• Contact Center
  • 1500 007
  • Chatbot

Hernia Umbilikalis: Gejala, Mencegah dan Mengobati

Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis adalah salah satu masalah yang kerap dijumpai pada bayi yang baru lahir. Terkadang kondisi ini tak diketahui sesaat setelah lahir dan baru terdeteksi seiring dengan bertambahnya usia. Meski terbilang lazim, hernia ini bisa menimbulkan ketidaknyamanan dan berkembang menjadi komplikasi yang lebih serius dan butuh penanganan medis.

Mengenal Hernia Umbilikalis

Hernia umbilikalis adalah kondisi ketika ada organ atau bagian dari organ tertentu yang menonjol melewati otot atau dinding perut di sekitar pusar. Tonjolan ini umumnya munculnya karena kondisi otot yang lemah atau adanya celah yang memungkinkan organ itu bergeser dari posisinya hingga terbentuk tonjolan atau benjolan yang bisa dilihat dan diraba di permukaan kulit.

buat jani dokter primaya

Hernia umbilikalis juga kerap disebut hernia pusar lantaran lokasinya yang berada di area pusar, terutama pada bayi yang baru lahir yang pusarnya belum tertutup sepenuhnya. Meski banyak terjadi pada bayi, kondisi ini didapati pula pada kelompok usia lain, termasuk orang dewasa. Namun faktor yang meningkatkan risiko hernia pusar pada bayi berbeda dengan orang dewasa.

Dalam studi data statistik didapati jumlah kasus hernia umbilikalis lebih tinggi pada bayi yang lahir prematur atau dengan berat badan lahir rendah. Hernia pusar pada bayi bisa hilang sendiri sejalan dengan proses tumbuh-kembang. Namun ada juga kemungkinan dibutuhkan intervensi medis untuk mengatasi kondisi itu, termasuk pembedahan.

Gejala

Gejala hernia umbilikalis pada anak-anak dan orang dewasa serupa. Tanda yang umum adalah adanya tonjolan pada pusar atau area sekitarnya yang lunak ketika disentuh. Tonjolan ini bisa terlihat terus-menerus, tapi bisa pula baru tampak ketika ada tekanan pada area perut, misalnya saat menangis atau mengangkat benda berat.

Gejala umum lainnya mencakup:

  • Rasa nyeri di area pusar, terutama ketika tonjolan terlihat atau ditekan
  • Mual dan muntah
  • Area sekitar pusar membengkak
  • Merasa tidak nyaman di area tonjolan terutama ketika melakukan aktivitas fisik yang menimbulkan tekanan pada perut

Penyebab

Penyebab hernia umbilikalis yang utama adalah adanya celah atau kelemahan pada otot atau dinding perut di area pusar. Pada bayi, hernia umbilikalis biasanya terjadi ketika lubang pada dinding perut yang menjadi tempat lewatnya tali pusat tak tertutup sepenuhnya di masa tumbuh-kembang janin dalam kandungan. Terutama pada bayi prematur lantaran otot perutnya belum cukup berkembang.

Baca Juga:  Herniotomy Tindakan Bedah untuk Mengatasi Hernia

Adapun faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya hernia umbilikalis pada orang dewasa termasuk:

  • Kelebihan berat badan atau obesitas yang menimbulkan tekanan ekstra pada otot perut
  • Sedang hamil akibat adanya tekanan tambahan pada otot perut dari perkembangan janin
  • Aktivitas fisik yang berlebihan, seperti mengangkat benda berat tanpa teknik yang benar
  • Adanya penumpukan cairan di perut, misalnya pada penderita sirosis hati
  • Pernah menjalani prosedur operasi perut

Cara Dokter Mendiagnosis

Biasanya dokter cukup melakukan pemeriksaan fisik untuk mendiagnosis hernia umbilikalis. Dalam pemeriksaan ini, pasien akan diminta berdiri dan membuat otot perut menegang, misalnya dengan batuk, sehingga tonjolan bisa terlihat dan diraba. Prosedur pemeriksaan lain bisa dilakukan untuk menguatkan diagnosis ataupun mendeteksi komplikasi yang mungkin terjadi, seperti:

  • Ultrasonografi atau USG
  • Pemindaian tomografi terkomputerisasi (CT scan)
  • Pencitraan resonansi magnetik (MRI)
  • Pemeriksaan darah atau urine

Cara Mengatasi

Hernia umbilikalis pada anak-anak biasanya tak memerlukan tindakan khusus dan bisa hilang sendiri sering dengan waktu. Lebih dari 90 persen anak yang mengalami hernia umbilikalis bisa sembuh saat berusia 4-5 tahun. Dokter mungkin akan mencoba menekan hernia agar kembali ke posisinya semula.

Pembedahan pada anak dengan hernia umbilikalis mungkin diperlukan bila ada indikasi ada organ atau bagian organ yang terjepit atau terjebak hernia. Begitu juga bila tonjolan berukuran besar lebih dari 2 sentimeter, masih ada saat sudah menginjak usia lebih dari 5 tahun, dan terasa sakit.

Adapun cara utama untuk menangani hernia umbilikalis pada orang dewasa adalah dengan pembedahan. Sebab, hernia pada orang dewasa lebih mungkin berkembang menjadi lebih parah dan memicu komplikasi.

Baca Juga:  Usus Buntu Bagaimana Gejalanya?

Komplikasi

Bila tak mendapat penanganan medis, hernia umbilikalis bisa menyebabkan komplikasi serius, seperti:

  • Inkarserata: terjebaknya tonjolan di dalam dinding perut sehingga timbul rasa sakit yang hebat dan menyebabkan gangguan aliran darah ke organ yang terjebak
  • Strangulasi: tonjolan terjepit sehingga pasokan darah bisa terhenti dan memicu kerusakan jaringan
  • Peritonitis: peradangan pada lapisan perut (peritoneum) yang bisa terjadi bila organ yang mengalami hernia pecah

Pencegahan

Hernia umbilikalis sulit dicegah karena banyak faktor yang berperan di dalamnya baik pada anak-anak maupun orang dewasa. Namun ada sejumlah langkah untuk meminimalkan risikonya:

  • Menerapkan gaya hidup sehat agar berat badan terjaga sehingga otot perut aman dari tekanan berlebih
  • Melakukan aktivitas fisik dengan aman, termasuk memastikan menggunakan teknik yang benar untuk mengangkat benda yang berat agar otot perut tak mengalami tekanan berlebih
  • Melakukan latihan untuk menguatkan otot perut

Kapan Harus ke Dokter?

Bila mengalami gejala hernia umbilikalis, penting untuk segera berkonsultasi dengan dokter untuk mencari solusi terbaik. Intervensi medis mendesak dilakukan jika muncul gejala serius seperti muntah berlebihan, rasa nyeri yang intens dan mendadak dari area pusar, tonjolan yang tak bisa dimasukkan kembali, dan warna tonjolan berubah menjadi merah gelap atau keunguan.

Narasumber:

dr. Adriandy  Saleh, Sp. B

Spesialis Bedah

Primaya Hospital Inco Sorowako

Referensi:

  • Umbilical Hernia. https://my.clevelandclinic.org/health/diseases/umbilical-hernia#diagnosis-and-tests. Diakses 21 Januari 2024
  • Pediatric Umbilical Hernia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459294/. Diakses 21 Januari 2024
  • The management of umbilical hernias in infancy and childhood. https://www.sciencedirect.com/science/article/abs/pii/0022346875901049. Diakses 21 Januari 2024
  • Umbilical Hernia. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/books/NBK459312/. Diakses 21 Januari 2024
  • Current options in umbilical hernia repair in adult patients. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC4605112/. Diakses 21 Januari 2024
  • Umbilical hernia repair and recurrence: need for a clinical trial?. https://bmcsurg.biomedcentral.com/articles/10.1186/s12893-021-01358-1. Diakses 21 Januari 2024
  • Umbilical Hernias in Adults: Epidemiology, Diagnosis and Treatment. https://www.intechopen.com/chapters/73959. Diakses 21 Januari 2024
Share to :

Buat Janji Dokter

Promo

Login to your account below

Fill the forms bellow to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.