang tua merasa waswas terhadap risiko adanya efek samping vaksin MMR. Apalagi anak kerap rewel atau menangis sebelum, saat, hingga setelah menerima vaksin lewat suntikan. Namun penting untuk membedakan antara efek samping dan kejadian serius yang muncul dari pemberian vaksin.

Baca Juga:  Hemofilia pada Anak: Kenali dan Tangani Secara Tepat

Efek samping vaksin MMR yang umum terjadi biasanya ringan dan hanya sementara. Di antaranya:

  • Demam ringan hingga sedang
  • Ruam kulit mirip campak
  • Pembengkakan kelenjar di leher atau pipi mirip gondongan ringan

Gejala-gejala ini sebenarnya menandakan bahwa vaksin sedang bekerja dalam membangun kekebalan. Gejala itu pun akan hilang sendiri dalam beberapa hari.

Meski begitu, efek samping vaksin MMR yang serius juga ada. Misalnya kejang akibat demam tinggi. Namun kejadian ini sangat langka. Risiko kejang setelah mendapat vaksin ini pun tak sebanding dengan risiko kejang akibat infeksi campak alami yang jauh membahayakan.

Melihat uraian di atas, pemberian vaksin MMR kepada anak sangatlah penting untuk menurunkan risiko infeksi, menjaga kekebalan individu, hingga mendukung terbentuknya perlindungan masyarakat. Jika makin banyak anak menerima vaksin campak anak, munculnya kejadian luar biasa (KLB) campak yang sampai merenggut sejumlah korban jiwa di Indonesia bisa terhindarkan.

Ditinjau oleh:

dr. Ricca Fauziyah, Sp.A, AIFO-K
Spesialis Anak

Primaya Hospital Bekasi Utara

 

Referensi:

Share to :

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Sahabat Sehat Primaya

Select an available coupon below